
Beberapa hari berlalu.
mobil Kia saat ini mengarah ke apartemen wanita yang dia tolong beberapa hari yang lalu. Wanita itu Vika dan hidup seorang diri di California. Karena memang sudah tidak ada keluarga.
Selain yang dijelaskan oleh wanita itu, Ia juga sudah memeriksa identitas wanita tersebut dengan caranya. Dan hasilnya tidak berbeda dari yang diceritakan oleh sang wanita.
Sesampainya di apartemen wanita itu, Kia langsung menghubungi wanita tersebut sehingga ia melihat wanita itu berjalan menghampiri mobilnya.
Wanita itu menggunakan pakaian casual dengan celana kulot berbahan lembut dipadukan dengan tank top yang dilapisi blazer.
"Apakah sudah lama menunggu?" tanya wanita itu ketika memasuki mobil Kia.
"Baru saja!" Jawab kia sekenanya
Dia sudah berjanji akan memberikan wanita itu pekerjaan. Kia tidak mungkin membawa wanita itu ke dunianya. Selain tidak cocok, dengan dunianya, wanita itu juga tidak memiliki kemampuan apa-apa di bidang dunia gelap.
Sehingga dengan beberapa pertimbangan, Ia pun memutuskan untuk menjadikan wanita itu salah satu pelayan di mansionnya dan Crypton.
"Aku tidak bisa memberikan pekerjaan sesuai dengan keinginanmu. Tapi kau akan jadi pelayan dimension temanku." ujar Kia yang dibalas anggukkan lembut oleh wanita itu.
"Tidak apa-apa, asal aku ada pekerjaan. Terima kasih sudah membantu mencari pekerjaan untuk ku." ucap wanita itu.
Oh iya, aku juga tinggal di sana, jika kau merasa cocok kerja di sana kau bisa tinggal di sana dan bergabung dengan pelayan lain.
"Terima kasih.
mobil Kia berhenti di sebuah bangunan mewah dan megah. Mata wanita itu tidak berkedip melihat kemewahan dari tempat itu yang bagaikan istana.
"Apakah ini rumahnya?" tanya wanita itu takjub. Rumahnya besar sekali." lanjutnya
"Yups, apakah Kau keberatan?
Tenang saja, kau bukan satu-satunya pelayan di sana. Masih ada puluhan pelayan lain." jawab Kia sembari membawa wanita itu keluar dari mobil dan memasuki mension. Mereka pun secara kebetulan berpapasan dengan Bian.
"Dia siapa? Apakah wanita yang akan kau tiduri hari ini?" tanya Bian menatap wanita bersama Kia dari atas hingga ke bawah
Dia Vika. Saat ini akan menjadi salah satu pelayan di mansion ini. Tolong bimbing dia, dia membutuhkan pekerjaan dia mengalihkan pandangannya kepada wanita yang bernama Vika itu. Ini Bian, dia kepala pelayan di mansion ini. Dan dia akan membimbing mu jelas Kia."
Vika tersenyum lebar kepada Bian dan membungkuk sopan.
"Mohon bantuannya Bian." ucapnya dengan lembut yang dibalas anggukan cepat oleh Bian.
"Crypton dan Marissa di mana?" tanya Kia kepada Bian.
"Crypton Aku tidak tahu di mana, Kalau Marissa tadi dijemput oleh Garry dan dibawa menemui Nyonya Vania dan juga Om jawab Bian.
Dia mengangguk paham, kemudian menyerahkan Vika kepada Bian.
Dia membawa Vika ke rumah belakang, tempat tinggal para pelayan. Walaupun dikatakan tempat tinggal para pelayan, tetapi para pelayan itu mendapatkan kamar mewah bahkan lebih mewah dari kamar apartemen yang ditempati oleh Vika di apartemennya
__ADS_1
"Ini adalah kamarmu, di sana terdapat pakaian pelayan."
"Cepatlah berganti, nanti aku akan mengenalkan kamu kepada yang lain." ujar Bian langsung dituruti oleh Vika.
Setelah berganti pakaian, Bian pun memperkenalkan Vika kepada pelayan yang lain. Dan mengajak wanita itu berkeliling di mansion mewah itu, supaya wanita itu tahu mana yang boleh dimasuki dan mana yang tidak boleh dimasuki. Namun, mata wanita itu tidak berkedip melihat keindahan dan luas dari mansion itu.
"Apakah kau paham dengan apa yang aku katakan?
Vika mengangguk cepat. Tetapi dia masih tetap terpesona.
"Apa saja kemampuanmu?
"Aku bisa masak dan mengurus rumah." jawab Vika.
"Untuk memasak, kami sudah memiliki koki. kau akan ditempatkan pada bidang kebersihan." ujar Bian dan dibalas anggukan paham oleh Vika.
"Kau bertemu Kia di mana?" tanya Bian sembari membawa wanita itu berkeliling
Beberapa hari yang lalu, dia membantuku dari orang-orang yang ingin memperkosa aku. Dia juga mencarikan tempat tinggal untukku dan juga pekerjaan saat ini." jawab Vika.
"Apakah dia juga meniduri kamu?"
langkah wanita itu berhenti dan menatap kepada Bian. "Apakah kamu juga ditiduri oleh Kia tanyanya?"
"Tidak, hanya saja Dia memiliki sedikit kelainan dari reaksi mu. Sepertinya pertanyaanku tadi adalah benar." ujar Bian yang dibalas anggukan kecil oleh Vika.
"Kau hanya diijinkan bersih-bersih hingga lantai dua dan kau tidak diizinkan naik ke lantai tiga." jelas Bian. Untuk saat ini, cukup pengenalan ruangan sampai di sini. Nanti aku akan mengenal kamu kepada pemilik lain mansion ini. Dan yang juga menghuninya lanjutnya.
