
Apakah Crypton ada di dalam? Aku ada urusan dengannya. Dia mendekati pintu ruangan kerja Crypton. Tetapi ditahan oleh Marissa.
"Dia sedang tidak bisa diganggu. Dia sedang sangat sibuk." ujar Marissa bersikeras menahan Bian, sehingga tatapan curiga dilayangkan oleh Bian kepada Marissa.
"Apa ada yang kau sembunyikan?
"Oh iya, Hai Bian melambaikan tangannya ke arah belakang Marissa pun seketika melihat kebelakang. Dia dengan cepat membuka pintu ruang kerja Crypton, dan melihat Crypton yang sedang melakukan sesuatu kepada wanita, yang merupakan pelayan baru dimension itu. Sedangkan Marisa saat ini hanya bisa terdiam karena dia tidak bisa menghentikan Bian.
"Bian terkecil Ha....ha...ha Ternyata Sama Saja. "Kami kira kau sudah berubah, ternyata tidak. Tapi tidak masalah, itu artinya kamu memberikan kebebasan yang sangat bebas kepada Marissa." Setelah mengatakan ucapan yang tidak banyak itu, Bian langsung menarik tangan mereka menjauh dari ruangan kerja Crypton.
Visual Crypton
Yang seharusnya emosi adalah Marissa. Tetapi malah dia yang emosi melihat hal itu.
"Terima semua pekerjaan yang ditawarkan kepadamu." perintah Bian kepada Marissa.
"Tapi..."
Kau tidak perlu khawatir, aku akan meminta izin kepada tante Vania dan Om Gonzales begitu juga dengan Kakek dan nenek Crypton. Untuk keselamatanmu, tidak perlu dipikirkan. "Kami akan memperketat pengawalan terhadapmu. Namun, Marissa terlihat bingung.
"Tidak perlu banyak berpikir, aku bisa bela diri dan aku juga pernah melakukan pelatihan bersama Kia dan Crypton, jika hanya untuk menjagamu Aku bisa. Lagi pula, pekerjaanku di sini tidaklah bisa dikatakan pekerjaan. Aku hanya memantau para pelayan saja. Aku bisa menemanimu kemanapun kau pergi." jelas Bian panjang lebar meyakinkan Marissa.
"Baiklah." jawab Marisa
__ADS_1
Detik itu juga Marissa langsung menghubungi kakek dan tantenya Crypton meminta izin kepada mereka supaya mengijinkan Marissa menerima tawaran pekerjaan secara offline. Awalnya Nyonya Vania dan juga kakek Crypton tidak mengizinkan. Tetapi setelah penjelasan panjang lebar yang diberikan oleh Bian, akhirnya mereka pun mendapatkan izin dengan syarat mereka harus ditemani oleh pengawal.
"Saatnya kita beraksi. Jika Crypton memarahi mu, katakan kepadanya bahwa kau sudah mendapatkan izin dari Kakek, nenek dan tante." yang dibalas anggukan kepala oleh Marissa.
Setelah itu, mereka kembali menghubungi pihak Brand Yang ingin menjadikan Marissa model pakaian. Sehingga mereka pun memutuskan untuk melakukan pertemuan hari ini juga.
Visual MARISSA
"Berdandan lah aku akan menunggumu. Bian yang langsung dituruti oleh Marissa sedangkan Bian sendiri. Dia akan mengurus orang-orang yang akan mengawal Marissa.
Marissa saat ini menggunakan rok putih sedikit di bawah lutut. Dan memadukan dengan baju merah putih juga, tanpa lengan dia menggunakan tas berwarna senada Begitu juga dengan high heels yang melekat pada kaki indahnya. Sungguh Dia terlihat cantik dengan setelan itu.
"good, Ayo berangkat." ujar wanita itu dan membawa Marissa keluar dari mansion tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Crypton.
Marissa dan Bian langsung menghampiri perusahaan milik brand yang akan bekerjasama dengan Marissa. Dan ternyata itu bukanlah dari perusahaan kecil melainkan perusahaan besar yang ada di California. dan perusahaan itu sangat terkenal dengan brandnya.
Mereka yang diikuti oleh delapan pengawal itu memasuki perusahaan tersebut. Mereka langsung menuju meja resepsionis dan mengatakan bahwa mereka ada janji bertemu dengan pemilik perusahaan.
"Anda diminta untuk langsung ke atas." kata pegawai resepsionis itu dengan sopan. kemudian mereka diarahkan oleh salah seorang dari resepsionis itu.
Sepanjang perjalanan mereka menuju lift, Di dinding kaca perusahaan tersebut terdapat gambar-gambar model papan atas yang memperagakan busana pakaian hingga saat ini mereka sudah memasuki lift. lift itu membawa mereka menuju ruangan yang akan mereka tuju.
Setelah lift berhenti, mereka diarahkan kepada sebuah ruangan. Tetapi tidak terdapat siapa-siapa di sana. "Mohon ditunggu sebentar, Bos sedang dalam perjalanan ke sini."ucap pegawai resepsionis itu yang dibalas dengan anggukan oleh Marissa.
__ADS_1
"Tidak begitu lama mereka menunggu, akhirnya orang yang mereka tunggu pun datang. Tetapi Marissa sedikit tercengang melihat orang yang dimaksud Mr. Alber itu. Dia kira orang itu sudah tua. Tetapi ternyata masih sangat muda dan wajah orang itu terlihat seperti orang Asia.
"Kenapa terkejut melihatku? tanya orang tersebut yang dibalas senyuman kikuk oleh Marissa.
"Albert ." ucapnya sumber menyodorkan tangan
"Marissa," jawab Marissa menerima jabatan tangan pria itu.
"Ternyata kamu lebih cantik dari yang saya lihat di sosial media." ucap pria itu.
"Ha... ha...ha"Anda bisa saja. Jawab Marissa dan mereka pun melepaskan jabatan tangan Mereka. Kemudian pria itu juga berkenalan dengan Bian.
"Apakah anda orang Asia?" tanya Marissa dari tadi hatinya sudah meronta-ronta untuk bertanya.
"Iya, Apakah kamu terkejut melihatku, karena hal itu?" tanya pria bernama Albert itu yang dibalas senyum kecil oleh Marissa.
Di sini adalah perusahaan orang tuaku. Aku hanya menjabat beberapa saat. Setelah itu aku akan kembali ke Korea." jawab pria itu dibalas anggukan paham dari Marissa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"
__ADS_1