
waktu bertuju pada pukul 10 wib. Meyra pun selesai berdandan dan mulai menuruni tangga. Hingga semua tertuju padanya..
"kak meyra cantik juga" sambil tersenyum
"kamu sudah selesai meyra? kita langsung berangkat saja" melihat meyra
"iya pah, aku sudah siap.. maaf membuat menunggu" tersenyum
"tidak ko sayang, ya sudah ayo kita berangkat" mulai mendekati mobil
"pah kita mau kemana sih? memang restaurannya sebelah mana?" meyra penasaran
"sudah duduk saja, nanti juga kamu tahu" sambil menyetir
"baiklah" menghela nafas
"kakak udah gak sabar ya" tertawa
"mana mungkin aku gak sabar, yang ada aku takut.. Entah dia seperti apa" pikir meyra
"kamu kalau tau bakal jatuh cinta, dia baik berwibawa dan juga sopan sama papah" tersenyum
setelah perjalanan yang lumayan lama mereka pun sampai ditempat tujuan. menuruni mobil lalu berjalan menuju restauran..
"wah pah, ini ko besar banget restaurannya" seto terpukau
"iya karna pak bram yang membooking restauran ini" sambil berjalan memasuki restauran "meyra, kamu jangan lupa senyum ya"
"iya pah" menunduk
mereka pun sampai disana dan bertemu dengan keluarga pak Bram syahputra
"maaf sudah menunggu" pak handoko berjabat tangan
"tidak apa-apa pak handoko, kita saja baru sampai" mempersilahkan duduk
__ADS_1
"apa ini namanya meysa, calon mantu tante" Bu Lena menunjuk meyra
"salam kenal tante, om, saya meyra" menjulurkan tangan
"wah cantik, sopan lagi" pak Bram
"iya pah, mamah jadi gak sabar" tersenyum
"mana Raka, apa dia tidak bisa ikut" sambil mencari
"dia ikut pak, cuma lagi di toilet. sebentar lagi datang"
tidak lama kemudian Raka datang, dan menjabat tangan meyra.
"halo, saya Raka" menjulurkan tangan
"oh iya, saya meyra" sambil berdiri dan membalas jabatan tangan Raka
"hmmz, apa saya bisa berdua dengan meyra" menatap kedua orang tuanya
Meyra pun berdiri dan mengikuti Raka. Dan sampai dibelakang restauran..
"ada yang anda mau bicarakan?" tanya meyra
"apa kamu mau nikah sama aku karna perjodohan ini" menatap tajam
"maksud anda apa" tanya bingung
"saya tidak mencintai anda, apalagi saya baru kenal anda" membalikan badan sambil menatap awan
"maaf, saya bukan maksud ingin menikah dengan anda.Karna ini keinginan.." meyra mulai bersedih
"aku tau kamu hanya ingin pasilitas dari orang tuaku, makanya kamu ingin menikah denganku" menatap meyra dengan tajam dan kesal
"kamu tidak seharusnya menilai orang dari luar" balas meyra "jika anda tidak mau menikah dengan saya anda tinggal menolak saya juga akan senang tuan" kesal meyra
__ADS_1
"bagus kalau begitu, tapi saya tidak bisa menolak" berjalan jauh "Dan jika kita sudah menikah jangan ikut campuri urusanku serta kehidupanku"
"apa cuman dia yang tidak mau menikah, akupun sama" batin meyra sambil meneteskan air mata
Raka pun meninggal meyra, Dan berusaha baik-baik saja didepan keluarganya.. Meyra pun berjalan menuju tempat keluarganya berada..
"kak, ko diem.. gak di apa-apain kan?" bisik seto
"tidak ko, kakak cuman kaget aja bisa mau nikah sama orang yang tampan seperti dia" bohong meyra
"andai saja papah tidak jadi menjodohkan ku" batin meyra sedih
"pah, aku pergi ya. aku mau ketemu klien kerja dulu" Raka berdiri
"tapi kan ini acara kamu" balas bu lena
"mamah sama papah aja yang urus, aku mau pergi dulu" sambil berjalan menjauh
"sepertinya mereka sudah mulai dekat" batin Bu lena
"baik pak Handoko kapan kita akan melangsungkan pertunangan anak kita" menatap pak Handoko
"baiknya gimana pak, saya ok aja" sambil tersenyum
mereka pun selesai merundingkan masalah pertunangan. semua diatur oleh keluarga Pak Bram. sesampai dirumah meyra pun langsung memasuki kamar dan terlentang dia atas kasurnya..
"kenapa ko dia begitu dingin, bahkan sangat kejam perkataannya" mulai sedih "apa aku bakal bahagia menikah dengan laki-laki seperti itu" meneteskan air mata
"mungkin mamah lakuin ini buat aku bahagia, aku akan terima dan berusaha membuat dia menyukaiku" senyum meyra
sore hari meyra pun terbangun karna tertidur. meyra menuju kamar mandi membersihkan dirinya dan mengganti baju.
"aku bosan dirumah, apa karna aku sering tidak pernah ada dirumah" pikir meyra
"oh iya aku coba hubungi Revan" mengambil hp dan berusaha menghubunginya..
__ADS_1
Revan pun akan menemui meyra di sebuah cafe..