
Setelah sampai Raka dan Meyra menempati kamar yang berada dibawah. Karena Meyra masih dalam pemulihan.
"Kita akan beri nama siapa sayang?" tanya Meyra
"Kalau aku sudah ada nama buat bayi laki-laki, tapi jika kamu menyukainya" balas Raka mencium bayi laki-laki
"Iya apa? kalau cocok aku setuju ko" ucap Meyra menatap suaminya
"Kalau aku sudah punya nama untuk anak laki-laki kita, Nathan Satya" balas Raka balik menatap Meyra
"Lalu untuk anak perempuannya?" tanya Meyra
"Aku belum menemukannya sayang" balas Raka
"Pasti kamu sudah menginginkan bayi laki-laki ya sebelum kamu tahu aku mengandung" ucap Meyra kesal
"Tidak sayang, itu hanya terlintas dipikiranku.. Sudah jangan marah, kita pikir saja nama untuk perempuannya" ucap Raka menenangkan Meyra
"Jika bayi laki-laki Nathan jadi perempuan Nara aja" Meyra yang tiba-tiba punya nama
"Nara Satya.. " lanjut Meyra
"Itu bagus sayang, jadi bayi kita namanya Nathan dan Nara" balas Raka
"Halo.. Nara.." ucap Meyra mengelus pipi bayi Nara
"Nathan.. Anak papah" lanjut Raka mencium bayi Nathan
Setelah Meyra memberi nama lalu dia memberikan Asi pada anak-anaknya. Raka meninggalkan Meyra dan pergi menuju ruang makan.
"Sayang.. Sudah menemukan nama untuk mereka?" tanya mamah Raka
"Sudah mah.." balas Raka
"Oh sudah.. Namanya siapa?" tanya papah Raka
"Nathan Satya dan Nara Satya" balas Raka
"Wah.. Bagus namanya.. Mamah jadi ingin bertemu cucu-cucu mamah" ucap mamah Raka
"Nanti saja yah mah, mereka lagi dikasih Asi langsung tidur.. Nanti malam aja mah.." ucap Raka
"Bilang saja bantu kamu untuk bergadang" balas mamah Raka
"Iya.. Maksud Raka gitu" tawa Raka
"Aku yang akan mengantar makanannya, nanti aku akan makan bersama dengan Meyra" lanjut Raka
"Ya sudah.." balas mamah Raka
Raka sudah membawa makanan untuk Meyra dan menyuapi Meyra. Mereka pun makan bersama. Meyra yang masih memberikan Asi dan juga ikut makan agar staminanya bertambah.
****
Pagi hari setelah Meyra memandikan bayi-bayinya mereka tertidur pulas. Lalu Meyra pergi menuju kamar mandi.
Ooaakk.. Ooaakk.. Ooaakk..
__ADS_1
"Pagi-pagi udah berisik suara bayi" ucap Raka yang masih tertidur
"Ya ampun. Aku kan sudah punya bayi" lanjut Raka terbangun dan menuju box bayi
"Cup.. Cup.. Sayang.. Papah disini" sambil menggendong bayi Nathan
"Kamu haus yak.. Mamah lagi mandi sayang, sabar ya" lanjut Raka
Raka sedang menggendong bayi laki-lakinya tiba-tiba bayi perempuan pun ikut menangis..
Ooaakk.. Ooaakkk..
"Cup.. Cupp.. Kamu kenapa sayang" ucap Raka meletakan bayi Nathan dan menggendong bayi Nara
Baru saja disimpan bayi Nathan pun ikut menangis.. Hingga Raka terlihat pusing..
"Sayang.. Sayang.. Cepat mandinya.. Anak kita nangis" teriak Raka
Tapi yang datang bukan Meyra tapi mamahnya.
"Ada apa Raka.. " lalu menggendong bayi Nathan
"Nangis semua mah.." ucap Raka
"Nathan kehausan, coba lihat pup gak bayi Nara" ucap Mamah Raka
"Gimana caranya mah.. Raka gak ngerti" balas Raka
"Letakan bayimu didalam box, dan intip popoknya" ucap mamah Raka
Raka pun menuruti perkataan mamahnya. Dan benar sekali bayi Nara pup..
