
Marissa terbangun dari tidurnya, di dalam dekapan hangat Crypton pikirannya seketika melayang dengan kejadian semalam. Dia dengan cepat mendudukkan tubuhnya dan melihat pakaiannya yang masih utuh.
Kemudian dia mengalihkan pandangan karena sofa tempat pergumulan panas Crypton dengan seorang wanita yang dia lihat semalam. Tetapi anehnya sofa itu terlihat sangat rapi dan tidak ada kekacauan sama sekali.
Keningnya mengerut memikirkan kejadian semalam. Apakah dia benar-benar melihat hal itu atau hanya sekedar mimpi?
"Ada apa dengan ekspresimu?
"Suara serak Crypton mengembalikan kesadarannya dia membawa pandangannya kepada pria yang sudah duduk di dekatnya itu. Dan meneliti tubuh pria itu dengan sorot mata bingung.
"Ada apa? tanya Crypton melihat kebingungan Marissa.
"Apakah semalam ada orang ke sini?" Marissa menatap dalam mata Crypton seakan dia membutuhkan jawaban dari pria itu sesegera mungkin.
"Apa maksudmu? memangnya siapa yang ke sini?" Crypton bertanya balik raut wajahnya tidak kalah bingung dari Marissa.
"Jadi tidak ada orang yang berkunjung ke kamar ini malam tadi?"
"Tidak. memangnya siapa yang berkunjung?" tanya Crypton.
"Aaaaa... Jadi semalam itu hanya mimpi? Marissa menenggelamkan wajahnya pada bantal. Sungguh Dia sangat malu dengan mimpi yang dialami. Tetapi mimpi itu terasa sangat nyata.
"Kau mimpikan apa?" tanya Crypton dengan wajah semakin bingung. Tetapi Marisa menggelengkan kepalanya dan posisinya wajahnya yang masih dia benamkan pada bantal. Wajahnya saat ini sedang seperti kepiting rebus, dia merasa seperti seorang wanita yang cabul.
"Kau memimpikan apa?" tanya Crypton kembali menarik bantal yang dipegang oleh Marissa dan melihat wajah Marissa yang sangat merah.
Marisa menggelengkan kepala. Tetapi Crypton merasa semakin curiga.
"Apakah kau bermimpi sedang bercinta denganku?" tanya Crypton dengan pertanyaan yang hampir benar tetapi sedikit meleset.
__ADS_1
Mata Marissa melotot kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak mungkin, tidak wajahmu merah seperti itu. Pasti kau bermimpi cabul tentangku."
"Tidak." jawab Marissa dengan cepat
"Lalu apa kamu mimpi bercinta dengan pria lain?"
"Bukan, Aku mimpi kamu bercinta dengan wanita lain dan kalian bercinta di sana, menunjuk sofa yang ada di dalam kamar itu.
"Seperti apa gayaku bercinta dengan wanita itu? Bagaimana jika kita mempraktekkannya?
mata Marissa ketika melebar, mendengar ucapan Crypton. Kemudian dia menggeleng cepat. "Tidak, aku tidak mau." ujarnya setelah itu dia turun dari ranjang dan berlari memasuki kamar mandi.
Dia mengunci pintu kamar mandi dari dalam. kemudian duduk menyandar pada pintu kamar mandi, sembari merutuki dirinya sendiri, karena sudah bermimpi yang tidak-tidak. Namun mimpi itu terasa sangat nyata dan bahkan rasa itu masih terasa pada tubuhnya.
"Arghh!!!! kamu gila Marissa! Marissa merutuki dirinya sendiri.
Berdiri dengan cepat, kemudian menuju shower dia perlu air dingin untuk membalikan ketenangan otaknya, dan juga untuk membersihkan otaknya dari pikiran-pikiran kotor.
"Cukup lama dia berada di dalam kamar mandi, dia baru menyadari sebuah masalah dia menimpanya. Dia tidak menemukan bathrube ataupun handuk di dalam kamar mandi itu. Dan piyama yang digunakan tadi sudah basah karena dia mengguyur tubuhnya masih dalam menggunakan piyama itu. sehingga satu ini Dia tidak ada pilihan lain.
