
Crypton meminta kepada Mr. Smith agar segera menyelesaikan kontrak kerjasama mereka.
"Tentu kita akan menyelesaikannya dengan cepat, aku sudah tidak sabar." ujar pria tua itu dan memerintahkan anak buahnya, memberikan berkas kepada Crypton dan Kia.
Crypton dan Kia dengan teliti membaca berkas tersebut. "Sekitar 55% bisnis gelap di negara ini adalah wilayah kekuasaanku. Aku memegang penting wilayah ini, sedangkan kau juga pemegang penting juga di wilayah California. Jika kita melakukan kerjasama itu akan memberikan keuntungan yang sangat besar Aku sudah lama menantikan kerjasama ini ucap pria tua itu yang dibalas dengan sebuah senyuman oleh Crypton.
"Yap..,keuntungan yang sangat besar bagi kita. Senang menjalin kerjasama dengan Mr switch Crypton sembari mengalihkan pandangannya kepada pria tua itu. Tetapi dengan sudut matanya, dia menyesap yang terlihat sangat terluka dan ketakutan. Tetapi pandangannya itu sama sekali tidak jelas melihat kepada Marissa.
Anak buah dari pria tua itu menghidupkan infocus pada ruangan dan Infocus itu menampilkan aksi perdagangan gelap yang dilakukan oleh orang-orang pria tua yang bernama Mr. Smith itu.
"Itu adalah salah satu cuplikan video transaksi besar-besaran yang pernah kami lakukan, dengan mafia mengeluarkan berton ton obat-obat terlarang ke satu negara, dalam waktu yang sama. Kau tidak perlu khawatir, kerjasama dengan organisasiku." lanjut pria tua itu yang dibalas senyuman oleh Crypton.
"Aku sama sekali tidak khawatir dan aku juga sudah memeriksanya terlebih dahulu. Karena itulah aku sangat yakin untuk bekerja sama dengan mu." jawab Crypton
Mereka melakukan penandatanganan kerjasama mereka. Secara tertulis baik Crypton maupun pria tua itu, juga membutuhkan sedikit darah mereka pada kertas kerjasama itu. Sebagai arti, bahwa mereka sudah terikat dengan kerjasama yang mereka lakukan. Satu berkas Itu disimpan oleh Crypton dan satunya lagi disimpan oleh pria tua itu."
"Kalau begitu, kami permisi dulu. Senang melakukan kerjasama dengan anda." Crypton berdiri dari duduknya dan berjabat tangan dengan pria tua itu. Dia menghampiri Marissa dan mencengkeram dagu Marissa melayani tuanmu dengan benar. Jangan membuatku kecewa. Jadilah anak yang baik." ucapnya kepada Marissa.
Marissa menggelengkan kepala, dengan wajah iba dan air mata yang mengandung deras dari mata indahnya. Dia menggeleng pelan, dengan mata yang memohon supaya Crypton tidak meninggalkannya. Tetapi Crypton tetap menjauh darinya kemudian berlalu dari ruangan itu.
Turun dari para pria tua itu, dan cepat berlari mengejar Crypton dan memeluk erat pinggang Crypton dari belakang sedangkan wajahnya. Ia membenamkan pada punggung lebar Crypton.
"Hik... hik....hik." jangan tinggalkan aku bersama dia. Aku tidak ingin bersama pria tua itu. Hik...hik...hik." jangan tinggalkan aku pinta Marissa.
__ADS_1
dengan suara yang bergetar dan diiringi dengan isak tangis, dia memeluk pinggang Crypton dengan sangat erat. Seakan dia tidak ingin melepaskan pinggang itu.
"Aku mohon, Bawa aku pergi bersamamu. Aku akan melakukan apapun, aku tidak ingin bersama pria itu. Hik....hik....hik" aku mohon Tolong bawa aku pergi." mohon Marissa dengan suara yang memohon.
Crypton melepaskan tautan tangan Marissa yang ada di perutnya dan melepaskan pelukan Gadis itu dari tubuhnya kemudian dia membalikkan badannya melihat wanita itu terlihat sangat memohon dengan air mata yang tidak berhenti keluar dari matanya, Wanita itu memohon kepadanya. Tetapi dia menampilkan ekspresi tidak peduli.