"Yah kamu bersihin lah" balas mamah Raka
"Tapi Raka gak bisa mah" ucap Raka kebingungan
"Kamu harus belajar, kasian kalau Meyra harus urus anak-anaknya sendirian" ucap mamah Raka
"Hmmmzzz.. Iya mah" lalu Raka berusaha membersihkan pup bayi Nara
Tidak lama kemudian Meyra keluar dari pintu kamar mandi. Dan tertawa melihat tingkah suaminya yang kebingungan..
"Kamu ko malah ketawa" ucap Raka terlihat kesal
"Kamu lucu tau.. Masa ganti popok aja gak bisa" balas Meyra
"Biar aku aja, maaf ya aku tinggal mandi" lanjut Meyra masih tertawa
"Biar saja Meyra, Raka membantumu biar bisa diandalkan urus bayi" ucap mamah Raka tertawa
"Untung mamah kesini, kalau gak bayi-bayimu bisa nangis gak berhenti-berhenti" lanjut mamah Raka
"Iya mah.. Makasih ya" balas Meyra tersenyum
Meyra sudah membersihkan pup bayi Nara, dan memberi Asi pada bayi Nathan lalu bergantian dengan bayi Nara. Mamah Raka kembali menuju dapur untuk memasak.
Raka melihat perjuangan istrinya sangat sedih karena belum bisa membantu banyak.
__ADS_1
"Sayang.. Kita sewa baby sister aja yak" ucap Raka
"Kenapa memangnya?" tanya Meyra
"Aku tidak tega membiarkanmu lelah dan repot mengurus sikembar" balas Raka
"Aku kan punya suami, memang kamu gak mau bantu aku?" tanya Meyra dengan mata tajam menatap Raka
"Iya.. Iya.. Sayang.. Gak jadi deh, biar aku yang bantu" ucap Raka
"Aku akan membawa sarapan ya, kamu disini saja" lanjut Raka
"Tidak usah, aku akan sarapan bersama saja" ucap Meyra yang sudah memberi Asi dan meletakan bayi Nara lalu pergi menuju meja makan
Raka merasa serba salah, setiap yang dilakukannya membuat Meyra kesal.
"Sayang.. Kamu sudah baikan?Kenapa sarapan disini" tanya Mamah Raka
"Iya mah, aku harus terbiasa mah. Masa mau tiduran terus, gak nyaman" ucap Meyra tersenyum
"Ya sudah.. Mamah sudah siapkan sarapan untuk kamu." ucap Mamah Raka
"Raka mana?" tanya papah Raka
"Tadi sih masih dikamar, gak tau sekarang dimana" balas Meyra
Meyra pun melanjutkan sarapan dan Raka baru saja duduk disamping Meyra. Dia pun ikut sarapan dengan wajah ditekuk.
"Kamu kenapa sayang?" ucap Mamah Raka
"Tidak mah.. Aku hanya pusing masalah kerjaan" balas Raka
"Memang ada masalah?" tanya papah Raka
"Tidak pah.. Raka hanya sedang kepikiran saja" balas Raka
"Ya sudah kamu istirahat saja, biar papah yang urus perusahaan.. Bantu istrimu" ucap Papah Raka
"Iya pah.." jawab Raka singkat
Setelah makan Meyra menuju kamar dan melihat keadaan sikembar. Menatap mereka penuh bahagia dan mencium satu persatu. Tiba-tiba Raka datang dan memeluk Meyra.
"Terimakasih sudah memberikanku bayi kembar" ucap Raka mencium kening Meyra
"Iya Raka.." balas Meyra
"Maaf ya kalau aku belum bisa membantumu mengurus bayi-bayi kita" ucap Raka berlutut dihadapan Meyra yang sedang duduk
"Iya sayang, seharusnya aku tahu jika kamu belum bisa. Maaf ya" balas Meyra
"Nanti kita pulang ya, kalau kamu sudah baikan dan sikembar sudah lebih besar" ucap Raka
"Iya sayang, tidak apa-apa" balas Meyra
"Tapi jika kamu ingin menyewa baby sister tidak apa-apa tapi hanya satu saja" lanjut Meyra
"Kalau kamu mau baby sister aku bisa menyewanya, dan kita akan segera pulang" balas Raka
__ADS_1
"Iya sayang.. Kalau memang itu yang terbaik tidak apa-apa.. Aku hanya tidak ingin merepotkan kamu dan mamah" ucap Meyra