Dia sedikit membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya untuk melihat Crypton
"Master!!!! panggilnya kepada Crypton yang sedang sibuk dengan tabletnya. Tetapi pria itu masih tetap membawa pandangan kepadanya.
"Bisakah ambilkan handuk atau Bathrobe? aku lupa membawanya." pinta Marisa dengan ragu-ragu.
Ajaib, Crypton langsung menuruti perintah Marissa mengambil Bathrobe kemudian membawa ke arah Marissa.
__ADS_1
"Terima kasih Master." ucap Marissa mengambil Buthrobe itu ketika dia kembali menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba pintu itu dibuka oleh Crypton.
Crypton mendorong Marissa ke dalam kamar mandi dan langsung menyumpal bibir Marisa dengan bibirnya. Sedangkan sebelah lututnya diangkat dan ia tempelkan pada bagian tengah Marissa dengan gerakan kecil.
Sementara di tempat lain, Gerry dan Noah sudah merencanakan konser besar-besaran untuk Abimanyu. Setelah mereka mengadakan pertemuan dengan Abimanyu dan juga Karina.
Gerry tidak ingin memisahkan Karina dari lelaki yang sangat ia cintai. Karena baru kali ini Karina meminta bantuan dari Gerry dan Noah juga bekerja keras dalam berlangsungnya acara konser Abimanyu yang akan dilaksanakan tiga minggu kedepan.
Spanduk dan tiket konser juga sudah dicetak. berharap tiket konser itu laku terjual hingga mereka memiliki keuntungan yang sangat besar. Dan Abimanyu mampu memberikan mahar permintaan Tuan Gonzales.
Entah memang sudah rencana Tuan Gonzales yang sengaja memisahkan Karina dengan Abimanyu, yang pasti hingga saat ini Karina dan Abimanyu begitu juga Gerry dan Noah dibantu dengan Rio mereka sama-sama saling bahu membahu untuk membuat konser besar-besaran di salah satu ibukota negara.
"Aku yakin dan percaya konser ini akan berjalan dengan lancar, asalkan tidak ada yang berniat jahat kepada kita semua." ucap Noah kepada Gerry dan juga Abimanyu tampak Karina begitu bahagia mendapat dukungan yang sangat besar daripada teman-temannya.
Sementara salah satu komisaris polisi menemui Tuan Gonzales mengatakan kalau salah seorang jenderal bintang empat telah mengetahui apa yang mereka kerjakan saat ini. Sang jenderal berinisiatif untuk membersihkan kota dari kawanan kawanan mafia yang ingin menguntungkan dirinya sendiri, membuat Tuan Gonzales dan komisaris yang selama ini bekerja dengannya sedikit kewalahan.
Obat-obat terlarang yang diselundupkan selama ini tidak luput dari pantauan dari Sang jenderal. selama ini Sang jenderal masih ingin mengumpulkan bukti-bukti yang dilakukan oleh bawahannya.
Bawahannya menjalin hubungan kerjasama dengan kawanan mafia, termasuk seperti Tuan Gonzales Tuan Barack dan juga Crypton untuk memuluskan rencana mereka mereka sengaja melakukan pendekatan salah satu instansi pemerintahan.
"Katakan ada apa kau memintaku menemuimu di sini?" tanya Tuan Gonzales kepada anak buah Tuan Barack dan juga anak buahnya, yang tampak gelisah berdiri di sana. "Seorang jendral bintang empat sudah mengetahui bisnis kita, dan sepertinya dia sudah mengetahui kalau kita melakukan pendekatan dengan para bawahannya.
"Dan sekarang sang jendral ingin menghantarkan bisnis yang kita jalankan selama ini. Aku tidak ingin ini terjadi. Katakan apa yang harus kita lakukan?
"Kamu tenang saja, buat perjanjian bertemu dengan sang jendral. Lalu kita akan eksekusi siapa yang menjadi penghambat berjalannya bisnis kita." ucap Tuan Gonzales kepada Tuan Barack.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"