Perjuangan Cinta Abimayu

Perjuangan Cinta Abimayu
BAB 30. Mr. SMITH


__ADS_3

Sementara di tempat lain, di sebuah kamar hotel tepatnya London. Crypton meminta kepada Marissa untuk segera mempersiapkan diri mengikuti dirinya bertemu dengan calon rekan bisnisnya.


Setelah selesai sarapan, barulah mereka meninggalkan hotel yang mereka tempati dengan Kia, yang menyetir mobil sedangkan Marissa dan Crypton duduk di kursi belakang.


Crypton sama sekali belum mengetahui masalah yang dihadapi oleh Tuan Barack. Dia juga tidak mengetahui betapa sedihnya saat ini adiknya Karina. Yang ia inginkan saat ini hanyalah agar bisnisnya berjalan dengan lancar. Dia mampu melakukan apapun Hanya untuk melancarkan bisnis ilegal yang selama ini ia jalani.


"Kau sudah mengatakan kepadanya bahwa kita akan datang hari ini.


"Sudah, aku sudah mengurus semuanya." jawab Kia


Mobil yang dikendarai oleh Kia membawa mereka ke jalan yang sepi yang terpisah dengan jalan raya di kota itu. Hal itu membuat mereka bingung dan mengalihkan tatapannya kepada Crypton meminta penjelasan dari pria itu. Namun sepertinya pria yang memiliki wajah dingin itu enggan untuk memberikan jawaban kepadanya.


Mobil mereka semakin menelusuri jalanan yang cukup sepi. Tetapi anehnya Marissa melihat sebuah bangunan yang terlihat seperti sebuah mansion mewah di jalanan yang sepi itu, dan mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan rumah itu memiliki penjagaan yang sangat ketat.


"Ayo keluarlah! ajak Crypton kepada gadis yang memakai jumpsuit cream itu yang langsung diikuti oleh gadis tersebut. Kemudian mereka bertiga berjalan beriringan ke arah rumah tersebut.


"Kami tak mau Mr. Smith. Kia memperlihatkan kartu identitasnya kepada penjaga itu.


"Keluarkan semua senjata kalian!" perintah penjaga itu yang langsung dituruti oleh Kia dan Crypton mereka memberikan pistol yang mereka bawa kemana-mana kepada penjaga itu. Setelah itu barulah mereka diizinkan untuk memasuki mension mewah itu.


Mereka dibawa ke sebuah ruangan yang terdapat Seorang Pria tua, yang berusia sekitar 65 tahun di sana. Walaupun pria itu terlihat sudah berumur. Tetapi sepertinya pria itu masih memiliki kekuatan dan kekuasaan yang cukup tinggi. Dan hal itu terlihat dari peralatannya.


"Hello Crypton..." senang bertemu dengan anak muda yang sudah sangat sukses sepertimu. Pria tua itu menjabat tangan Crypton yang dibalas dengan sebuah tetapan oleh Crypton. Wajahnya terlihat bersahabat tetapi sebenarnya hanya topeng.


"Senang juga bertemu orang yang sudah lama sangat sukses seperti diri Anda Mr. Smith jawab Crypton.

__ADS_1


Mata pria itu mengarah kepada Marissa dan meneliti setiap jengkal tubuh Marissa dengan tetapan mesum. Hal itu membuat mereka tidak nyaman.


"Siapa wanita ini?" apakah wanitamu kau sama sekali tidak takut membawa wanitamu dalam pekerjaanmu? aku lihat dia sangat lugu dan sepertinya bukan berasal dari dunia yang sama dengan kita." ujar pria itu.


"Ya kamu benar, matamu ternyata sangat jelek Mr. Smith, dia wanitaku untuk sekarang ini. Tentu aku tidak takut, dia hanya untuk kesenanganku bukan istriku. Apakah kau tertarik dengannya? Aku akan meminjamkannya kepadamu untuk beberapa malam, jika kau tertarik."


Deg!!


Marissa seketika melotot dengan pelupuk mata linangan air mata. Hatinya seketika hancur berkeping berkeping mendengar ucapan Crypton itu dan wajahnya seketika ketakutan.


"Benarkah? Berapa harga yang kau inginkan untuk wanita ini?"


Crypton terkekeh kecil, dengan wajah yang terlihat sangat bersahabat. Anda tidak perlu membayar, Aku memberikanmu cuma-cuma sebagai bentuk kerjasama kita. Dia akan memuaskan mu di ranjang.


