
Ia berjalan ke Bathub dan ternyata air di bathtub tersebut sudah terisi oleh air dan busa sabun, yang melimpah. Air itu juga tetap hangat karena Bathtub yang ada pada hotel itu, adalah bathub yang akan membuat air di dalam tetap hangat jika dihidupkan. Dan sepertinya yang menyiapkan semua itu adalah pelayan Hotel. Karena ketika ia bangun tadi, semua kekacauan akibat malam panas mereka sudah kembali rapi seperti semula.
Ia melangkahkan kakinya menaiki dua buah anak tangga, untuk masuk ke dalam Bathtub besar itu, dan langsung mendudukan tubuhnya di dalam busa sabun tersebut.
Aromanya menenangkan dan hangat air itu membuat merasa jauh lebih rileks, dari sebelumnya. Ia meminjamkan mata dan menikmati kenyamanan berendam air hangat yang dipenuhi oleh busa itu. Dan Ia baru sadar di samping Bathtub itu, disediakan sebotol Wine mahal bersama dengan gelas.
Ia mengisi seperempat gelas berkaki itu, dengan wine kemudian menikmati segarnya cairan red wine itu.
Cukup lama ia berendam. Ia pun memutuskan untuk keluar dan mandi dengan benar. Di bawah shower, Ia menggunakan sampo dan sabun yang disediakan oleh pihak hotel. Yang mana setiap hari barang-barang pada kamar itu, diganti oleh pihak hotel dengan yang baru. Setelah semuanya selesai, Ia pun keluar dari kamar mandi dan balutan Bathrobe.
Ternyata setelah mandi dan berendam, membuatnya semakin rileks dan ia tidak terlalu merasa nyeri pada tubuhnya yang seakan remuk.
Dia menghidupkan TV yang ada pada kamar itu, Setelah itu ia pun mengeringkan rambutnya dengan menggunakan pakaiannya, pakaian santai yang ia beli beberapa hari yang lalu.
Ketika ia sudah selesai memberikan riasan tipis pada wajahnya, bunyi suara ponsel mengalihkan perhatiannya. Ia mengambil ponsel yang tergeletak pada nakas dan melihat panggilan video dilakukan oleh Garry adik sepupu Crypton.
Ia mengangkat panggilan video itu dan terlihatlah wajah tampan Gerry dari layar ponselnya.
"Oh my God, Ada apa dengan lehermu? Apakah kakakku memaksamu lagi? apakah dia melakukan kekerasan fisik lagi padamu? Gerry menghajar Marissa dengan rentetan pertanyaan. Namun dibalas oleh Marissa dengan gelengan kepala.
"Lalu kenapa dengan lehermu? Apakah kalian melakukan semalaman. Marissa cukup malu untuk mengakui itu. Wajahnya ketika memerah kemudian menganggukkan kepala.
"Dia tidak kasar kepadamu? tanya Gerry penasaran.
__ADS_1
"Tidak, semalam Dia sangat lembut tidak seperti hari itu."jawab Marissa.
"Baguslah, Aku juga bersyukur dia tidak melakukan sesuatu yang gila padamu. sifatnya agak sedikit tidak tidak, bukan sedikit tetapi sangat di luar nalar. Kau harus berhati-hati. Jangan terpesona kepadanya, tapi buatlah dia yang terpesona padamu." ujar Gerry yang tertampil pada layar ponsel Marissa. Membuat mereka tertawa karena yang dikatakan oleh pria tampan yang hanya beberapa tahun di atasnya itu.
"Bagaimana keadaan tante dan om? aku merindukan mereka." ucap Marissa dengan jujur
"Iya dia merindukan tante dan omnya Crypton. Tetapi dia lebih merindukan orang tuanya. biasanya setiap hari ia menghubungi orang tuanya, tetapi untuk kemarin dan hari ini dia Belum menghubungi orang tuanya itu, sama sekali.
