Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
18 Amerika


__ADS_3

Pagi pun telah tiba Raka yang terbangun sudah tak melihat Meyra disampingnya. Raka bergegas bangun lalu mencari Meyra, entah mengapa dia sangat khawatir terhadapnya. Ketika melangkah Raka menemukannya didekat kolam ikan. Melihat Meyra yang sangat tenang membuat dia bahagia. Lalu mulai melangkah meninggalkannya dan menuju kamarnya.


Raka yang sudah rapih lalu menuju ruang makan, Raka memperhatikan Meyra yang hanya diam.


"Hari ini mungkin aku sibuk, jadi tidak apakan aku tinggalkan" tersenyum


"Aku sudah biasa bila tanpa ada kamu, jadi tidak usah khawatir" Sambil menyantap sarapannya.


"Ya sudah, nanti malam aku akan mengajakmu shoping" menatap Meyra


"Tidak usah, aku diam saja dirumah" balasnya datar


"Pokoknya nanti malam kamu bersiap saja" mulai geram lalu pergi menuju mobil.


"Sifat dia yang asli adalah memaksa" batin Meyra


Meyra yang setelah selesai sarapan lalu menuju taman belakang, dia bermain disana mengelilingi taman yang sangat luas. Tanpa terasa waktu mulai siang. Lalu Meyra makan siang sendiri dan bergegas menyelesaikan makannya. Meyra yang sudah sangat kenyang menuju kamar untuk beristirahat.


"Aku baru lihat, ini foto siapa" sedang melihat foti yang berada dimeja. "Apa ini Raka, kenapa dia sangat imut" Tersenyum


"Bagaimana bisa waktu kecil dia sangat imut tapi setelah besar dia sangat menyeramkan" tertawa kecil.


Tiba-tiba Meyra mengantuk dan tertidur disofa sambil memeluk foto Raka.


Sore pun tiba, Raka yang baru sampai lalu bergegas menuju kamarnya. Raka melihat Meyra yang sedang tertidur disofa sambil memeluk foto dirinya pada waktu kecil. Raka tersenyum bahagia.


"Apa kau menungguku" gumamnya, Raka lalu menuju kamar mandi. Raka pun keluar menuju kamar masih terlihat Meyra tertidur pulas. Raka yang tidak tega lalu menggendongnya membaringkan tubuh Meyra kekasur. Raka mencium kening Meyra lalu menatapnya, seolah tidak ingin lepas darinya.


"Hmmmzz, aku tertidur" mengucek matanya dan melihat Raka sedang tertidur sambil duduk disampingnya menggenggam tangan Meyra.


"Kenapa Raka ada disini, apa dia yang memindahkan ku" melepaskan tangannya


"Kamu sudah bangun, bergegaslah mandi" lalu terbangun dari posisinya. " Apa kamu suka Fotoku" tersenyum menatap Meyra.


"Maksudmu?" tanyanya bingung.


"Kamu memeluk bingkai fotoku disaat kamu tertidur begitu lama" tersenyum "Apa kau mulai menyukaiku" tertawa kecil


"Maaf aku ketiduran disaat aku melihat fotomu, aku tidak menyukaimu dan aku tidak ingin berharap lebih" lalu menuju kamar mandi


Raka yang menunggu Meyra hanya diam memainkan hpnya.


"Bagaimana pekerjaanmu disini" sambil menyisir rambut


"Sudah aku selesaikan, menurutku hanya masalah kecil lalu mereka menelponku" menghela nafas "Mereka memang tidak becus" geram kesal


"Berusahalah berubah, jangan mudah marah" melihat Raka dari cermin.

__ADS_1


"memang kenapa? " tanya penasaran Raka


"Tidak ada yang akan menyukaimu, termasuk istrimu sendiri" mulai berdiri melangkahkan kaki menuju lantai bawah.


"Suatu saat kamu akan meyukaiku" tertawa jahat


"Jika sebaliknya? kamu yang akan menyukaiku dahulu bagaimana? tenang, aku tidak akan memintamu lebih" tertawa kecil


Raka hanya diam, bagaimana jika aku menyukainya. Apa Meyra akan menjaga hati Raka atau menyakitinya seperti Clara. Raka yang masih takut akan pengkhianatan membuat dia tidak mau menyukai wanita manapun.


