
"Aku sudah mempersiapkannya. Tapi apakah kamu benar-benar akan membawanya ke acara itu, ini acara besar. Dia tidak mengerti apa-apa." ujar salah satu anak buah Crypton Dia sedikit khawatir dengan rencana Crypton yang akan mengajak Marissa ke pesta pelelangan yang akan dilakukan malam ini.
"Jangan mengaturku, Aku tidak suka diatur oleh orang lain." jawab Crypton matanya menatap tidak suka kepada pelayan sekaligus anak buah yang paling ia percaya. Dia juga sahabatnya semenjak kecil. Tetapi perbedaan ekonomi yang membedakan mereka.
"Aku tidak mengaturmu, aku Hanya mengingatkan bahwa dia bukan wanita yang cocok berada di tempat itu." ujar Kia kembali Satu minggu dia berbaur dengan wanita membuatnya lumayan paham tentang gadis itu yang mana Gadis itu tidak akan cocok dibawa ke dunia mereka walaupun status Gadis itu saat ini adalah incaran Crypton selama ini.
Kia belum mengetahui kalau Marissa merupakan teman dari adik Bosnya itu.
menurutku tidak apa-apa. Itu artinya Crypton tidak peduli dengan gadis itu." sahut salah satu rekannya menengahi persetenggangan antara Crypton dengan Kia.
Lagi pula dia hanyalah seorang gadis penjamin hutang ayahnya. Kalaupun Crypton menjualnya di pelelangan nantinya, itu tidak akan Masalah Selanjutnya lagi yang langsung dihadiahi dengan tatapan tajam oleh Bian. sedangkan Crypton tidak terlalu mengambil pusing ucapan kedua sahabatnya hidup.
Dia melihat jam mahal melingkar pada pergelangan tangannya. Kemudian mengalihkan pandangan kepada Bian. "Bawa dia ke sini." perintahnya kepada pelayan sekaligus sahabatnya itu.
Bukankah Tuan memintanya menemui nona karina?
"Saya memang memintanya menemui Karina tetapi bukan berarti dia terbebas dari saya Dia pergi acara Natal esok hari, jadi untuk sekarang masih bisa menemaniku di acara pelelangan nanti.
"Tapi bos Marissa belum pulang. Sepertinya dia masih bersama Nona Karina.
"Apa kamu lupa, aku memintamu untuk terus mengawasinya dan meminta kepadaMu menempatkan beberapa orang anak buahku disana tanpa sepengetahuan Karina?
Bos tidak perlu khawatir, wanita itu tidak akan lari dari kita. Dia aman bersama anak buah yang aku minta, untuk memantaunya di sana tanpa sepengetahuan Nona Karina.
"Bagus, minta Dia segera pulang persiapkan perhiasannya Aku tidak ingin lama menunggu!" Bian meminta kepada anak buah yang ia perintahkan untuk tetap memantau Marissa, saat bertemu dengan Karina saat ini Marisa dan Karina sudah berpisah setelah Karina memberikan tiket kapal yang sudah iya beli sebelumnya.
__ADS_1
****
Marisa melihat pantulan tubuhnya pada cermin besar di kamar itu. Kemudian mengalihkan pandangan kepada Bian. Aku merasa tidak nyaman dengan pakaiannya, walaupun pakaian ini tidak seperti pakaian sebelumnya. Tapi tetap saja terlalu terbuka ucap Marissa menyampaikan keresahan hatinya.
"Kamu harus tetap menggunakannya. Crypton memintamu untuk menggunakan pakaian itu, jangan mengundangnya marah dengan menolak permintaan Tuan Crypton.
Tidak ada pilihan lain, Marisa hanya bisa menghela nafas dan menganggukkan kepala. "Baiklah, aku rasa aku sudah siap." ucapnya dengan nada yang tidak bersemangat dibawa oleh bian keluar dari kamar.
Crypton dan Kia yang menunggu Marissa sembari bergurau kecil, seketika terpana melihat penampilan Marissa yang saat ini berjalan menghampiri mereka. Bahkan dia tidak sempat untuk menutup mulutnya dari keterpanaannya sedangkan Cripton masih bisa mengontrol mimik wajahnya. Tetapi tetap saja dia terpesona melihat Marissa.
