Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
28 Cemburu


__ADS_3

Raka lalu menuju taman belakang diam tepat disebuah meja kecil dan kursi untuk bersantai. Pandangannya melihat kesebuah air yang mengalir diiringi banyak ikan. Raka memperhatikan kolam yang selama ini jika ia kesal marah akan diam ditempat tersebut.


Meyra yang sedang berbaring merasa terkejut dengan tingkah laku suaminya. Meyra lalu terbangun melihat kemana suaminya pergi. Dari kejauhan Meyra menatap Raka. Seolah merasa bersalah karena tidak menuruti keinginannya. Tapi masih saja merasa kesal jika teringat suaminya pergi makan malam bersama wanita lain.


Meyra kembali menuju tempat tidur dan berbaringkan tubuhnya. Tatapannya selalu melihat jam.


1 jam berlalu Raka belum juga kembali. Akhirnya Meyra memutuskan untuk menghampirinya. Dengan memakai baju tidur Meyra berjalan perlahan.


"Raka.. Kita tidur ayo" ucap Meyra melihat Raka yang masih terdiam memandangi kolam ikan tersebut


"Kamu saja, aku belum mengantuk" balas Raka datar


"Aku menunggumu, aku tidak bisa tidur" ucap Meyra memeluk tangan Raka


"Sudah lah.. Kamu jangan menggangguku" balas Raka menepis pelukan Meyra


"Kamu masih marah karena aku tidak melayanimu" ucap Meyra kesal


"Tidak.. Aku hanya ingin beristirahat disini" balas Raka


"Sayang sudah lah.. Kita tidur saja" ucap Meyra


"Baiklah" Raka kemudian pergi meninggalkan Meyra


"Masih saja marah, kan seharusnya aku yang marah padanya" batin Meyra sambil mengikuti langkah Raka menuju kamar


Raka kemudian mengganti pakaian tidur dan berbaring disofa. Meyra yang tadi sudah tertidur dikasur kemudian terbangun menatap suaminya.


"Sayang, kenapa kamu tidur disana" ucap Meyra


"Sudah tidur saja" balas Raka


Meyra lalu beranjak bangun dan mendekati suaminya.


"Kamu masih marah?" ucap Meyra menatap Raka.


"Tidak.. Untuk apa aku marah padamu" balas Raka


"Jika kamu tidak marah padaku kenapa kamu tidur disofa.. Menghindariku?" ucap Meyra kesal


"Sudah kalau kamu tidak mau bertemu denganku. Aku tidak akan mengganggumu" lanjut Meyra menjauhi Raka


Kemudian tangan Meyra dipegang erat Raka.


"Maafkan aku sayang.. Aku hanya ingin.." ucap Raka


"Sudahlah.. Aku tau kamu kesal padaku" menepis tangan Raka


"Sayang.." Raka terbangun dan memeluk Meyra dari belakang


"Lepaskan aku.. Aku mau tidur saja" Meyra mencoba melepaskan pelukan Raka

__ADS_1


Raka melapaskan pelukannya lalu membalikan tubuh Meyra kemudian mencium Meyra. Meyra terkejut karena perlakuan Raka. Meyra pun mencoba menolak dan mendorong tubuh Raka.


"Kenapa kamu selalu menolakku" ucap Raka marah dan memukul dinding dibelakangnya


"Raka.. Apa yang kamu lakukan.." mendekati lalu melihat tangannya


"Sudahlah.. Aku capek sama kamu" Raka menepis tangannya


"Yang seharusnya marah aku.. Bukan kamu" Meyra yang mulai menangis


"Aku menunggu makan malam bersama kamu. Tapi kamu makan malam dengan wanita lain" lanjut Meyra


Raka yang mendengar itu tertawa kecil dan menatap Meyra karena raut wajah yang cemburu.


"Jadi kamu tidak melayaniku karena kamu cemburu" ucap Raka sambil tertawa kecil


"Sudahlah aku tidak mau membahas" Meyra pergi keluar dari kamar


"Sayang, maaf.. Dia bukan siapa-siapa kok dia hanya teman SMA ku" balas Raka mengejar Meyra


Raka yang berlari mengejar Meyra lalu menggendongnya. Dan berlari masuk kedalam kamar.


"Lepaskan aku Raka" Meyra memukul bagian dada Raka


"Tidak, sekarang kau harus bisa melayaniku" tertawa kecil


Raka kemudian membaringkan Meyra lalu Raka berada diatasnya sambil membuka pakaian sendiri. Dan melepaskan pakaian Meyra. Meyra yang masih menolak menangis karena kesal pada suaminya.


