Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
13 kecewa


__ADS_3

Meyra menuju kamar mandi setelah mengambil pakaian lalu memakainya. Meyra hanya diam karna merasa kecewa karna apa yang telah dilakukan Raka. Karna menurut dia Raka sangat memaksanya dan membuat dirinya tidak nyaman.


Meyra pun keluar kamar karna sudah menyiapkan keperluan Raka. ketika meyra sudah berada diruang makan membantu menyiapkan makanannya.


"apa kamu sudah melakukannya" tanya penasaran


"hmmz, sudah mah" wajahnya memerah.


"Bagus lah, mamah tinggal menunggu kehadiran cucu" tersenyum


Meyra pun hanya diam tidak seperti biasanya. Raka pun turun lalu menuju ruang makan.


"aku sangat lapar" mulai duduk


"iya mamah akan siapkan makanan yang banyak" tersenyum sambil menyiapkan makanan untuk Raka


"terimakasih mah"


"kamu sudah mulai tersenyum" pak Bram melihat ekpresi wajah anaknya


"iya pah, entah kenapa aku lagi gembira" tersenyum


"ya sudah, kamu sarapan dulu" menatap Raka yang hanya tersenyum dari tadi


Raka pun mulai berangkat dan menuju kantornya. Raka hanya tersenyum mengingat apa yang dia lakukan semalam. menurutnya dia sangat menyukai dan mulai tergoda.


Raka menuruni mobil lalu menuju ruangan kantornya, dia hanya tersenyum sambil berjalan.


"Pak Raka kenapa dia tersenyum terus" bisikan seseorang


"kan dia sudah punya istri, mungkin saja dia sudah bahagia lagi" tersenyum


"sudah kita mulai bekerja saja"


pekerjaan Raka pun merasa lebih ringan tidak seperti biasanya. Dia pun mulai menaiki mobil untuk menuju pulang kerumahnya. Entah mengapa dia sangat ingin pulang cepat. Raka pun lalu menuju kamar dan melihat Meyra sedang tertidur pulas. Raka mengunci pintu lalu mendekati Meyra, lalu mulai menginginkan sesuatu yang seperti semalam. Meyra pun merasakannya tapi dia membiarkan Raka melakukan apapun. Raka pun mulai membuka pakaian Meyra secara perlahan agar tidak membangunkannya. lalu setelah selesai Raka pun menuju kamar mandi untuk membersihkan badan lalu mengganti pakaian.


Raka keluar kamar mandi langsung keluar kamar menuruni tangga, dia bersantai dibelakang rumah sambil meminum kopi. Meyra pun bangun lalu melihat dia sudah tidak memakai baju. lalu menuruni tempat tidur langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan mengganti pakaiannya..


Raka yang sedang melamun menikmati segelas kopi, tiba-tiba suara mamahnya datang.

__ADS_1


"Raka, tumben kamu sudah pulang.. " mendekatinya


"iya mah, hari ini aku ingin pulang cepat" menatap mamahnya


"bagaimana hubunganmu dengan Meyra, apa lebih baik"


"iya mah semua baik-baik aja" tersenyum


"kapan kamu akan bulan madu" tanya mamanya


"aku belum mempersiapkannya mah, entah bisa atau tidaknya" menghela nafas " aku masih sibuk dengan pekerjaanku.


"ya sudah, jika ada waktu luang ajak Meyra liburan bersama sekalian bulan madu" tersenyum


"iya mah"


Meyra keluar dari kamar mandi lalu menuju ruang keluarga. Tapi tidak menemukan siapapun. Karna memang di jam segini mereka belum berkumpul.


Tiba-tiba Meyra bertemu Revan.


"Meyra, kamu baik-baik saja?" menatap lalu mendektinya


"aku hanya rindu sama kamu, tapi kamu sudah jadi kakak iparku" menatap Meyra


"kamu harus bisa lupain aku, jangan membuat aku bersalah atas rasa perhatian kamu ke aku"


"iya aku tahu, aku yang salah masih berharap kepadamu" mulai menjauhi


"maaf kan aku revan" batin Meyra sedih


Meyra pun mulai berkeliling melihat keadaan rumah yang begitu luas, dan rasa ingin tahunya membuat dia penasaran tentang belakang rumah yang begitu indah. Meyra melangkahkan kaki menuju Taman belakang.


"ini sangat indah, aku sangat menyukainya" mendekati bunga lalu mencium "wangi sekali" tersenyum


"kalau kamu suka, kamu petik saja" terdengar suara Raka


"tidak ko, kasian kalau dipetik dia akan mati" tersenyum


"aku akan memindahkan sebagian ke kamar kita" lalu pergi menuju ruang depan. Dan tidak lupa menyuruh pelayan untuk memindahkan dan menanam bunga dikamar Raka.

__ADS_1


Meyra mengelilingi taman yang begitu indah dan luas, sampai dia tidak tahu kalau disana ada kelinci.


"wah, ada kelinci" mengambil salah satu kelinci "hey, nama kamu siapa.. kamu lucu sekali" menatap kelinci dan mengelusnya


"selamat sore Nona, ini kelinci tuan muda.. Namanya Mos dan Mus" salah satu pelayan


"wah namanya lucu, apa cuma ada 2" melihat sekeliling


"iya nona, Mus sedang hamil. jadi paling akan lebih dari 2 nona"


"wah lucunya, aku akan sering-sering kemari melihat kalian" menatap kelincinya


Meyra pun lalu meninggalkan taman dan menuju ruang makan. dan melihat Raka yang sedang duduk diruang keluarga. Raka selalu memperhatikan Meyra walaupun dia tidak menyadarinya.


setelah makan malam berlangsung, Raka menarik tangan Meyra menuju kamarnya.


"mau apa lagi dia, menarikku seenaknya" batin Meyra kesal "apa dia belum puas dengan tadi siang" menatap Raka


"bagaimana kamu suka dengan kamarnya" melihatkan bunga yang berada dikamarnya


"ini sangat indah, dan juga harum" tersenyum


"baguslah kalau gitu, kamu akan betah dikamar disaat malam hari" tersenyum jahat


"hmmz, maksudmu" melangkah mundur


"kenapa kamu mulai mundur" tersenyum " cepat ganti baju tidurmu" teriak Raka


"aku pakai ini saja, aku kedinginan" berbohong


"kalau kamu kedinginan nanti juga akan hangat" tersenyum jahat menatap Meyra


"baik, aku ganti baju saja" mengambil pakaian yang sudah ada dilemari lalu menuju kamar mandi.


setelah Meyra keluar memakai baju tidur.


"sini, kenapa kamu hanya diam" tegasnya Raka


"baik" lalu mendekati Raka dan berbaring disamping Raka

__ADS_1


Meyra dan Raka tertidur lebih awal karna mereka hanya berdiam tanpa berbicara sama sekali.


__ADS_2