
Karina menatap dari kejauhan Abizar yang datang menghampiri Meti di rumah utama keluarga Nyonya Sonia. Tampaknya Abizar masih sangat penasaran Mengapa sepertinya Karina sangat takut melihat kehadirannya.
Saat mobil yang ditumpangi Abizar tiba di rumah utama keluarga Nyonya Sonia, klakson mobil Abizar mengusik Meti yang sedang menikmati menu makanan yang terhidang di atas meja makan. Sementara Karina yang berada di balkon, tepatnya di lantai dua melihat kehadiran Abizar di rumah Nyonya Aurora.
"Iya langsung masuk ke dalam kamar, tak sanggup menatap wajah tampan Abizar yang sangat mirip dengan Abimanyu. Saat Meti sudah selesai menyantap makanannya, Abizar sudah berada di rumah. Tentunya setelah dipersilahkan oleh Nyonya Sonia menemui putrinya.
"Hai Meti, apa kabar? tampaknya kau bahagia hari ini, Bagaimana makannya, apa kau makan dengan lahap?" tanya Abizar membuat Meti tertawa ngakak.
" Kok kamu tahu aku baru selesai makan?
"Ada telepati." sahut Abizar. Netra Abizar menelisik seisi ruangan. Ia mencari sosok Karina di sana. Tapi netranya sama sekali tidak menemukan seseorang yang ia cari.
"Kamu seperti orang linglung, Ayo duduk dulu. Kau cari apa, mengapa kau seperti kebingungan begitu?" tanya Meti penuh selidik kepada Abizar.
"Karina di mana, Kok dia tidak ada?apa dia sudah pulang ke negaranya?" tanya Abizar penuh selidik.
Anak itu memiliki traumatis. Kekasihnya meninggal dunia akibat kecelakaan. Tapi ada kecurigaan kalau kecelakaan yang dialami oleh kekasihnya itu unsur kesengajaan . Sayangnya dia tidak memiliki bukti atas filing yang ia rasakan. Dan entah mengapa dia selalu merasa ketakutan jika melihat raut wajahmu.
Aku ingin sekali mengetahui Mengapa jika melihat kamu dia seperti melihat hantu. Padahal tidak ada yang salah di raut wajahmu. Kau sangat tampan, pasti setiap wanita akan terpesona kepadamu. Kamunya saja selama ini selalu menolak setiap wanita terpesona kepadamu.
"Aku bisa minta tolong, tidak? pertemukan aku dengan Karina." mohon Abizar kepada Meti.
" Kalau masalah itu, aku akan coba memanggilnya. Mungkin dia akan datang menghampirimu, dan tolong Jika dia tidak mau, Jangan sakit hati ya." ucap Meti berharap Abizar terima akan keputusan apa saja yang dilakukan oleh Karina terhadap permintaan Abizar.
"Okey, no problem." sahut Abizar sambil mengembangkan senyumnya. Tiba-tiba pelayan yang bekerja di rumah utama keluarga Sonia datang dengan membawakan dua cangkir kopi. Tentunya kopi ini adalah kopi kesukaan Abizar. Karena meti sangat mengetahui minuman apa saja yang disukai oleh Abizar.
Abizar Merupakan sahabat baik Meti semenjak kecil, mau ke mana saja mereka selalu bersama. Hingga setiap orang yang melihat kedekatan Meti berprasangka kalau mereka pasangan kekasih. Padahal sama sekali tidak.
Meti berlalu meninggalkan Abizar di ruang tamu. Berharap ia dapat membujuk Karina menemui Abizar sesuai dengan keinginan Abizar.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Suara ketukan pintu kamar yang ditempati oleh Karina terdengar jelas di telinganya.
masuk saja pintu tidak dikunci sahutnya dari dalam kamar.
Ceklek....
Sekali hentakan pintu langsung terbuka lebar. Meti masuk ke dalam kamar,melihat Karina yang sedang duduk termenung di sebuah sofa yang ada di kamar itu.
"Ada apa denganmu Karina, Mengapa kau tidak bisa melupakan sedikit saja, mungkin dengan Kau pasrah perasaanmu akan semakin lega dan tidak dihantui bayang-bayang oleh almarhum kekasihmu." ucap Meti meraih tubuh Karina kepelukannya. lalu mengelus pundak Karina.
