Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
36 Melahirkan


__ADS_3

Pagi hari Raka sudah siap untuk bekerja. Seperti aktivitas seperti biasa pergi kekantor dan bekerja. Tapi Meyra sudah tidak boleh untuk bekerja karena dia sudah mulai memasuki bulan 9 dan akan melahirkan.


Raka setiap saat selalu menelpon Meyra agar memantau istrinya. Takut jika terjadi suatu pada Meyra.


Raka sibuk dan lupa akan kebiasaan menelepon istrinya. Karena banyak jadwal meeting dan juga jadwal lainnya.


Disisi lain Meyra memang sudah merasakan mulas. Tapi dia sendiri juga mengira jika itu hanya mulas seperti ingin Buang air besar atau karena perutnya merasa sakit biasa.


"Sayang.. Kamu kenapa ko wajah kamu pucat" ucap Mamah Raka


"Tidak mah.. Aku hanya merasa perutku sakit" balas Meyra


"Apaa sakit, apa mau melahirkan" ucap Mamah Raka


"Tidak begitu sakit mah, mungkin karena perut aku sakit habis makan pedas" balas Meyra


"Benar sayang?" tanya mamah Raka


"Iya mah, aku baik-baik aja ko" balas Meyra


Sudah 4 jam tapi mulas itu masih berasa. Meyra yang sejak tadi sedang tidur lalu terbangun karena air yang basah.


"Ini kenapa.. Ko basah gini, gak mungkin kan aku buang air kecil disaat lagi tidur" ucap Meyra terbangun dan mengganti pakaian


Tidak butuh lama Meyra lalu menuruni tangga dan menemukan mamahnya yang sedang memasak cemilan.


"Mah.. Lagi apa?" tanya Meyra


"Mamah sedang masak cemilan untuk kamu" balas Mamah Raka


Meyra melihat masakan mertuanya dan juga mencicipinya. Tidak lama kemudian perut Meyra terasa kembali. Tapi ini lebih sakit tidak seperti sebelumnya.


"Aawww... " Ucap Meyra teriak


"Ada apa sayang..?" tanya mamah Raka


"Sakit mah, perut Meyra sakit banget mules.. Meyra mau ke toilet dulu ya" ucap Meyra


"Kamu ko basah sayang" melihat kaki Meyra sudah basah dan terlihat sedikit darah


"Kamu mau melahirkan.. Ayo cepat kita kerumah sakit" lanjut mamah Raka

__ADS_1


Mereka menuju rumah sakit, bahkan mamah Raka menelepon anaknya berulang kali tapi tidak ada jawaban. Setelah sampai Meyra lalu dibawa keruang IGD dan diperiksa.


"Maaf bu.. Apa anda keluarga pasien?" ucap Dokter


"Iya Dok, saya mamahnya" balas mamah Raka


"Pasien akan melahirkan, tapi dia tidak bisa normal. Karena bayi yang satu lagi terlilit ari-ari" ucap Dokter


"Lalu bagaimana keadaan anak dan cucu-cucu saya?" tanya Mamah Raka


"Mereka terlihat baik-baik saja, kami akan operasi pasien. Apa ibu setuju? Jika ada suaminya tolong beritahu agar bisa menandatangani perjanjian" ucap Dokter


"Lakukan saja Dok, suaminya sudah saya hubungi tapi belum ada kabar" balas Mamah Raka


"Baik bu, Pasien sudah saya beritahu dan juga diinfus. Operasi akan berjalan 2 jam lagi, ibu bisa menemani dahulu" ucap Dokter meninggalkan mamah Raka.


Tidak lama kemudian ponsel mamah Raka bunyi. Terlihat dilayar ponsel tertulis Raka.


"Halo.. Raka cepat kemari ke rumah sakit harapan" ucap Mamah Raka


"Ada apa mah? Meyra baik-baik sajakan" tanya Raka


Raka yang mendengar lalu pergi menuju mobil. Dengan wajah panik dan bingun dia mengendarai mobil dengan cepat.