Raka mulai beranjak lalu menuruni tangga, melangkahkan kakinya kedalam mobil. Meyra pun mengikuti Raka.


"Selamat malam Tuan muda, Nona" membukakan pintu lalu segera menuju tempat setir.


"Kita kemana Tuan?" Pak Yusup


"Kita ke restauran biasa" Raka yang berbicara datar.


"Baik Tuan" sambil menyetir


Raka memperhatikan Meyra, lalu Meyra meliriknya.


"Ada apa kamu memperhatikanku, apa kau sudah menyukaiku" menggoda Raka


"Aku tidak mungkin menyukai wanita sepertimu" lalu memalingkan wajahnya.


"Mereka kenapa, berantam tapi seperti anak kecil" batin Pak Yusup sambil tersenyum melihat mereka.


Setelah perjalannya lalu tiba disebuah restauran yang sangat mewah.


"Welcome, Did you make a reservation" salah satu pelayan. (selamat datang, apa sudah memesan tempat)


"yes, For two people" jawabnya Raka (iya, untuk dua orang)


"By whose name? " bertanya lagi (Dengan nama siapa)


"Raka" jawaban yang singkat


Pelayan itupun menunjukan tempat yang sudah dipesan oleh Raka.


"Thank you" ucap Meyra yang sudah mulai duduk.


"Your walcome, Please choose the food menu" lanjut pelayan tersebut (silahkan memilih menu makanan)


Ketika Meyra dan Raka memilih lalu setengah jam kemudian makanan sudah datang. Meyra yang melihatnya membuat ingin memakannya. Raka yang memperhatikan Meyra sangat membuat dia tersenyum.


Ketika mereka sudah menyantapnya lalu Raka membayar billnya. Kemudian pergi meninggalkan restauran tersebut dan menuju mobil.

__ADS_1


Dan seperti biasa Pak Yusup selalu memberikan pelayanannya.


"Tuan, kita mau kemana lagi"


"Kita menuju mall saja, yang biasa kita kesana"


"Baik Tuan"


Pak Yusup melajukan mobil.Sesekali melihat Meyra dan Raka yang hanya diam tanpa bicara. Setelah tiba, Raka turun lalu diikuti oleh Meyra.


Ketika tiba disebuah pusat perbelanjaan terdengar suara.


"Meyra.. Mey" Teriak seseorang dari jauh lalu Meyra melirik kesebuah suara tersebut. Laki-laki tersebut mendekati Meyra.


"Mey, kamu disini. Apa kamu menyusulku" memeluknya


"Kak Miko tolong lepaskan pelukanmu" teriak Meyra


"Ada apa?" lalu menatap matanya.


"Aku sudah menikah, jadi tolong jangan ganggu aku. Kita bertemu hanya kebetulan" lalu menjauhkan dirinya


"Aku masih sangat mencintaimu" mendekatinya


"Aku tau kakak mencintaiku, tapi aku tidak pernah ada rasa. Kita pernah membicarakan ini dulu. Jadi tolong lupakan aku"


"5 tahun aku menunggumu, apa kamu tidak pernah merasakannya"


"Sudah kak, cukup. Aku sangat mencintai suamiku. Ku ingin menjaga hatinya. Tolong kakak lupakan aku" berlari menjauhi laki-laki tersebut.


Meyra yang berlari entah akan menuju kemana, dia berusaha menhindarinya. Tapi Raka melihat dari kejauhan dan mendengar semuanya.


"Apa Meyra mencintaiku" lalu melangkah mendekati laki-laki itu


"Jangan pernah anda ganggu Meyra, dia sudah menjadi istriku" lalu menjauhi laki-laki itu dan mulai mencari Meyra.


"Kamu disini rupanya, aku mencarimu" tersenyum


"Eh Raka, maaf tadi aku lelah lalu beristirahat sebentar" bohongnya


"Ya sudah, kamu ingin belanja apa?"


"Aku tidak ingin belanja, aku ingin pulang saja. Aku lelah" Meyra yang terlihat sangat sedih


"Ya udah kita menuju mobil saja, lalu kita pulang" Raka lalu menggenggam tangan Meyra dengan lembut.


Setiba dirumah, Meyra lalu berlari menuju kamarnya. Mengganti pakaian tidur lalu membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2