
Setelah selesai, Marissa dipaksa keluar dari kamar itu dan dibawa entah ke mana. Yang ternyata ke kamar pria tua itu. Marissa memberontak dengan kuat. Tetapi dia kembali mendapatkan tamparan yang sangat keras dari pria tua.
"Keluarlah! perintah pria tua itu yang langsung dituruti oleh kedua wanita yang membawanya tadi.
Pria tua itu menarik tangan Marissa. kemudian melemparkan tubuhnya pada ranjang. Seketika pria tua itu juga menaiki ranjang. Dia dengan cepat merengsek ke belakang. Tetapi kakinya ditarik sehingga dia berada di bawah tubuh pria tua itu.
Pria tua itu melayangkan ciuman pada bibirnya. Tetapi dengan cepat dia mendorong tubuh pria tua itu. Namun pria tua itu langsung merobek baju tipis yang melekat pada tubuhnya dan langsung membenamkan wajah pada Ceruk lehernya.
Marissa memberontak dia langsung berteriak ketika pria tua itu ingin menggigit kulit bahunya yang dengan kuat.
"Kau adalah milikku! Jangan coba-coba membantah kata-kata aku. ujar pria tua itu, dan saat ini dia mencengkeram rahang merusak dan akan mendaratkan bibirnya pada bibirnya Marissa, namun detik berikutnya...
Dor....!!!
Sebuah peluru bersarang pada kepala pria tua itu yang dilakukan oleh Crypton yang berdiri di dekat ambang pintu.
Marissa sangat sock dengan kejadian saat ini, sehingga Crypton menyingkirkan tubuh yang tidak bernyawa itu dari tubuhnya.
Crypton membuka jas yang dia gunakan dan memberikan pada Marissa yang terbuka. sedangkan Marissa yang baru dengan kesadarannya, langsung memeluk Crypton dan menangis sejadi-jadinya pada bahu pria itu.
"Hik...hik. . hik...," Aku tidak ingin di sini, aku ingin pulang. Aku tidak ingin di sini." ujar Marissa disela-sela isahkannya
"Maafkan aku yang melibatkan mu. Kita akan pulang sekarang." Jawab Crypton. Dia menatap wajah Marissa yang terlihat sangat kacau Itu. Dan melayangkan kecupan nya pada bibir Marissa.
Dia meraup dengan sangat rakus bibir Marissa. Bahkan dia sudah menyelusupkan lidahnya ke dalam mulut Marissa. Tetapi dia harus mengakhiri kegiatan itu.
Setelah tautan bibir mereka terlepas Crypton langsung mengangkat tubuh Marissa dan meminta Gadis itu untuk menutup mata.
Dia melayangkan tatapan tajam kepada pria tua yang sudah tidak bernyawa itu. Kemudian membawa Marissa keluar dari kamar tersebut.
"Apakah kau sudah mengurus semuanya?" tanya nya kepada Kia.
"Sudah, Apakah kita terlambat? dia kembali memberikan pertanyaan kepada Crypton
__ADS_1
"Tidak, kita tepat wakt." jawab Crypton.
Dia meninggalkan kamar itu dan turun ke lantai utama. Yang mana terdapat mayat berserakan di mana-mana, yang dibunuh oleh Kia dan anggotanya.
Crypton kembali membawa Marissa ke hotel tempat mereka menginap. Setibanya mereka di hotel, dia langsung memandikan Marissa. Setelah itu mengobati luka yang ada di sudut bibir Marissa, yang terluka karena tamparan Mr. Smith.
"Apakah sakit?" tanyanya sembari memberikan salep pada luka tersebut yang dijawab dengan anggukan kepala dan kecil dari oleh Marissa.
Wajah Marisa benar-benar bengkak kedua sudut bibirnya terluka dan pipinya lembam dengan bekas merah. Matanya juga sembab, karena kebanyakan menangis. Wajah cantik yang dilihat oleh Crypton tadi pagi, sudah berubah menjadi wajah yang dipenuhi oleh lebam.
"Lebih baik bersama aku atau bersama pria tua itu?
"Huh?"mata bulat Marissa menatap Crypton dengan tetapan bingung.
"Kami sama-sama orang yang memilikimu, Apa kau lebih ingin bersama pria itu atau bersamaku?" Crypton kembali mengulang pertanyaannya dengan pertanyaan yang lebih jelas.
"Tidak ada." jawab Marissa
"Tidak ada? apakah kau ingin aku berikan pada pria lain?"