Marissa memberontak. Tetapi dia mencekal pergelangan tangan Marissa dan cukup kuat sekarang. Mr. Smith ini akan menjadi tuanmu. bersikaplah baik kepadanya. Jika kau tidak ingin kepalamu dilubangi dengan sebuah peluru olehnya." ujar Crypton. Dia mengelus pipi Marissa kemudian menjauh dari Marissa.


Ketakutan terlihat sangat jelas di mata Marissa. Wajahnya pucat, dia menggelengkan kepala. Ia menatap Crypton tetapi Crypton tidak mempedulikannya Kia juga mengarahkan pandangannya kepada dia. Tetapi pria itu juga sama seperti Crypton mereka tidak mempedulikan Marissa hingga sebuah taman berada pada pinggang mereka.


"Aku tidak mau lepaskan tanganmu dariku mereka menyingkirkan tangan pria tua itu, dari pinggangnya."


Plak!!!!


Sebuah tamparan yang begitu nyaring langsung melayang pada pipi Marissa, dan itu dilakukan oleh Crypton. " Perhatikan sikapmu." ujar Crypton dengan wajah yang terlihat menakutkan dan melayangkan tatapan tajam kepada Marissa.


Marissa menyentuh pipinya yang sangat panas akibat tamparan yang dilakukan oleh Crypton. Air matanya yang tadinya berlinang pada pelupuk matanya sekarang sudah jatuh membasahi pipinya dia menangis dalam diam dengan bahu yang bergetar.

__ADS_1


Dia mengalihkan pandangan ke arah lain, sembari menghapus air matanya yang tidak bisa berhenti itu. Sehingga dia kembali merasakan sebuah taman yang bertengkar pada pinggangnya.


"Tidak perlu memarahinya. Aku sudah terbiasa dengan gadis lugu seperti ini. Dia memang akan memberontak di awal dan hal itu yang menjadi sebuah kesenangan. Aku memang lebih suka melakukan dengan wanita yang memberikan perlawanan." ujar pria tua itu dan menjelaskan kepada Crypton serta mempersilahkan merak untuk duduk. sedangkan tangan yang menarik pinggang merasa membawa ke arah kursinya dan mendudukkan Marissa di atas pahanya.


Karena sebuah tamparan cukup kuat yang dilakukan oleh Crypton kepadanya, membuatnya tidak berani lagi untuk memberontak.


"Kau merusak pipi cantiknya. Pria tua itu mengelus pipi Marissa yang terdapat bekas lima jari. Karena tanpa apa yang dilakukan oleh Crypton tadi, dan pria tua itu memberikan kecupan pada bekas tamparan itu.


Marissa meremas dengan kuat pahanya. dengan gigi yang mengatup kuat tubuhnya. Bergetar dengan air mata yang berlinang pada kelopak matanya. Dan detik berikutnya air mata itu jatuh pada pipinya yang sudah basah. Dengan air mata sebelumnya dan suara isakan lolos dari bibirnya dengan tubuh yang bergetar.


"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu. pria tua itu menghapus air mata Marissa menarik dagu Marissa, dan mendekatkan bibirnya pada bibir Marissa."


"Ekhm, bisakah kita lanjutkan kerjasama kita terlebih dahulu Mr. Smith, anda tentu memiliki banyak waktu untuk menikmati tubuhnya." ujar Crypton menghentikan niat pria tua itu yang akan mengecup bibir Marissa.


Crypton sudah mengetahui kalau Marissa merupakan sahabat Karina tapi Crypton masih saja menyakiti hati Marissa dan bahkan memanfaatkan Marissa untuk kelancaran bisnis ilegal yang ia jalankan. mungkin jika Karina mengetahui rencana kakaknya yang memanfaatkan karina, Karina pasti akan sangat marah besar.


"Tapi entah mengapa Marissa sangat takut memberitahu hal yang ia alami selama ini kepada Karina. Bahkan selama Marissa tinggal di rumah Tante Vania. Dia juga tidak mengetahuinya. Karena selama ini Karina tinggal di mansion pribadi milik Tuan Gonzales. Mereka saat ini miskomunikasi. Apalagi setelah kejadian yang menimpa Marissa dan kejadian yang menimpa Karina membuat keduanya jarang sekali berkomunikasi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"

__ADS_1


__ADS_2