
Walaupun Karina terus menghindari Abizar, tetapi Abizar tetap saja ingin selalu bertemu dengan Karina. Rasa cinta yang amat dalam dirasakan Abizar terhadap Karina. Tetapi yang menjadi musuhnya saat ini wajahnya sendiri, yang membuat dirinya semakin jauh dengan wanita yang sangat ia cintai.
Sejujurnya Abizar sangat kecewa dengan raut wajahnya yang sama persis dengan almarhum kekasih Karina. "Aku tidak ingin memiliki wajah ini, mengapa wajah ini yang membuat diriku hilang kesempatan untuk memiliki wanita yang sangat aku cintai?" Abizar merutuki dirinya sendiri. Ia tidak ingin memiliki wajah yang saat ini ia miliki.
"Kenapa aku harus memiliki wajah yang sama persis dengan pria itu, Ia terus merutuki dirinya, hingga kedua orang tuanya datang menghampiri dirinya saat Abizar menghempaskan barang-barang yang ada di dalam kamarnya, karna merasa kesal dan kecewa akan memiliki wajah ini.
"Kamu Kenapa Nak? Kenapa, Ada apa yang sebenarnya terjadi? tanya Nyonya Aliana.
"Mam..., aku tidak ingin memiliki wajah seperti ini, karena wajah ini aku semakin jauh dengan wanita yang sangat aku cintai." teriak Abizar yang mampu membuat Nyonya Aliana terhenyak.
"Maksud kamu apa? Mami tidak paham! Ayo cerita kepada Mami, apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa kau menyalahkan wajahmu?" tanya Nyonya Aliana yang semakin penasaran. Mengapa putranya seperti tidak menyukai raut wajahnya yang tampan.
Tiba-tiba Meti datang ke rumah yang selama ini ditempati oleh Abizar dan kedua orang tuanya. "Ada apa Om Mengapa Abi Abizar berteriak-teriak di kamarnya? tanya Meti penasaran
"Om, juga tidak tahu. Sepertinya Dia memiliki masalah yang sangat besar, ini sekarang tante kamu sudah berada di sana berusaha untuk menenangkan Abizar.
"Boleh Meti masuk ke dalam Om?" tanya Meti penuh selidik
"Silakan," Siapa tahu kamu bisa menenangkan Abizar. Karena selama ini kamulah teman yang sangat dekat dengannya." ucap pria paruh baya itu mempersilakan Meti, masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Abizar.
Saat sudah berada di lantai dua, tepatnya di depan kamar Abizar, Meti sangat terhenyak. ia melihat barang-barang yang ada di kamar milik Abizar hancur berantakan, sudah seperti kapal pecah. Sementara Nyonya Aliana berusaha untuk menenangkan putranya.
"Stop Abizar! Apa yang kau lakukan? Jangan menyiksamu seperti ini.
__ADS_1
"Bagaimana tidak, kau tahu bukan? kalau wanita yang sangat aku cintai sangat ketakutan kepadaku. Karena raut wajahku ini. Aku tidak ingin memiliki raut wajah ini." teriak Abizar yang mampu membuat Nyonya aliana dan juga Meti menggelengkan kepala.
"Ini namanya sudah takdir. Kamu Jangan menyalahkan dirimu sendiri, dan Jangan menyalahkan wajahmu yang sangat tampan itu.
"Iya takdir, tapi takdir mempermainkan aku, seperti ini." teriak Abizar.
"Ada apa ini Meti? Mengapa tiba-tiba Abizar seperti ini?" tanya Nyonya Aliana yang semakin penasaran Mengapa putranya membenci raut wajah dan dirinya sendiri.
Meti mengambil dua buah foto dari tas sandang miliknya, lalu memberikan foto itu kepada Nyonya Aliana. " Apa hubungannya dengan foto ini, mengapa dia merutuki dirinya sendiri?" tanya Nyonya Aliana yang belum memahami apa yang sebenarnya dihadapi putranya.
Wanita ini, wanita yang sangat dicintai oleh Abizar dan ini foto Abimanyu almarhum kekasih Karina. Yang telah meninggal beberapa bulan yang lalu, akibat kecelakaan yang dialaminya. Hal itu membuat Karina setiap kali melihat raut wajah dan postur tubuh yang dimiliki Abizar, membuat Karina seolah membenci raut wajah itu. Karena ia menyadari Abizar bukanlah Abimanyu nya.
