Perjuangan Cinta Abimayu

Perjuangan Cinta Abimayu
BAB 16. GERRI _PCA


__ADS_3

Pada siang harinya kondisi Marissa sudah jauh lebih baik. Walaupun tidak bisa dikatakan baik,kejadian semalam meninggalkan trauma untuknya. Dan kejadian itu masih berputar jelas di benaknya.


"Bagaimana perasaanmu saat ini?


"Entahlah." jawab Marissa dengan suara lemah.


"Apakah kau ingin jalan-jalan keluar?"


Marissa terlihat sedang berpikir kemudian mengalihkan pandangannya kepada Bian. "Apakah dia ada di luar?dia yang ia maksud adalah Crypton.


"Tidak, dia ada kerjaan bersama Kia. Paling pulangnya malam." jawab Bian kemudian ia membantu Marissa dan membawa Marissa keluar dari kamar itu menggunakan kursi roda.


Mereka menonton di ruang tengah, hingga seorang pria yang belum pernah di lihat oleh Marissa menghampiri mereka.


"Dia Siapa? tanya pria itu kepada Bian dengan pandangan matanya menatap Marissa.


"Wanita Crypton." jawab Bian


pria itu sedikit terkejut dengan jawaban Bian itu. Karena sebelumnya, belum ada wanita yang dibawa tinggal di mansionnya oleh Crypton. Kecuali seorang wanita yang sudah sangat lama menghilang tanpa kabar. selebihnya wanita yang dibawa oleh Crypton hanya diperbolehkan berada selama satu malam.


"Dia kesambet setan apa? lalu wanita ini kenapa...? Jangan katakan... pria itu mengurungkan ucapannya.


"Ya seperti itulah. Dia sudah gila." jawab Bian


pria itu adalah Gerry merupakan adik sepupu Crypton. "Aku rasa bukan hal yang aneh dia melakukan itu, yang aneh menurutku adalah Kenapa dia membawa wanita ini tinggal di sini. Apakah dia tertarik dengan wanita ini?


"Entahlah, dia membawa Marissa satu minggu yang lalu. Bian menceritakan ketika Crypton pertama kali membawa Marissa ke mansion itu, dan dia juga menceritakan bahwa Marisa adalah gadis jaminan yang dibawa paksa oleh Crypton atas hutang orang tua Marissa.


"Iya seperti itulah, Tapi anehnya kadang dia baik kepada gadis ini. Bahkan dia membelikan permata yang sangat mahal, untuk gadis ini di pelelangan. Tapi setelah itu dia menyiksanya karena di pesta pelelangan itu ada yang menyentuhnya." jelas Bian.

__ADS_1


"Menarik!" Gerry mendekati Marissa. "Perkenalkan namaku Gerry, adik sepupu Crypton." ucapnya sembari menyodorkan tangannya kepada Marissa.


Marissa menatap tangan itu. Kemudian mengalihkan pandangannya kepada Bian.


"Tenang saja, dia orang yang baik." ucap Bian kepada Marisa.


Setelah itu barulah Marisa membalas jabatan tangan Gerry.


"Marissa!" ucapnya memperkenalkan diri.


"Mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku dimension keluargaku. Kau akan jauh dari Crypton. "Apa kau mau?" tanya gerry yang dibalas anggukan cepat oleh Marissa.


"Bagaimana caranya?" tanya Bian atas pernyataan Gerry itu. Tetapi Gerry menampilkan senyuman dan mengeluarkan ponselnya.


Dari benda pipih itu, dia menghubungi Crypton hingga terdengar suara Crypton dari benda tersebut."Apakah ucapanmu beberapa hari yang lalu masih berlaku, aku boleh meminta apapun kepadamu?


"Hummm." gumam Crypton dari seberang sana.


"Okey, Ayo kita pergi sekarang." ucapnya setelah mengantongi kembali ponselnya.


"Kau gila! nanti aku yang akan di amuk Crypton!


"Tidak apa-apa, aku akan mengurusnya sendiri nanti, akan aku katakan kepada om dan tante, dan juga kepada ayah dan ibuku . dia tidak akan bisa berbuat apa-apa jika berurusan dengan tante dan om." jelas Gerri.