Tidak semudah yang kau pikirkan, melupakan kekasihku Abimanyu. Apalagi jika aku melihat sosok Abizar mengingatkanku terhadap Abimanyu.
"Maksud kamu apa? Aku bingung. Aku sama sekali tidak mengetahui maksudmu.
Hal itu membuat Meti terhenyak. Satu persatu ia melihat foto milik Abimanyu dan ia bandingkan dengan foto milik Abizar yang diambil oleh Karina secara diam-diam tanpa sepengetahuan Abizar sama sekali.
"Wow bagai pinang dibelah dua, tidak ada bedanya. Bedanya hanya kacamata saja. postur tubuh, raut wajah dan gagahnya sama persis." ucap Meti benar-benar terkejut. seolah dirinya tidak percaya kalau foto-foto yang dimiliki oleh Karina merupakan foto sang kekasihnya Abimanyu.
Karina menangis sesungguhkan. Menatap foto-foto itu yang ia serahkan di atas tempat tidur berukuran King size itu. Sementara Meti hanya terus memperhatikan foto itu satu persatu dengan seksama.
Meti membawa beberapa lembar foto kebersamaan Abimanyu dengan Karina dan membawa foto milik Abizar, untuk ia bandingkan dengan Abizar yang sedang duduk di ruang tamu.
Saat Meti menghampiri Abizar, terlihat Abizar mengerutkan keningnya. Karena Meti turun hanya sendirian. Di mana dia, mengapa dia tidak ikut dengan kamu turun?" tanya Abizar kepada meti langsung memberikan foto foto kebersamaan milik Karina dengan Abimayu. Dan ia juga memberikan beberapa lembar foto dirinya sendiri.
Hal itu membuat Abizar seolah tidak percaya. Iya benar-benar terkejut bukan kepalang. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Kenapa Wajahku mirip sekali dengannya? bagai pinang dibelah dua, dengan pria yang ada di dalam foto ini. Itu berarti dia lari setiap melihatku. Karena Ia berpikir kalau aku merupakan Abimanyu yang telah meninggal beberapa bulan yang lalu."terka Abizar yang dibalas anggukan dari Meti.
"Aku rasa bukan hanya karena itu, bisa saja jika dia melihat kamu bayang-bayang Abimayu kembali menghantui dirinya. Itulah aku rasa membuat dirinya berusaha untuk tidak bertemu dengan kamu." ucap Meti yang dapat dipahami oleh Abizar.
__ADS_1
Ia pun langsung berlari naik ke atas masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Karina walaupun awalnya itu tidak menyetujui idenya itu.
Saat Abizar zar sudah tiba di depan kamar milik karina, ia mengetuk pintu.
Tok .....
Tok ....
Tok .
suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Karina. "Mau apa lagi Meti! tolong tinggalkan aku sendiri. Jangan menggangguku dengan kehadiran pria itu. Karena itu menyakitkan bagiku." ucap Karina yang dapat didengar oleh Abizar.
Padahal Sejak pertemuan mereka pertama kali, dia sudah jatuh cinta kepada Karina. tetapi karena raut wajahnya sendiri yang menjadi lawannya, membuat dirinya kesulitan untuk bertemu dengan wanita yang sangat ia cintai. lebih tepatnya Cinta pada pandangan pertama.
Abizar mencoba membuka gagang pintu.
ceklek ....
Sekali hentakan pintu terbuka lebar. Abizar masuk ke dalam kamar. Karena tanpa sepengetahuan Karina sama sekali. Saat Abizar memberitahu siapa dirinya yang sebenarnya dari belakang Karina, membuat Karina langsung semakin terkejut.
"Mengapa kamu datang ke sini?" tolong pergi, jangan semakin menyiksaku. Mohon Karina kepada Abizar. Tapi sepertinya Abizar tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Karina dan malah ia duduk tepat di samping karena.
"Wajah ini yang membuatmu ketakutan untuk dekat denganku, bukan? Mengapa Kau menyiksaku seperti itu. Apa salahnya raut wajahku ini, apa salah aku mirip dengan seseorang? ini adalah takdir, bukan kebetulan." ucap Abizar yang dibalas tatapan tajam dari Karina.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"
__ADS_1