Meyra membiarkan Raka melakukan apapun. Setelah merasa puas Raka tertidur tanpa pakian. Sedangkan Meyra menuju kamar mandi dan memakai pakaiannya.


Meyra lalu tidur disamping Raka. Menyelimuti tubuh Raka dan tidur bersama.


Pagi hari Raka terlambat bangun dan tidak melihat Meyra disebelahnya. Raka lalu beranjak menuju kamar mandi. Setelah Raka siap lalu mencari Meyra disetiap sudut ruangan rumah tapi tidak menemukannya. Akhirnya Raka pergi menuju Toko kue cake Meyra.


Setelah tiba Raka lalu berlari dan mencari Meyra. Karena memang tau kalau semalam Meyra marah padanya.


"Sayang..." Raka membuka pintu ruangan


Raka yang terkejut melihat sosok wanita yang ia kenal. Terlihat bingung Raka melangkahkan kakinya mendekati Meyra dan wanita tersebut.


"Maaf saya mengganggu" ucap Raka


"Kamu disini Raka?" Laura yang terlihat terkejut


"Hmmz, ini istri saya" Raka mendekati Meyra lalu merangkulnya


"Kalian sudah saling kenal?" Meyra yang terlihat bingung


"Hmmz, Laura teman SMA ku" balas Raka


"Iya, Kenapa kamu tidak membawa istrimu saja semalam" Laura tersenyum

__ADS_1


"Apa.. Semalam. Jadi wanita ini yang membuat suamiku meninggalkanku" batin Meyra


Wajah Meyra terlihat tidak suka. Tatapannya kesal tertuju pada Raka.


"Ini teman SMA ku dulu sayang" Raka memeluk Meyra seolah takut jika marah


"Iya teman SMA yang kebetulan sahabatan bahkan hampir dekat" ucap Laura tertawa


Wajah Meyra semakin memerah karena kesal. Meyra yang semakin tidak tahan lalu pergi meninggalkan mereka dengan alasan ke toilet.


Raka meninggalkan Laura dan menyusul Meyra.


"Sayang.. Sayang.." Raka berlari mengejar Meyra


"Dengar dulu, dia tidak ada artinya bagiku" lanjut Raka kemudian memegang tangan Meyra


"Cukup Raka. Aku capek sama kamu. Aku gak mau dengar apapun" Meyra menepis tangan Raka dan pergi berlari


Raka yang melihat kelakuan Meyra yang semakin marah terasa amat bingung. Dikejar salah apalagi gak dikejar.


Meyra berlari menuju toilet. Dinyalakan air kerannya agar tidak mendengar tangisan Meyra. Hatinya seolah kesal dan marah pada suaminya.


Setengah jam berlalu Meyra keluar dari toilet dan terlihat Raka yang masih menunggu Meyra.


"Sayang, maafkan aku.. Jangan seperti ini" ucap Raka


"Apa kamu tidak kasian sama anak kita" lanjut Raka


Seketika Meyra sadar jika dia sedang mengandung. Emosinya tidak terkendali sehingga tidak mengingat dirinya mengandung.


"Maafkan aku Raka" ucap Meyra menangis dan memeluk Raka


"Aku yang minta maaf, seharusnya aku tau jika kamu cemburu pada Laura" balas Raka


"Aku janji tidak akan bertemu dengannya lagi" lanjut Raka


"Tidak sayang, aku yang berlebihan. Aku takut kamu meninggalkanku" Meyra yang semakin erat memeluk


"Sayang, aku sangat mencintaimu" Raka mencium pucuk kepala Meyra


"Aku bahagia telah memiliki wanita sepertimu" lanjut Raka


"Ya sudah kita kedalam saja" Meyra yang melepaskan pelukannya lalu menuju ruangannya dan bertemu Laura


Laura yang menunggu tersenyum pada Raka. Tatapan matanya seolah masih mencintainya.


"Maaf lama menunggu, aku sedang mengandung jadi bermanja dahulu dengan suamiku" Meyra yang tersenyum


"Iya aku paham" Laura tersenyum


"Ternyata wanita ini yang buat Raka memilihnya apa lebihnya dia" batin Laura kesal

__ADS_1


Mereka pun berbicara sampai siang hari. Laura yang masih banyak pekerjaan meninggalkan Meyra dan Raka.


Laura yang terlihat kesal pada Meyra karena Raka harus menikahi dia.


__ADS_2