
Karina sama sekali tidak menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh Abizar kepadanya. Ia sibuk dengan pemikirannya sendiri, hingga Abizar tidak kuasa langsung meraih tubuh Karina Kepelukannya. "Jangan menyiksa dirimu sendiri dengan masa lalu yang begitu tragis.
"Aku yakin masa depanmu akan cerah. Yang Lalu biarlah Berlalu, Jangan pernah kau sesali. Yang hilang pasti tak akan kembali lagi, cobalah membuka hatimu dan jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini." mohon Abizar kepada Karina.
"Aku tidak menyiksa diriku sendiri. Tapi kamu yang menyiksa aku, dengan kehadiranmu di sini, membuat Aku semakin tersiksa. Lebih baik kau tinggalkan tempat ini, jangan pernah kau menampakan batang hidungmu di hadapanku.
"Aku tidak suka itu, karena dengan melihat wajahmu aku pasti semakin tersiksa. Jika kau mau aku tidak tersiksa, maka pergilah dari sini." mohon Karina. Tetapi sepertinya Abizar tidak menyetujui apa keinginan Karina kali ini. Ia langsung kembali memeluk Karina. Aku mohon, apa yang terjadi, mungkin dengan raut wajahku yang seperti ini, kita dapat mencari tahu tentang kematian Abimanyu." ucap Abizar yang mampu membuat Karina terhenyak.
" Maksud kamu apa? aku tidak paham.
seperti yang dikatakan oleh Meti sebelumnya. Sebelum kejadian kecelakaan itu, terjadi Abimanyu akan melangsungkan konser di salah satu stadion yang sudah kalian persiapkan. Jika kita kembali ke California, mungkin kita dapat melakukan konser itu kembali, dengan menampakkan raut wajahku. Jika ada seseorang yang merasa terancam dengan kehadiranku, maka pasti ada terjadi sesuatu kelak Nanti di sana." ucap Abizar yang belum dapat dipahami oleh karina.
"Aku belum paham sama sekali Apa maksudmu. Kau Lebih baik berbicara kakak sepupuku meti, aku belum bisa menelaah maksud kamu." ucap Karina dibalas anggukan dari Abizar.
Abizar pun berniat ingin membicarakan hal itu kepada Meti. Dan Meti menyetujuinya. Bahkan Meti sudah memiliki rencana kalau mereka akan segera berangkat ke California, untuk mengusut tuntas kasus kematian Abimanyu. Tanpa sepengetahuan Karina Meti menghubungi Gerry dan juga Noah. Mereka berencana ingin bertemu di California tempat biasanya mereka nongkrong saat berada di California.
****
Di California, masih di tempat yang sama. Kia baru saja menyelesaikan pekerjaannya dengan wajah babak belur yang sudah diobati oleh anak buahnya. .
Jam pada Tangannya sudah menunjukkan pukul 08.00 malam. Tidak sadar dia sudah cukup lama berada di markas.
Dia keluar dari markas, sembari menggunakan jas kembali, kemudian langsung memasuki mobilnya dan menjalankan dengan kecepatan sedang.
Pertama dalam hidupnya, dia berkelahi dan baku hantam dengan Crypton. Itu dia lakukan supaya sahabat sekaligus Bosnya itu sadar dan membuka mata dengan lebar, supaya tidak terkubur lagi dengan masa lalunya.
Dia menghela nafas dan semakin cepat melajukan mobilnya. Tetapi dia harus mengerem mendadak dari jarak lumayan jauh, ketika melihat seorang wanita dengan busana yang sangat acak-acakan berlari ke tengah jalan.
Wanita itu menggedor-gedor kaca mobilnya, sembari menangis sehingga dia memutuskan untuk keluar dari mobil.
__ADS_1
"Hik...Hik. Hik" tolong tolong bawa saya pergi dari sini, saya mohon Tolong bawa saya pergi dari sini." ujar wanita itu dengan tangannya yang memohon
"Ada apa, bukannya menuruti permintaan wanita itu dia malah bertanya
"Tolong ada.... ada" wanita itu melihat ke arah belakangnya yang terdapat dua orang pria berlari ke arah mereka.