Bian menghela nafas menganggukkan kepalanya. "Baiklah, segeralah bawa dia. Aku akan mengambilkan obat-obatnya terlebih dahulu." Bian langsung menuju ke arah kamar Marissa. Sedangkan Gerry mengangkat tubuh Marissa dan membawanya keluar dari mansion itu.


"Alasan Marisa langsung mengiyakan ajakan Gerry. Karena dia benar-benar ketakutan kepada Crypton. Baginya Crypton adalah pria iblis dan dia sangat ingin menjauh dari pria tersebut.


"Ini obatnya, untuk sementara dia belum bisa terlalu bergerak. Tolong rawat dia, Bian memberikan obat Marissa kepada Gerry Walaupun dia akan diamuk oleh Crypton nantinya. Tetapi dia tetap bersyukur Gerri datang untuk membawa Marisa menjauh dari pria gila itu. Setidaknya untuk kesehatan mental Marissa yang mengalami trauma berat, atas perlakuan orang yang menjadi bos sekaligus sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, aku pergi dulu." pamit Gerry kemudian dia melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik Kakak sepupunya itu.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Sinar mentari menelisik mata Karina di dalam sekoci yang sudah menjauh dari kapal pesiar yang mereka tumpangi sebelumnya. Karena sekoci itu terlepas dari kapal akibat tali yang menyatukan sekoci itu dengan kapal tersebut terlepas.


"Aaaaa.....!!!! teriak Karina Saat dia terbangun dan berdiri melihat kalau mereka berada di tengah lautan tidak ada kelihatan sama sekali daratan sedikitpun.


Hal itu membuat Abimanyu terhenyak lalu Abimanyu pun terbangun dari tidurnya


"Aaaaa....!!!! Abimanyu tidak kalah terkejutnya dari Karina. Membuat keduanya pun saling menyalahkan


"Semua ini karena kamu! mengapa kita bisa terpisah dari teman-teman kita! kau yang membuat ini semua!!! ucap Abimanyu kepada Karina.


"Kenapa kau jadi menyalahkan aku? semua ini karena kau. Karena kau terlalu ganjen sama wanita wanita itu. Kau sengaja dekat-dekat dengan wanita-wanita itu. Kau tebar pesona kepada mereka. Kau sama sekali tidak peduli kepadaku." ucap Karina mengalahkan Abimanyu.


Abimanyu menggelengkan kepalanya. "Kau benar-benar tidak wanita gila." ucap Abimanyu sambil langsung mengayuh sekoci itu,mencoba mencari daratan atau pulau terkecil yang terdekat kepada mereka.


Berjam-jam Abimayu mencoba mencari daratan, hingga akhirnya ia melihat pulau kecil yang letaknya sekitar 20 mil dari lokasi mereka saat ini.


"Wow itu ada Pulau, kita akan hidup di sana berdua ." ucap Karina kegirangan bahkan dia bersorak dengan bahagia merasa tidak akan ada yang menggangu mereka merajut cinta. Ketika mereka sudah berada di tepi pantai. Sebelum Abimanyu tiba di pantai,t Karina sudah terlebih dahulu melompat keluar dan berjingkrak kegirangan.


Karena dirinya sangat bahagia dapat berdua dengan lelaki yang sangat ia cintai, di Pulau terpencil seperti ini. Apalagi lokasinya terlihat sangat indah dan menyejukkan mata.


"Wow....indah sekali, kita akan bisa hidup berdua di sini tanpa gangguan siapapun, tanpa gangguan wanita-wanita yang ingin sekali merebutmu dariku." ucap Karina kepada Abimanyu. Abimanyu hanya terdiam. dia bingung bagaimana mereka keluar dari sana.


Di saat Karina bersorak kegirangan berbeda dengan Abimanyu yang terlihat sangat gelisah. Dan menatap Karina dengan tatapan kesal. "Kau memang gila! kau mau hidup dengan apa disini hah!!!! kesal Abimayu yang melihat Karina kegirangan.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2