"Makanya jawab pertanyaanku, Kau lebih suka bersama siapa?aku, pria tua itu, atau aku akan memberikanmu kepadaku yang lain?"
"Aku ingin bebas, Aku ingin seperti dulu." jawab Marisa dia tidak ingin dimiliki oleh siapapun.
"CK! opsi yang aku berikan hanya tiga. Kau ingin bersama ku, atau pria tua itu? atau pria lain? Crypton mengulang pertanyaannya untuk yang sekian kalinya.
"Aku hanya ingin bersamamu, Jika kamu memberikanku kepada pria lain, intinya aku tetap sama. Jika aku bersamamu setidaknya keluargamu memperlakukanku dengan sangat baik." jawab Marissa. Walaupun sikap Crypton yang sangat kejam, tetapi keluarga Crypton sangat baik kepadanya. Dan dia juga dibebaskan untuk berkomunikasi dengan orang tuanya. Jika bersama pria lain, belum tentu pria itu membebaskan seperti saat ini.
"CK! mata Crypton beralih pada bawah bahu Marissa yang terdapat bekas gigitan yang dilakukan oleh pria tua tadi kepadanya.
"Selain ini,apalagi yang dia sentuh? tanya Crypton kembali membawa pandangannya pada wajah mereka, yang di bawah oleh mereka dan menyentuh bibirnya.
"Kau menikmati ciuman dengannya?"
__ADS_1
Marissa menggelengkan kepala.
"Kalau cuman bersamaku. Apakah kau menikmatinya?"
pikiran Marissa langsung tertuju pada kejadian di mobil kemarin. Bohong jika mengatakan tidak menikmatinya. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan. Tetapi wajahnya memerah sudah lebih dari sebuah jawaban.
"Kau menikmati bercumbu bersamaku?
terdiam kemudian menggelengkan kepala dengan wajah yang semakin memerah
"Baiklah, selain ini apalagi yang sakit?" tanya Crypton yang dia maksud adalah bahu Marissa.
"Tidak ada." jawab Marissa. aku tadi sangat ketakutan. Aku kira kamu benar-benar meninggalkanku bersama bapak tua itu." cicit Marissa.
Sebenarnya bisa jadi saja. Tapi setelah aku pikir-pikir tidak ada gunanya juga meninggalkanmu di sana. Aku menggunakan kamu hanya untuk mengenal dirinya. semuanya sudah terencana. Jika saja kau tidak memberontak, kau tidak akan terluka seperti ini." ucap Crypton panjang lebar
"Semuanya memang sudah dia rencanakan. niatnya bukanlah untuk bekerjasama dengan pria tua itu. Tetapi dia ingin mengambil kekuasaan yang dimiliki oleh pria tua itu. Bukan tanpa sebab juga dia mengambilnya Tetapi pria tua itu sudah berani mengatakan berbagai misi yang ada di Istanbul.
Dia sengaja menggunakan Marissa untuk pengalihan. Dan dengan dia memberikan Marissa kepada pria tua itu, maka kepercayaan pria tua itu akan semakin bertambah kepadanya. Dan penandatanganan berdarah yang mereka lakukan tadi, secara tidak sadar pria tua itu sudah setuju kekuasaannya akan dilanjutkan oleh Crypton ketika pria tua itu kenapa kenapa.
Yang dikatakan pekerjaan oleh pria tua tadi, dia tidak bisa menyentuh Marissa. Setelah kepergian Crypton. Itu merupakan rencana Crypton. Crypton sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang. Sehingga pria tua itu hanya bisa bertemu Marissa lagi di malam hari.
Sedangkan di malam hari, adalah waktu Crypton dan Kia melakukan misi mereka, untuk membunuh pria tua itu, Sekaligus mengambil Marissa kembali.
Tamparan yang dilakukan oleh Crypton tadi kepada Marissa, juga tidak sepenuhnya menggunakan tenaga. Walaupun akan tetap membekas pada pipi Marissa. Tetapi tamparan itu sudah sangat lembut menurutnya. Jika dia benar-benar melayangkan pada Marissa, sudah dipastikan bahwa Marissa akan pingsan detik itu juga.
Sedangkan di tempat lain, Aska tampak terus meratapi nasibnya yang sudah kehilangan kedua orang tuanya dan juga sang kakak. Nyonya Monalisa dan Tuan Brugman saat ini sangat tidak tega melihat kondisi Aska.
Ia benar-benar tidak mau berbicara kepada siapapun. Bahkan untuk makan dan minum saja, Nyonya Monalisa kesulitan untuk memberikan Aska. Padahal sudah beberapa hari berlalu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"