Perjuangan Cinta Abimayu

Perjuangan Cinta Abimayu
BAB 43. MALAM PANAS_PCA


__ADS_3

Peluh membanjiri tubuh naked dua insan Kaena malam ini memang malam yang begitu berkesan untuk Kia dan juga Vika. keduanya benar benar larut dalam suasana. Entah mengapa Vika dengan mudahnya mempercayai seorang pria yang baru saja ia kenal. Entahlah apa yang ada di dalam pikiran Vika saat itu.


Tak ada yang tau kepada siapa hati ini berlabuh dan membuat membuat Vika benar benar mengakui kalau dirinya terpesona kepada seorang pria yang tadinya menolong dirinya dari orang yang berniat menodainya.


Hingga malam itu, Kia harus pulang Larut malam, karna dirinya larut dalam keheningan malam bersama dengan wanita yang baru saja ia kenal. Tapi bagaimana mungkin mereka langsung bisa saling jatuh cinta atau percaya hingga wanita yang ia tolong rela memberikan tubuhnya kepada Kia?


Pria itu adalah Kia dengan nafas yang masih memburu, ia menjatuhkan tubuhnya di samping si wanita dan menatap wajah wanita itu yang terlihat kelelahan. Tatapannya turun pada dada si wanita dan semakin turun ke arah bawah.


"Aku tidak menyangka, kau masih suci." ujar Kia kembali mengalihkan pandangan kepada wajah wanita itu.


"Aku juga tidak menyangka akan kehilangan secepat ini. Tapi aku cukup bersyukur karena bukan pria tadi yang pertama." jawab wanita itu juga mengalihkan pandangannya kepada Kia.


"Kenapa kau lebih mempercayakannya kepada aku, daripada kepada orang-orang tadi? intinya akan tetap sama.


Setidaknya aku memberikan kepada orang benar menurut kata hatiku. lagi pula kamu juga sudah menolongku, kamu juga sudah membayarkan apartemen ini selama setahun ke depan. Aku rasa pembayaran yang cocok." jawab wanita itu sembari tersenyum. senyuman Wanita itu sungguh cantik dan memiliki mata yang menarik.


"Baiklah, aku tidak menginap. Aku harus pulang, Kia mengelus wajah wanita itu kemudian kembali menggunakan pakaiannya.


"Boleh aku bertanya?" apa makna tato di atas dadamu?"


Kia mengalihkan pandangannya pada dada kirinya yang terdapat tato bergambar kalajengking. Kemudian kembali membawa pandangan pada wanita yang masih naked di atas ranjang


"Zodiakku ." jawabnya santai padahal itu adalah lambang organisasinya bersama Crypton. Tetapi Crypton tidak memiliki tato seperti itu.


"Lalu kenapa wajahmu babak belur?"


Untuk ukuran wanita yang baru dikenal oleh Kia, Wanita itu sangat cerewet.


" Aku berkelahi dengan temanku, dia memasang pakaiannya dengan cepat, kemudian berpamitan pada wanita itu dan segera meninggalkan apartemen sederhana itu.


Kia melajukan mobilnya kembali ke mansionnya. Matanya melirik jam tangan mahal yang melingkar pada pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 22.00


Mobilnya berhenti di depan mansion mewah yang dia huni bersama sahabat sekaligus bosnya.


Kia keluar dari mobil dan memberikan kunci mobil kepada anak buah yang menjaga mansion itu. Setelah itu, dia memasuki mension dan tidak sengaja berpapasan dengan Marissa yang sedang sibuk dengan kegiatan yaitu live.


"Huh!!! kamu kenapa juga babak telur?" tanya Marissa kebingungan melihat Kia yang kondisinya sama seperti Crypton.


"Tadi ada sedikit kekacauan di markas. Apakah pekerjaanmu masih lama? sebaiknya segeralah istirahat." ujar Kia kemudian berlalu ke lantai dua.


Setelah kepergian Kia ,Marissa kembali fokus dengan live-nya. Sekarang apapun pergerakannya akan mendapat komentar heboh dari fans. Ketika dia berbicara bersama Kia tadi, langsung banyak yang menanyakan kepada Marissa dengan siapa Dia berbicara dan lain sebagainya.

