Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
8 Membuat terkejut


__ADS_3

saat ini meyra berumur 24 tahun. Sudah 6 tahun ditinggal mamahnya.. ketika perjodohan itu sudah direncanakan sebelum mamah meyra meninggal. 3 tahun lalu sebelum kepergian Bu Nesa.


"bu Lena, aku ingin pertemanan kita menjadi keluarga" menatap Bu Lena


"maksudnya ? apa yang bu nesa katakan" terbingung


"anak saya perempuan berumur 15 tahun. aku ingin anak kita menikah disaat meyra berumur 23 tahun. " tersenyum lebar


"aku juga setuju, tapi raka berumur 20 tahun sekarang. apa tidak apa-apa" sambil melirik bu nesa


"tidak apa-apa semoga saja mereka berjodoh" menggenggam tangan bu lena


"ya sudah kalau gitu, aku setuju" tersenyum


"iya saya juga setuju" lanjut pak Bram


"kalau papah bagaimana" Bu nesa melirik suaminya


"Papah nurut aja" tersenyum


"ya sudah kalau meyra sudah berumur 23 kita langsung nikah kan saja" tersenyum


"iya bu, saya jadi tidak sabar kalau kita ngebesan" tawa bu lena


setelah beberapa tahun, Bu Nesa pun pergi meninggal dunia.. awalnya semua ini akan ditutup rapat tapi mereka berpikir perjodohan ini harus berlangsung..


Tanpa pikir panjang mereka membahas dan akhirnya berusaha memaksa anak-anaknya..


kembali ke meyra, dia tetap menunggu Raka datang untuk duduk bersamanya.. Tapi karna kesibukannya dia tidak ada waktu sama sekali.. sampai Roni pun sibuk menemani Raka.. tiba-tiba datang Revan dari kejauhan dan menemui meyra.


"kamu disini" sambil melihat dan duduk bersama


"iya, revan ko kamu bisa disini" menatap revan


"ini acara keluargaku jadi aku harus ikut" melirik meyra " tapi kamu dengan siapa meyra, ko kamu sendiri" mencari seseorang


"aku bersama calon suamiku.. Dia sibuk berbincang dengan teman kerjanya"


"apa aku mengganggu kamu" menatap meyra

__ADS_1


"tidak ko, tenang saja.. Disini saja aku cuma sendiri" tersenyum


tiba-tiba Raka datang mendekati Meyra dan bahkan tidak tau kalau ada revan..


"Siapa dia mendekati calon istriku" menatap dari kejauhan.. langsung berjalan mendekati meyra


"maaf sudah menunggu meyra" sambil duduk


"oh jadi ini calon suami kamu meyra" mulai geram


"kamu kenapa sih kalau melihat aku selalu marah" melihat revan


"maaf kak, aku tidak tau dia calon istrimu.. tapi jika kakak tidak mencintainya lepaskan dia.. Biar aku yang menggantikannya" menatap Raka


"apa kau sudah gila, akhir pekan aku akan bertunangan dengan dia.. jika tiba-tiba kita batal apa kata mereka" wajah kesal


"aku mencintai dia kak, aku akan bicara pada mamah papah agar menggantikanmu" mendekati meyra


"sudah revan, aku akan menikah dengan kakakmu.." menatap Revan


"apa kamu mencintai aku meyra" memegang tangan meyra


setiba disebuah mobil meyra pun didorong oleh Raka untuk masuk kedalam mobil. tapi tetap saja Raka hanya terdiam.


"kamu apa-apaan kepadaku, mulai kasar kepadaku" teriak meyra


"cukup kamu berani bermain dibelakangku" mulai geram


"kamu tidak ingat apa yang kamu katakan agar aku tidak ikut campur urusanmu dan kehidupanmu. aku pun ingin sebaliknya." tegas meyra


"oh sekarang kamu ingin seperti itu, lihat nanti ketika kamu sudah menikah denganku.. aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia" tertawa jahat


"dasar laki-laki gila" teriak meyra berusaha keluar dari mobil


"silahkan anda berbicara apa saja kepada saya.. lihat nanti" menyetir sambil melihat meyra.


"hentikan mobilnya, atau saya akan lompat" teriak meyra


"oh mau gitu, silahkan" menatao meyra " kenapa diam ayo lanjutkan, katanya mau loncat ha" teriak Raka

__ADS_1


"Dasar gila kamu, pulang nanti aku gak akan mau nikah sama orang kaya kamu" memalingkan wajah


mereka pun sampai dirumah meyra. Raka pun ikut masuk.


"tumben kamu kesini, ada apa" tanya bingung melihat meyra d pegang erat oleh Raka..


"Dia berselingkuh dengan laki-laki dan dia adikku. bahkan dia ingin membatalkan pernikahan ini" sambil teriak


"tidak pah, Dia terlalu berlebihan" berusaha membuka pegangan Raka


"meyra, kamu ada apa ko bisa begini" tanya papahnya


"pah, meyra cuman mengobrol dengan Revan itu juga kebetulan bertemu"


"aku ingin pernikahan ini dipercepat kalau bisa besok" teriak Raka


"apa gila kamu, aku gak mau nikah sama laki-laki kasar kaya kamu" menggigit tangan Raka


"aku akan mengurusnya hari ini" teriak raka sambil pergi dari rumah meyra.


"Pah, aku gak mau nikah sama dia" teriak meyra sambil menangis


"ini sudah terlanjur sayang, kita gak akan bisa buat berhenti dijalan" menghela nafas " laki-laki itu kalau tidak dapat keinginannya pasti akan mengamuk" bersedih


"papah ko tega nikahin aku sama dia" sambil berlari menuju kamar


meyra pun menangis ditempat tidur karna merasa kecewa. menangis hingga tertidur dan bermimpi.


"mamah, meyra kangen" mendekat


"sayang, Dia baik, Dia akan jaga kamu menyayangi kamu lebih dari mamah" memeluk meyra


"tapi mah dia jahat, dia kasar" menangis


"coba berusaha kamu menarik dia dari tempat itu" mengelus rambut meyra "Dia akan kembali lagi" tersenyum lalu berdiri menjauhi anaknya..


"mamah.. mamah.. jangan tinggalin meyra lagi " teriak sambil menangis


Tak sadar meyra pun meneteskan air mata setelah bangun dari mimpinya.. Dan sudah mulai pagi..

__ADS_1


"mungkin ini yang mamah inginkan" meneteskan air mata


__ADS_2