Sementara di tempat lain, tante Vania yang sudah mengetahui apa yang terjadi terhadap Abimanyu kekasih dari Karina. Ia datang menghampiri Karina mencoba untuk menghibur Karina. Tetapi sepertinya lagi-lagi tante Vania gagal. Hal itu membuat Tuan Gonzales semakin kesal melihat putrinya. Ia pun berencana untuk mengirim Karina ke new Zealand, bertemu dengan kerabat mereka di sana.
Tuan Gonzales merasa tidak tega melihat putrinya yang tampak seperti memiliki gairah hidup. Tuan Gonzales ingin berbicara kepada Karina tetapi Karina tidak pernah menjawab Tuan Gonzales. Ia juga tidak mengalihkan pandangannya dari potret milik Abimanyu.
Abimanyu lelaki yang sangat dicintai oleh Karina. Kini sudah tidak ada lagi harapan Karina sirna. Ia sama sekali tidak menyangka kalau lelaki yang sangat ia cintai terlalu cepat untuk meninggalkannya selamanya.
Ia sudah bisa membayangkan betapa menderitanya Aska kelak. Sudah kehilangan kedua orang tuanya, kini Aska harus menelan pil pahit kehilangan kakak nya yang sangat ia sayangi. Abimanyu pergi dengan secara tragis.
Tuan Gonzales menatap lekat putrinya. Ia pun menghubungi kerabat mereka yang ada di new Zealand. "Aku ingin mengirim Karina ke sana, tolong bantu dia untuk melupakan seseorang yang sangat ia cintai. Lelaki itu sudah tiada dan dia sudah mati." ucap Tuan Gonzales di dalam sambungan telepon selulernya kepada Michelle.
"Sebenarnya apa yang terjadi kepada Abimanyu? mengapa dia bisa mati dan jatuh ke lautan?" tanya Tante Vania yang begitu penasaran. ia tidak yakin kalau kecelakaan yang dialami Abimayu itu murni kecelakaan. tante Vania justru curiga kalau itu unsur disengaja.
Tuan Gonzales terdiam, saat adik wanitanya bertanya hal tentang kematian Abimanyu. "Kenapa Kakak diam? apa ini ada hubungannya dengan Tuan Barack? tebak tante Vania.
"Jangan ikut campur Vania, aku juga tidak menginginkan Abimanyu mati jangan menatapku seperti itu. Kamu kira aku pembunuh?" tanya Tuan Gonzales. Tante Vania tersenyum miring. Aku tidak tahu apa yang kalian rencanakan. Tapi yang pasti kau bakalan menyesal telah membunuh Abimanyu." ucap Vania kepada Gonzales.
"Jaga ucapanmu Vania, Aku tidak pernah membunuh Abimanyu.
__ADS_1
"Memang tidak kakak yang membunuhnya Tetapi kalian kerjasama!" Tuan Gonzales menatap tajam kepada Vania, bahwa apa yang diungkapkan oleh Vania benar adanya. tapi sedikit meleset.
"Sudah aku katakan, aku tidak ada hubungannya dengan kematian Abimanyu walaupun aku memang seorang mafia, Tapi tidak untuk membunuh Abimanyu. Karena tidak ada untungnya juga. Vania terdiam dan memilih meninggalkan sang kakak di sana.
****
Aku mohon bawa pergi bersamamu. Aku akan melakukan apapun, aku tidak ingin bersama pria tua itu. Aku mohon Tolong bawa aku pergi dari sini " seru Marissa dengan suara yang memohon."
Crypton melepaskan tautan tangan Marissa yang ada di perutnya dan melepaskan pelukan Gadis itu dari tubuhnya. Kemudian dia membalikkan badannya melihat wanita itu terlihat sangat rapuh, dan air mata yang tidak berhenti keluar dari matanya. Wanita itu memohon kepadanya. Tetapi dia menampilkan ekspresi tidak peduli.
"Jadilah anak baik, jika kau tidak ingin mendengarkan kabar kematian orang tuamu." bisik Crypton dengan wajah datar dan tatapan tajam kepada Marissa.
Gadis itu menggeleng cepat. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku akan melakukan apapun asal aku tidak tinggal di sini." pinta Marissa. Bahkan saat ini, dia sudah berlutut di depan Crypton dengan kedua tangan yang mengatup meminta permohonan.
Crypton mencengkram rahang Marissa dan melayangkan tatapan tajam kepada Gadis itu. "Sekarang aku bukanlah tuanmu. Layani Tuan barumu. Hanya itulah yang dapat Kau lakukan. perintahnya, kemudian berbalik dan meninggalkan Marissa begitu saja.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"
__ADS_1