__ADS_1


Marissa pun kembali berbincang-bincang sembari mempromosikan produk kosmetik yang digunakan dengan penontonnya saat ini 7 juta penonton, ketika dia asyik dengan pekerjaannya dia tidak menyadari Crypton yang ada di dekatnya.


"Masih lama?" tanya suara berat namun seksi memasuki pendengaran Marissa


Uh?! sebentar lagi,"jawab Marissa sedikit terkejut dengan kehadiran Crypton yang begitu tiba-tiba menurutnya.


Crypton tidak berbicara lagi. Kemudian berbaring pada sofa yang ada di belakang Marissa. Sedangkan Marissa duduk pada karpet, terbalik dengan ponsel yang ia letakan di atas meja. seketika para penonton itu tidak tertuju lagi kepada Marisa melainkan kepada Crypton. Yang tadinya hanya 7 juta penonton, langsung naik menjadi 15juta dalam hitungan belum sampai 3 menit


"Wajah Crypton kenapa?"


"Wajahnya dalam keadaan babak belur seperti itu saja, masih sangat tampan apalagi dalam mode biasa.


Begitulah komentar yang sempat dibaca oleh Marissa dari komentar yang tidak putus-putus yang tertera pada layar ponselnya.


Marissa tidak menjawab pertanyaan dari komentar itu. Dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Crypton saat ini mulai memiringkan tubuhnya dan menatap luka di belakang kepala Marissa sebuah perban kecil yang ditutupi oleh rambut Marissa.


Tanpa sadar, tangannya mengarah pada luka yang terbalut perban itu, dan mengelusnya dengan lembut. Sedangkan tatakannya terlihat tulus jika terlihat tidak merah.


Merasa kepalanya ada yang menyentuh, Marissa pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah samping, sehingga kesempatan itu digunakan oleh Crypton untuk menyatukan kedua belah bibir mereka.


Tangan Crypton saat ini berada di tengkuk merusak dan menekan, sehingga memperdalam kecupan mereka. Sedangkan Marissa melebarkan matanya dengan cepat


Melihat gelagat Marissa, Crypton pun juga baru menyadari bahwa Marisa sedang live dan deretan komentar semakin menjadi-jadi pada layar tersebut dan penontonnya semakin lama semakin bertambah banyak.


Wajah Marissa saat ini sedang merah seperti kepiting rebus. Dia merasakan hawa berubah menjadi panas di ruangan itu. Sehingga dia mengibaskan tangannya pada tengkuknya untuk memberikan sensasi dingin. Dia tidak panas karena kecupan, Tetapi panas karena Crypton menciumnya yang disaksikan oleh jutaan penonton.


Sepertinya aku harus mengakhiri live ini, sampai jumpa esok hari." ujar Marissa kepada para penontonnya dia ingin mengakhiri live itu. Karena dia saat ini sangat malu, Tetapi dia melebarkan matanya ketika komentar orang-orang mengatakan bahwa dia akan melakukan sesuatu bersama Crypton. sungguh bukan itu maksudnya.


"Tidak, Bukan itu maksudku." Ha....ha.....ha." sudahlah, aku tidak jadi mengakhiri live ini." jawab Marissa dengan menghela nafas. kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi. sedangkan Crypton saat ini memainkan rambutnya dengan jari bergulung-gulung dan kembali melepaskannya dengan mata yang fokus pada Marissa yang sedang berdandan.


"Apakah alisku tinggi sebelah?" sepertinya aku melakukan kesalahan." ujar Marissa dia mendekatkan wajahnya pada layar ponsel dan memperbaiki alisnya yang menurutnya tinggi sebelah.


"Tidak, itu sudah rapi." jawab Crypton. Padahal dia tidak melihat keadaan alis mereka yang bisa dia lihat hanyalah sebagai pipi Marisa.


"Tadinya Iya tinggi sebelah, Tapi sekarang sudah tidak." jawab Marissa membawa pandangannya kepada Crypton maka Crypton bukannya melihat pada alis Marissa, malah fokus pada bibir Marissa yang belum diwarnai apa-apa, tetapi sudah terlihat pink dan sangat sehat.