"Mm... kamu tidak menjelaskan, kamarmu di Rumah belakang tadi. Apakah kamu juga tinggal di sini atau berpulang setiap hari dari rumahmu? tanya Vika Karena penasaran.
"Tidak, aku tinggal di mansion ini juga. Tapi tidak di Rumah belakang." jawab Bian yang di dibalas anggukan paham oleh Vika
Beberapa saat setelah itu, si Marissa pulang dari kediaman rumah utama keluarga Gonzales yang ditempati oleh Nyonya Vania dan yang lainnya.
Mata Vika tidak berkedip melihat Marissa karena wanita yang saat ini dia lihat sangat cantik dan berwajah Asia, sangat jarang dia temui badan wanita yang dia lihat sangat kecil, tetapi sangat tinggi menurutnya
"Dia adalah Marissa salah satu yang juga tinggal di mansion ini." jelas Bian.
"Bye bye Terima kasih sudah mengantarku." ujar Marisa apa kepada Gerry. Kemudian berbalik dan melangkah semakin memasuki dan tidak sengaja melihat Bian dengan seorang pelayan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Dia pun menghampiri Bian dan pelayan itu.
"Aku kira kau akan pulang malam, karena keasikan bersama Nyonya Vania." ujar Bian kepada gadis cantik bermata bulat itu
"Tidak tadi tante mengajakku bertemu dengan sepupu Gerry dan nenek dan kakeknya mereka sangat baik." ucap Marissa memperlihatkan kebahagiaannya dan memeluk Bian.
"Ya...ya...ya, keluarga mereka memang sangat baik. Hanya salah satu cucunya saja yang otaknya agak geser." jawab Bian sambil terkekeh.
Marissa melepaskan pelukannya sembari terkekeh kecil, kemudian mengalihkan pandangannya pada wanita bersama Bian.
__ADS_1
"Oh iya, perkenalkan dia Vika pelayan baru dibawa oleh Kia. Karena dia di bawah kendali Kia, Sepertinya dia diizinkan untuk berbicara denganmu. Bian memperkenalkan Vika kepada Marissa yang dibalas dengan senyuman lebar dan mata berbinar oleh Marissa.
"Asik akhirnya aku ada teman baru, namaku Marissa. Marisa mengarahkan tangannya kepada wanita itu, yang dijabat oleh wanita tersebut.
"Vika, senang berkenalan denganmu."
Setelah sesi perkenalan itu Vika mulai mengerjakan tugas pertamanya, dan mulai bergabung dengan pelayan lain sedangkan Marissa dan Bian sudah asyik bersama. Marissa bercerita cerita kepada Bian tentang pertemuannya tadi dengan nenek dan kakek begitu juga tante dan om Crypton.
Malam pun tiba. Vika saat ini sudah menyelesaikan pekerjaannya Sedari tadi. Dan dia juga sudah bergabung dengan Marissa maupun Bian menonton TV di ruang tengah. dan tidak lama setelah itu, Kia menghampiri mereka.
"Kau gadis kecil kemarin lah, panggilnya kepada Marissa yang mau tidak mau dituruti oleh Marissa.
Marissa berdiri dari duduk dan menghampiri Kia. Tetapi Kia menjahili dengan cepat, mengapit kepala Marissa pada ketiaknya "Maafkan aku .Aku baru saja melakukan pekerjaan yang berkeringat." ujar Kia dengan jahil.
"Iya kamu jorok sekali, lepaskan aku!" teriak Marissa berusaha melepaskan kepalanya dari apitan Kia.
"Nikmati saja terlebih dahulu ketika Kia Namun Marissa tidak menyadari tatapan Vika yang terlihat kesal karena adegan itu.
"Kau menjijikan! hentikan kegiatan Gila mu itu Kia!" seru Bian, dia merasa kasihan pada Vika.
Setelah cukup lama, barulah dia menghentikan kegiatannya itu dan membebaskan kepala Marissa.
"Aku bercanda, tubuhku sangat bersih dan aku tidak berkeringat serta tidak bau." ucap Kia mengarahkan kepala Marissa ke ketiaknya. Bahkan yang menempel pada kepala Marissa tidak berbau malah wanginya adalah aroma parfum mahal milik kia.
"Bagaimana kerja pertamamu apakah yang cukup baik kepadamu? Kia mengalihkan pandangannya kepada Vika.
"Menyenangkan, dia lebih dari baik." jawab Vika.
Aku tidak memiliki waktu untuk menjemputmu setiap hari, jadi kau akan tinggal di sini. Sekarang pakaianmu akan diberikan oleh Bian, besok aku akan mengantarmu mengambil barang-barang kamu." ucap Kia yang dibalas anggukan oleh Vika.
Cukup lama mereka duduk di sana sembari bercanda kecil. Crypton pun menghampiri mereka dengan setelan formal lengkap wajahnya terlihat lelah.
Mata Vika tidak berkedip melihat pria yang baru saja dia lihat. Pria itu memiliki raut wajah yang sama tegasnya dengan Kia. Tetapi sepertinya pria itu memiliki kekuasaan lebih daripada Kia.
"Master dari mana?" tanya Marissa berdiri kemudian menghampiri Crypton.
"Dari melakukan hal yang melelahkan." jawab Crypton dia menarik tangan Marissa dan membawa keluar dari ruangan itu, Sedangkan mata Vika tidak berhenti menatap punggung mereka yang menjauh.
"Siapa pria tadi?" tanya Vika
dia pemilik mansion ini." jawab Kia
"Apakah pacar Marissa?"
"Iya, jawab Bian yang dibenarkan dengan Anggukan kepala oleh Kia.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"