Marissa saat ini sedang menggunakan dress berwarna putih. Yang mana dress itu terlihat seksi. Tapi tidak murahan, malahan terlihat sangat elegan di tubuh rampingnya, dan didukung oleh perawakannya yang kalem dan penuh lemah lembut.
Ia menggunakan sebuah heels yang tingginya mungkin sembilan atau sepuluh cm, yang mana itu dipadukan dengan tas kecil imut yang senada dengan dress yang ia gunakan, rambutnya juga ditata sedemikian rupa dan wajahnya dipoles dengan perhiasan yang sangat natural.
Sedangkan Crypton hanya tersenyum kecil dia berdiri dari duduknya, dan menghampiri Marissa. Dia meletakkan sebuah tangannya pada pinggang ramping Marisa dan membawa Gadis itu keluar dari mansion mewahnya.
Sebuah mobil mewah sudah menunggu mereka. Crypton menuntun Marissa memasuki mobil mewah itu. Setelah itu ia pun juga bergabung dengan Marissa. Dia duduk sebelah gadis cantik yang terlihat sangat menawan itu.
Sementara di tempat lain, Aska sudah menunggu sang kakak menjemputnya dari sekolah. "Di mana Kak Abimanyu,Mengapa sampai sekarang belum menjemputku juga? apa dia terlambat menjemputku, atau memang dia lupa untuk menjemputku?" pertanyaan timbul di hati Aska.
Menunggu selama 15 menit cukup membosankan menurut Aska. Tapi bukan untuk Abimanyu. Waktu 15 menit menurunnya itu cukup cepat. Karena dirinya harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu baru bisa menjemput Aska di sekolah. "Tuan aku permisi sebentar bisa, tidak? tanya Aska kepada salah satu atasannya.
"Aku beri kamu waktu 1 jam istirahat, untuk makan siang. Jadi manfaatkan itu sebaik-baiknya. Jangan sampai kamu terlambat lagi. Nanti gajimu akan saya potong."
"Baik Tuan, saya akan segera kembali ke sini Setelah saya menjemput adik saya dari sekolah." sahut Abimanyu sambil berlalu meninggalkan pria yang duduk di hadapannya yang merupakan salah satu orang kepercayaan tuan Barack
__ADS_1
Abimanyu mengayuh sepedanya sampai ia tiba di sekolah. ia melihat Aska sedang duduk termenung dekat pagar sekolah menunggu sang kakak.
"Aska Maafkan kakak,telah terlambat menjemputmu." ucap Abimanyu sambil langsung memeluk sang adik.
"Mengapa Kakak terlambat menjemputku?" lihat teman-temanku sudah pada pulang semua, tinggal aku sendiri di sini. Mana Aku sudah lapar lagi." ucap Aska kepada Abimayu membuat Abimanyu merasa tidak tega melihat adiknya dan juga merasa bersalah.
"Okey kalau begitu, kita langsung pulang saja kamu pasti sudah lapar kan, Ayo naik ." ucap Abimanyu sambil langsung menuntun adiknya naik ke sepeda yang ia gunakan menjemput Aska.
Saat di dalam perjalanan, Abimanyu mengingat pesan dari noah kalau dirinya esok hari akan pergi bersama Noah dan teman-temannya merayakan hari natal di sebuah kapal pesiar yang menuju curh.
"Aska, kalau aku tinggal beberapa hari tidak apa-apa kan? nanti yang menjemputmu Om Rio.
"Memangnya Kakak mau ke mana?
kakak ingin bekerja, karena di hari libur, kakak tidak bekerja di showroom dan juga bengkel jadi untuk mencari uang tambahan Kakak bekerja di luar kota. Kamu tidak apa-apa kan tinggal bersama bibi dan paman dulu, Om Rio ada kok." mohon Abimanyu sambil mengayuh sepedanya berbicara dengan sang adik.
"Tidak apa-apa, Yang penting kakak baik-baik saja di sana. Dan kembali membawa uang agar kita bisa membayar sewa dan uang belanja, kepada bibi kasihan bibi. Bibi sudah kewalahan mengelola keuangan yang tidak cukup." ucap Aska memahami kondisi ekonomi sang bibi dan paman saat ini.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"
__ADS_1