
Sementara Karina seolah tidak peduli. Yang ia rasakan sekarang, sudah sangat lemas air minum tidak ada mereka dapatkan. "Aku haus dan lapar. Di mana ada makanan?" gumamnya dalam hati sambil terus menelisik tepi pantai. Sambil mencoba menangkap ikan disana tapi ia sama sekali tidak berhasil dan tidak menemukan air tawar disana.
Hingga tiba saatnya Abimanyu datang dengan beberapa sisir pisang dan juga air minum yang ia dapatkan dari tengah hutan. Dengan menggunakan bambu, Abimayu membawa air minum untuk Karina.
Yang mana di tengah hutan ada Mata air Yang jernih yang layak diminum.
"Kau ternyata mendapatkan makanan ini. syukurlah akhirnya kita bisa makan dan minum." ucap Karina sambil menatap Abimanyu dengan tatapan penuh cinta. Dan mereka berdua menyantap beberapa buah pisang dan meminum air yang ada di dalam bambu.
"Apa kau tidak berteriak saat helikopter melintas dari daerah ini?" tanya Abimayu kepada Karina.
"Tidak ada helikopter yang melintas di sini. Tidak mungkin aku tidak berteriak jika aku mendengar helikopter lewat dari sini." ucap Karina.
"Tidak mungkin, kau tidak mendengar kalau beberapa menit yang lalu helikopter melintas dari sini. Mungkin saja mereka mencari keberadaan kita, karena Noah dan teman-teman kamu yang ada di kapal pesiar, Setelah tiba di curs mungkin mereka sudah menghubungi ayah dan kakak kamu." ucap Abimanyu.
Terlihat Karina berpikir sejenak. Ia pun merasa bingung bagaimana caranya mereka bisa pergi dari pulau terpencil itu. Yang ternyata sekoci yang membawa mereka ke pulau itu pun, ternyata sudah hanyut terbawa arus.
****
Dengarkan apa kata tante. Jika kau masih ingin bermain-main dengan pekerjaanmu itu, maka carilah wanita yang sama-sama mau denganmu. Jangan memaksakan keinginan yang ada di dalam celanamu ini." ucap Nyonya Vania membawa tangan Crypton dan meremas cukup kuat sesuatu yang ada di dalam celana Crypton. Hingga Crypton berteriak dengan kelakuan Sang Tante.
__ADS_1
Setelah cukup lama seorang Crypton membujuk dan melakukan segala cara untuk sang tante, akhirnya dia diizinkan untuk menemui Marissa.
Di sinilah dia saat ini, berada di depan kamar yang ditempati oleh Marissa. Dia dengan perlahan membuka pintu yang bercat putih itu, dan memasuki kamar tersebut. Terlihat Marissa yang tertidur dengan sangat pulas, bersama Rika adik Gerry.
Crypton membekap mulut Rika dan menurunkan wanita itu secara perlahan Dari ranjang yang ditempati oleh Marissa. "Ssst, diam lah! kau bisa membangunkannya ketika adik sepupu itu akan memberontak.
"Kenapa kau di sini? Mami dan Papi tidak mengizinkanmu untuk bertemu dia. ucap Rika ketika mulutnya sudah terbebas dari tangan Crypton.
"Aku sudah berbicara dengan tante dan om. sekarang Tolong keluarlah dari sini. Crypton menggendong adik sepupunya itu dan membawa keluar, setelah itu dia mengunci pintu kamar tersebut dari dalam.
Dia mendekati Marissa dan menatap wajah damai Marisa yang sedang tertidur itu. Kondisi Gadis itu sudah jauh lebih baik daripada tadi pagi. Ketika dia meninggalkan Gadis itu, namun Walaupun demikian gadis itu masih terlihat menyedihkan. Karena tanda merah yang ada di leher gadis itu, masih memerah sampai saat ini. Dan bibir Gadis itu, masih terluka. Juga terdapat luka pada bagian lain yang tidak perlu dijelaskan.
Dia melemparkan handuk itu pada sofa yang ada di kamar itu. Kemudian menempati ranjang yang sama dengan Marissa dan menarik tubuh merasa ke dalam pelukannya. Dia tahu Gadis itu akan histeris melihatnya besok pagi. Tapi Siapa yang peduli akan hal itu.
Tidur Marissa terasa sangat nyenyak. Dia mendustakan hidupnya pada leher Crypton dan memeluk leher itu dengan cukup erat, dia melakukan itu di luar kesadarannya. Sedangkan Crypton juga semakin memeluk tubuh Marissa. Bahkan kakinya melilit tubuh Gadis itu bagaikan sebuah guling.
Setelah cukup lama dalam posisi yang seperti itu, terjadi pergerakan yang dilakukan Marissa dengan perlahan Ia membuka matanya. Dia melihat leher seorang, dan mencium aroma seseorang yang tidak asing di hidungnya. Aroma tubuh orang itu mahal, namun kesadarannya belum sepenuhnya menguasainya. Dan ia pun kembali menutup Mata, tetapi detik berikutnya dia kembali membuka matanya dengan lebar dan langsung mendudukkan tubuhnya.
Wajahnya seketika berubah menjadi pucat. Badannya pun bergetar karena ketakutan. Tetapi tangan pria itu, kembali menarik dan membawanya ke dalam pelukan pria tersebut.
__ADS_1
"Ssst ! biarkan seperti ini dulu. Aku masih mengantuk." ucap pria tersebut dengan suara serak khas baru bangun tidur. Dia memeluk tubuh Marissa cukup erat. Sehingga mereka tidak terlalu bisa memberontak.
"Pergi! Aku tidak mau, pergi!
"Ssst... tenanglah, Aku tidak akan menyakitimu." ucap Crypton berusaha menenangkan Marissa. Tetapi gadis itu tetap saja ketakutan padanya.
Aku hanya minta waktu 5 menit, aku sangat lelah aku tidak berdaya. Aku rasa aku akan mati." ucap Crypton dengan segala dramanya. Tetapi itu sama sekali tidak pada efek bagi Marissa Marissa tetap saja memberontak dan ketakutan kepadanya.
"Tidak mau, lepaskan aku!
Crypton membuka matanya dan membela nafas, kemudian menatap Marissa dengan tatapan tajam.
" Okey terserah kau saja. Tapi jika kau mendengar kabar kematian orang tuamu hari ini,jangan salahkan aku. Setelah mengatakan hal itu, ia pun beranjak dan turun. Tetapi Marissa dengan cepat menahan tangannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1