Bahkan setiap kali Abizar datang menghampiriku, dan melihat Karina di rumah, Karina selalu menghindar. Tidak ingin bertemu dengan Abizar sama sekali." ucap Meti yang mampu membuat nyonya Aliana terhenyak. Ia memperhatikan foto yang diberikan oleh Meti secara bergantian dengan raut wajah tampan putranya.
Sulit dibayangkan, Ia benar-benar tidak memahami ini semua. Mengapa raut wajah Abizar dan Abimanyu sangat mirip sekali. perbedaan hanya Abizar menggunakan kacamata. Sementara Abimayu tidak. Begini tante, Meti ingin bertanya kepada tante Apakah Abizar anak kandung tante?" tanya Meti penasaran.
Meti kembali bertanya kepada Nyonya Aliana. Apakah Abizar memiliki saudara kembar?
Nyonya aliana menggelengkan kepalanya. Abizar terlahir ke muka bumi ini, hanya sendiri. Tidak ada saudara kembar. Tapi mengapa bisa Abizar sangat mirip sekali dengan Abimanyu? apa di dunia ini memang ada yang sama persis raut wajahnya?"
Nyonya Aliana terdiam tidak dapat menjawab pertanyaan Meti. Tanpa mereka sadari, ternyata Abizar juga menyimak pembicaraan antara Meti dan juga Nyonya Aliana. Hingga dia pun berinisiatif mencari tahu tentang dirinya sendiri. Dan akhirnya Abizar bertanya kepada Nyonya Aliana, dia dilahirkan di mana saat dia lahir.
"Katakan Bu, di rumah sakit mana aku dilahirkan?"
__ADS_1
"Kenapa kau bertanya seperti itu nak?"
"Jawab pertanyaanku Bu, jangan bertanya lagi kepadaku." lalu Nyonya Aliana pun memberitahu di mana Nyonya Aliana melakukan persalinan saat melahirkan Abizar.
Dari sanalah Abizar ingin mencari tahu sosok jati dirinya. Mungkin saja pihak rumah sakit memiliki kesalahan atau unsur kesengajaan. Ia benar-benar ingin mengetahui apakah dirinya memiliki saudara kembar yang tidak diketahui oleh Nyonya Aliana dan juga ayahnya.
" Tapi bagaimana mungkin Mami tidak mengetahui kalau aku memiliki saudara kembar." gumamnya lagi. Membuat dirinya sedikit ragu untuk pergi ke rumah sakit itu. karena ia takut kalau pihak rumah sakit akan merasa tersinggung, Jika ditanya beberapa hal tentang kelahiran seorang Putra beberapa puluh tahun silam.
"Kita tidak perlu seperti ini, lebih baik Kalau kau mau, ikutlah ke California. Karena aku dan Karina besok akan segera pergi ke California ucap Meti. Abizar tampak berpikir. "Ya ampun, apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumamnya dalam hati Mengapa Karina harus secepat ini kembali ke negaranya.
Sementara di tempat lain, terlihat Noah dan Gerry melakukan pertemuan di sebuah Cafe tongkrongan anak-anak muda. "Hai kau sudah datang ternyata, aku kira aku harus lama terlebih dahulu menunggumu baru dagang."ucap Gerry kepada Noah dibalas senyuman dari Noah.
Noah dan Gerry duduk di pojok paling belakang. Kedua pria ini memang senang sekali duduk di sebuah cafe yang paling pojok, karena mereka tidak merasa terganggu akan suara berisik orang-orang. "Ada apa mengapa tiba-tiba kau memintaku untuk menemuimu di sini? tanya Noah penuh selidik.
"Karina adik sepupuku, akan segera kembali dari new Zealand. Meti ada mengatakan sesuatu kepadaku, tapi ini masih dugaan. Karina ingin sekali mencari tahu penyebab kecelakaan yang menimpa Abimanyu. Karena Karina merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam kematian Abimanyu."ucap Abizar yang mampu membuat Noah terhenyak.
"Hubungannya ke kita, apa?" tanya Noah
"Meti meminta kepada kita untuk bersedia membantu mereka, nanti setelah mereka datang, baru mereka terangkan bagaimana caranya mencari bukti-bukti itu." ucap Gerry dibalas anggukan kepala dari Noah. Kedua pria ini pun sepakat untuk selalu setia membantu Karina.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"