Ketika dua orang pria itu semakin dekat wanita itu, akan kembali berlari tetapi tangannya ditahan oleh Kia.
"Tolong lepaskan saya! Hik...hik.... Hik, lepaskan saya." pinta wanita itu sembari memberontak.
"Tidak, mamangnya mereka siapa?"
"Mereka ingin memperkosaku, tolong lepaskan aku. Pinta wanita itu." berteriak ketakutan karena kedua pria sudah sangat dekat.
"Lepaskan dia! perintah salah satu dari dua pria itu
"Kenapa harus melepaskannya?" Memangnya kalian siapanya? dia membawa pandangan kepada wanita itu. " Memangnya kau ingin ikut dengan mereka?"
"Dia tidak ingin ikut bersama kalian, dan saat ini dia berada di tanganku berarti dia milikku."
"Jangan ikut campur urusan kami!" kedua pria itu bergerak mendekati Kia. Tetapi sebuah peluru terlebih dahulu bersarang pada kaki salah satu pria tersebut.
"Masih menginginkan wanita ini?" aku akan memberikannya. Jika kalian ingin sisa peluru yang ada di dalam pistol ini, bersarang dekat di kepala kalian." ujar Kia dengan tatapan mata yang berubah dingin.
"Kedua pria itu terlihat ketakutan dan langsung meninggalkannya dengan salah satu pria itu, digendong oleh temannya. Karena tembakan Kia tadi.
"Sudah aman, di mana rumahmu? aku akan mengantarmu ke rumahmu. Dia mengalihkan pandangannya kepada wanita yang ada di sampingnya.
"Di sana, tapi aku tidak bisa kembali lagi ke sana. Aku takut, mereka akan kembali lagi." ujar wanita itu bergetar ketakutan
__ADS_1
"Kau tinggal bersama siapa?"
"Aku tinggal sendiri."
"Lalu kau akan kemana?"
Wanita itu menggeleng pelan dan berjongkok. aku tidak tahu akan kemana." ujarnya yang sembari memeluk lututnya.
Menghela nafas. "Baiklah, aku akan memberikanmu apartemen. Kau bisa tinggal di sana, Tenang saja aku akan membayarnya setahun untukmu." ujar Kia dan meminta wanita itu memasuki mobilnya.
Dia menemani wanita itu untuk mengambil barang-barangnya. Kemudian mencarikan apartemen sederhana yang lumayan. Cukup jauh dari tempat tinggal wanita itu sebelumnya.
"Kau bisa tinggal di sini untuk satu tahun kedepan." ujar Kia. Dia beranjak dari apartemen wanita itu, tetapi suara wanita itu menahannya.
"Apakah kamu membutuhkan pegawai? bolehkah aku bekerja di perusahaanmu? Tidak apa-apa jadi cleaning service, yang penting aku ada pekerjaan. Aku benar-benar membutuhkan pekerjaan saat ini." ujar wanita itu dengan tatapan memohon.
Dia yang tadinya akan keluar dari apartemen itu, kembali duduk pada sofa kecil yang ada di apartemen tersebut. Wanita itu pun juga duduk di sampingnya.
Saat ini dia menanyakan identitas wanita itu, dan hubungan dengan kedua pria tadi. Dan entah bagaimana ceritanya, saat ini dia menghabiskan malam panas dengan wanita itu. Dan sebuah hal yang luar biasa bahwa dia mengambil kesucian wanita itu, di hari pertama mereka bertemu.
Pertemuan pertama kali. Kia dengan wanita itu membuat keduanya larut dalam suasana. Dia sama sekali tidak mengetahui siapa sosok wanita yang sedang bersamanya saat ini. Yang pasti jiwa sosialnya yang berbicara sehingga dia membantu wanita itu dari kedua pria yang mengejarnya.
Entah mengapa wanita itu sendiri yang mau menyerahkan dirinya kepada Kia. Entah rencana apa yang direncanakan oleh wanita itu, terhadap Kia yang pasti dia menikmati malam panas bersama wanita yang baru pertama kali bertemu. Sungguh malam yang indah bagai Kia hari ini.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"