"Menurutku tetap cantik ." Crypton memotongnya pada wajah Marissa dan mengusap bibir lembut Marissa dengan jempolnya Lagi. Dan Lagi Marissa dibuat Salah tingkah akan hal itu. Dia bukan salah tingkah, karena perlakuan Crypton melainkan saat ini mereka sedang di depan kamera.


"Sudah cukup lama. Lebih Baik istirahat." lanjut Crypton.


"Tapi aku belum menyelesaikannya." jawab Marissa.

__ADS_1


Crypton langsung berdiri, kemudian duduk di sebelah Marissa. Dia mengambil produk-produk kecantikan yang digunakan oleh Marissa, dan membacakannya satu persatu.


"Produk-produk yang aku bacakan tadi, wajib Kalian beli. Jika tidak habis di pasar, maka aku tidak akan pernah lagi ikut melihatkan wajahku pada kalian." ancam Crypton dengan menatap tajam ke arah layar.


"Besok aku mendapatkan kabar dari pihak kosmetiknya, bahwa barang mereka sudah habis terjual. Selanjutnya kemudian dia berpamitan dan mengakhiri live itu. Sedangkan Marissa saat ini melongok dengan tindakan Crypton


"Kenapa?"


Marissa menggelengkan kepalanya, kemudian membereskan perlengkapan make up nya. Dia juga mematikan ringlight yang memberikan pencahayaan yang bagus kepadanya ketika dia live tadi.


Ketika dia akan mengambil ponselnya, ponsel terlebih dahulu berbunyi menampilkan nama Gerry tertera pada layar tersebut.


Crypton langsung mengambil ponsel itu. "Jangan hubungi Marissa." ujarnya dengan segera mengakhiri panggilan tersebut.


"Sungguh Marissa tidak bisa berkata-kata atas kelakuan Crypton itu. Setelah membereskan segalanya, Marissa pun berdiri dengan Crypton yang berjalan terlebih dahulu. Pria itu menaiki tangga sedangkan Marissa lurus menuju arah kamarnya.


"Hey... hey...kau ingin ke mana?" tanya Crypton ketika menyadari Marissa tidak mengikutinya


"Ke kamar." jawab Marissa dengan wajah polosnya.


"Siapa yang memerintahkan mu ke kamarmu? kemarin kau malam ini tidur bersamaku ujar Crypton.


Menghela nafas dengan raut telah Marisa berjalan ke arah tangga. Dia juga memanyunkan bibirnya. Dia sudah tahu Crypton akan melakukan apa? tetapi saat ini dia sangat lelah, dia tidak ingin melakukan itu.


"Dasar cabul!" gumam Crypton yang menyadari pikiran Marissa.


Marisa langsung menaikkan kepalanya, dan menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Crypton. "Sebenarnya siapa yang cabul, pria itulah yang selalu melakukan hal itu kepadanya. Dia sangat ingin protes. Tetapi dia juga takut sehingga dia hanya bisa diam.


Sesampainya di kamar, Marissa terlebih dahulu mencuci wajah dari sisa make up yang belum sepenuhnya ia gunakan tadi. setelah itu, barulah menaiki ranjang Crypton terlebih dahulu menutup matanya.


Sedangkan Gerry dan Noah yang sudah mendapatkan sambungan telepon seluler dari Meti untuk segera mempersiapkan segala sesuatu. Kalau mereka akan segera kembali ke California. Sebenarnya Gerry dan Noah sangat heran mengapa tiba tiba saja Meti meminta untuk segera mempersiapkan segala sesuatu untuk mereka, saat mereka sudah pulang ke tanah air.


Meti sama sekali tidak memberitahu tentang Abizar kepada mereka. Meti juga ingin mengetahui tentang kematian Abimanyu yang sebenarnya, karena ia tidak ingin melihat karina yang saat ini sama sekali tidak memiliki gairah Hidup. Bahkan untuk berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain pun sulit untuk Karina


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"

__ADS_1


__ADS_2