"Mami dan Papi tidak di sini, mereka ada urusan bisnis. Mungkin nanti malam mereka akan pulang." jawab Gerry dibalas anggukan paham dari Marissa.
Mereka berbincang-bincang kecil diiringi dengan candaan, setelah itu mengakhiri panggilan video di antara mereka. Tetapi setelah itu ponselnya kembali berbunyi dan tertera nama Crypton di sana
"Apa kau sudah bangun?" tanya suara berat terkesan datar dan dingin dari seberang sana."
Pihak hotel sudah menyiapkan makanan untuk ku
Aku sudah memakannya, terima kasih.
mana Aku ada urusan penting. Mungkin pulang agak sore, atau malam. Aku sudah meminta pihak Hotel mengantarkan makan siangmu. Kau hanya perlu menunggu." suara itu terdengar dingin tetapi perhatian.
"Terima kasih." jawab Marissa kemudian telepon itu berakhir di sebelah pihak.
Sementara di tempat lain, di salah satu bandara tepatnya di san Diego, tampak Karina sudah duduk di sana yang langsung dihantar oleh Tuan Gonzales. Ia terpaksa meninggalkan kota California, menuju new Zealand karena tuan Gonzales tidak ingin melihat putrinya larut dalam kesedihan.
__ADS_1
Pesawat yang akan ditumpangi oleh Karina menuju new Zealand akhirnya akan segera berangkat. Tuan Gonzales mendampingi Karina, tentunya setelah mendapat izin dari pihak bandara.
Tuan Gonzales menuntun Karina naik ke pesawat. Setelah memastikan kondisi Karina baik-baik saja, dan merasa nyaman di dalam pesawat, barulah Tuan Gonzales kembali keluar dari dalam pesawat.
Di dalam pesawat Karina masih tetap diam. dan tidak mengeluarkan sepatah kata. Hingga beberapa jam dalam perjalanan menuju new Zealand, terlihat Karina sudah turun dari dalam pesawat.
Meti sudah menunggu dirinya di ruang arrival. "Hai Karina, tidak menyangka akhirnya kau datang juga aku sangat merindukanmu." ucap Meti sambil langsung meraih tubuh Karina kepelukannya. Karina pun membalas pelukan itu dibarengi dengan isakan tangis.
Membuat Meti merasa canggung, Ia pun langsung merenggangkan pelukannya dan bertanya kepada Karina . "Apa yang terjadi kepadanya hingga dirinya langsung menangis ketika melihat kehadiran Meti di sana.
"Kamu kenapa nangis, katakan kepadaku. Apa yang sebenarnya terjadi." ucap Meti mencoba menenangkan karina. Meti menuntun karina menuju mobil. Meti menuntun Karina lalu membawa karina masuk ke dalam mobil miliknya. "Apa kau sudah makan?" tanya Meti kepada Karina. Karina menggelengkan kepala. Kalau gitu, kita makan dulu." ucap berharap meti bersedia berbicara kepadanya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya Meti dan Karina sudah tiba di rumah. "Halo Putriku yang cantik." sapa ibu Sonia yang tampak langsung berlari menghampiri karina sambil langsung memberi pelukan hangat untuk Karina.
Karina pun menyambut pelukan sang bibi. pelukan itu persis seperti pelukan ibu kandungnya sendiri. "Ya Tuhan, Aku sangat merindukan ibuku." gumam Karina di dalam hati. Nyonya Sonia langsung membawa karena masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.
"Apakah kau tahu, Bibi sangat merindukanmu. kamu sudah sangat lama tidak datang kemari." ucap Nyonya Sonia kepada Karina. tampaknya Karina berusaha untuk mengembangkan senyumnya. Sejujurnya Nyonya Sonia dan Meti sudah mengetahui apa yang terjadi. Sehingga Tuan Gonzales mengirimkan Karina untuk menenangkan diri di sana.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"