"Mah.." melihat mamah Raka yang berada diluar ruangan


"Raka.. Meyra.." ucap Mamah Raka memeluk Raka


"Ada apa mah? Meyra baik-baik saja kan" tanya Raka


"Dia harus dioperasi untuk bisa melahirkan, 1 jam lagi sayang.. Kamu temani dia yak dan urus surat perjanjiannya yak" balas mamah Raka


"Iya mah, aku menemui dokter dahulu" lalu pergi menuju Kasir dan bertemu dengan dokter


Setelah selesai, Raka menemui Meyra yang berada didalam ruangan operasi.


"Sayang.." ucap Raka mencium kening Meyra


"Raka.. Aku takut" balas Meyra menangis


"Ada aku sayang.. Kamu jangan menangis, kuat untuk anak-anak kita" ucap Raka

__ADS_1


"Tapi jika aku tidak selamat, jaga anak-anak kita yak" balas Meyra


"Tidak, kamu pasti kuat sayang" ucap Raka


"Meyra, kamu harus kuat untuk bayimu. Mamah sama Raka akan selalu mendoakanmu" ucap mamah Raka


Mamah Raka menghubungi suaminya dan juga paoah Meyra. Mereka datang dan menunggu Meyra dari luar ruangan. Karena operasi akan dilakukan.


Raka menunggu Meyra didalam ruangan operasi. Meyra masih saja sadar ketika operasi berjalan. Karena hanya separuh tubuhnya yang disuntik agar tidak merasa sakit.


30 menit terdengar suara tangisan bayi laki-laki yang sangat keras. Lalu suster membersihkannya dan memakaikan pakaian pada bayi tersebut. 5 menit kemudian bayi perempuan sudah keluar tapi tidak menangis. Memang bayi perempuan itu terlihat sedang asik mengisap jempolnya hingga sudah berada diluarpun tidak bersuara. Bayi tersebut dibersihkan dan disimpan didalam box.


Bayi laki-laki lahir lebih awal dengan berat badan 3,2 kg dengan panjang 49 cm. Bayi perempuan lahir beda 5 menit dari kakaknya, berat badan 2,8 kg dan panjang 45 cm.


1 jam perut Meyra dibersihkan dan tidak lupa ditutup kembali. Setelah selesai Meyra sudah diperbolehkan duduk. Walaupun masih belum berasa dibagian kakinya.


20 menit Meyra dipindahkan kedalam ruangan rawat beserta bayi mereka.


"Wah.. Cantiknya" ucap Meyra yang langsung melirik anak perempuannya


"Beri Asi dahulu ya bu" ucap Suster memberi bayi perempuan Meyra


"Iya sus" balas Meyra dan langsung memberikan Asi


"Tapi Asi aku belum keluar mah" ucap Meyra tertuju pada mamah mertuanya


"Iya tidak apa-apa. Rangsang saja nanti juga keluar. Paling lama 3 hari" balas Mamah Raka


"Nanti kehausan dong mah" ucap Raka


"Tidak ko, kamu sering aja kasih Asi walaupun belum keluar" balas mamah Raka


"Bayi perempuan ini mirip sekali denganmu sayang, dia sangat cantik" ucap Raka


"Iya sayang. Bayi laki-laki ini mirip kamu, tampan sekali" balas Meyra tersenyum


Mereka asik menggendong bayi-bayi Meyra dengan bergantian. Karena sangat senang hingga mereka sibuk mengobrol dan lupa untuk memberikan nama pada bayi mereka.


2 hari Meyra berdiam diri diruangan rawat. Akhirnya mereka pulang. Tapi mereka masih belum menemukan nama yang cantik pada bayi mereka.


Meyra pulang menuju rumah orangtua Raka karena kasian jika Meyra merawat bayi mereka sendirian. Raka sudah memesan baby sister tapi Meyra menolak karena hanya ingin merawat dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2