Perjuangan Cinta Abimayu

Perjuangan Cinta Abimayu
BAB 52. MODEL BRAND _PCA


__ADS_3

Masih di perusahaan milik Mr. Albert. Setelah selesai dengan perbincangan kecil itu, mereka pun masuk ke perbincangan bisnis. pria itu memberikan dua puluh lembar gambar pakaian yang Marissa lah yang akan menjadi modelnya.


"Itu keluaran terbaru dari perusahaan kami, Dan kamu akan menjadi modelnya. Aku rasa pakaian itu sangat cocok dengan tubuhmu. Apakah kamu keberatan dengan bentuk pakaiannya? jika keberatan kamu bisa mengeluarkan dari list."jelas pria itu.


"Tidak, tidak perlu mengeluarkannya. Temanku setuju dengan semuanya." ujar Bian dengan cepat. Hal itu membuat mata Marissa membulat lebar.


"Saatnya kau beraksi Marissa, dia bersikap seenaknya, kau pun bisa perlihatkan pesonamu." bisik Bian.


Marissa menghela nafas, dan kembali melihat gambar yang diberikan oleh pria yang bernama Albert itu. Beberapa pakaian pada gambar itu, ada yang terlihat lumayan seksi.


"Apakah kamu benar-benar akan menerimanya?" jika Iya, kita akan langsung melakukan tanda tangan kontrak itu. ucap Mr Albert dibalas anggukan kepala oleh Marissa. Setelah itu, mereka menandatangani kontrak kerjasama mereka. Itu adalah untuk melihat performa Marissa bagus maka perusahaan akan memperpanjang kontrak kerjasama mereka.


"Baiklah, kita bertemu lagi besok pukul 09.00 pagi kamu akan melakukan pemotretan indoor dan outdoor untuk satu pakaian jelas pria itu."


Setelah semuanya selesai, Mereka pun berjabat tangan dan keluar dari ruangan tersebut.


Dari tadi pria itu selalu melayangkan tatapan memuja kepada Marissa. Walaupun tidak diketahui oleh Marissa, tetapi Bian melihatnya dengan jelas.


"Beberapa pakaiannya agak terbuka, aku takut Crypton akan marah." ujar Marissa saat ini mereka sudah berada dalam mobil.


"Jangan pikirkan dia. Dia tidak memiliki hak apa-apa lagi. Jika sudah berurusan dengan Nyonya Vania dan kakek.

__ADS_1


"Tapi..."


"Apakah kau memiliki perasaan kepadanya? hardik Bian dengan pertanyaan yang jawabannya sangat sulit. Sehingga Marisa tidak bisa menjawab pertanyaan itu.


"Apakah tebakanku itu benar?


"Entahlah, aku tidak begitu mengerti dengan hatiku." jawab Marissa membawa pandangan keluar dan menghela nafas berat.


Dia benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya saat ini. Ketika pertama kali bertemu Crypton dia ketakutan dengan pria itu. Karena pria itu sangat kasar dan kejam kepadanya. Tetapi seiringnya berjalannya waktu, dan sifat pria itu berubah lembut kepadanya. Ia pun merasa nyaman hingga tadi dia melihat pria itu sedang bersama wanita lain. Dia merasakan sakit pada hatinya, Tetapi dia cukup sadar diri menurutnya. Perasaan dia punya beberapa hari belakangan ini. Hanyalah perasaan namun terhadap seseorang tidak lebih dari itu.


****


"Cari angin, mansion ini memuakkan, Iya kan?" Bian merangkul bahu Marissa dan menjawab ketus pertanyaan Crypton. Namun hanya dibalas dengan gumaman oleh Marissa.


"Ikut aku." perintah Crypton dengan suara dingin kepada Marisa. Marissa pun mengalihkan pandangan pada Bian. Setelah mendapat anggukan oleh Bian, barulah dia mengikuti Crypton.


Di sinilah mereka saat ini berada di kamar pria itu. Namun, tidak ada di antara mereka yang berbicara. Marissa sibuk dengan pikirannya. Sedangkan Crypton sibuk dengan pekerjaan yang tertunda, karena kegiatan panas bersama pelayan baru itu.


Hingga Marisa merasakan kantuk yang menyerangnya, dan dia pun tertidur di atas ranjang pria itu dengan posisi duduk menyandar pada dashboard ranjang.


Crypton mengalihkan pandangan Crypton berdiri dari duduk menuju ranjang. Kemudian membaringkan tubuh Marisa dan memperbaiki posisi gadis itu. Mata memandang wajah cantik gadis itu, dan membawa jarinya mengelus wajah lembut tersebut. Ada rasa bersalah di hatinya, ketika gadis itu melihat kegiatannya bersama wanita lain. Tapi pikirannya berteriak bahwa dia sama sekali tidak peduli.

__ADS_1


Pada malam harinya, Marissa terbangun dari tidurnya. Dia dengan terburu-buru langsung keluar dari kamar Crypton.


Crypton yang melihat hal itu langsung memantau melalui CCTV yang terhubung pada tabletnya. Dia melihat Marissa memasuki kamar dan keluar dari kamar dengan pakaian olahraga.


Dia tetap memantau pergerakan Marissa sehingga Marissa saat ini kembali naik ke lantai dua dan menuju ke ruang gym.


cukup lama Crypton Memantau Gadis itu melalui CCTV yang terhubung pada tabletnya. Ia pun memutuskan untuk mengikuti gadis itu, dia keluar dari kamarnya dan menuju ruang gym yang kebetulan masih terletak di lantai dua.


Dia memperhatikan Marisa dari belakang. Gadis itu mengikat bawahan baju kaos tanpa lengan, yang ia gunakan. Sehingga pinggang yang ramping terlihat jelas dari belakang. keringat pun juga sudah bercucuran pada leher belakangnya.


"Kenapa tidak tidur?"


Marissa yang sedang fokus dengan kegiatannya seketika terperanjat mendengar suara Crypton.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"

__ADS_1


__ADS_2