Perjuangan Cinta Abimayu

Perjuangan Cinta Abimayu
BAB 47. PASRAH_PCA


__ADS_3

Setelah beberapa hari tinggal di mansion itu, Vika tidak berhenti memperhatikan kedekatan Marissa dengan Crypton. Contohnya seperti saat ini. Dari tempat yang tidak terlalu jauh, dia memperhatikan Marissa yang bermesra-mesraan dengan Crypton di depan kamera. Tetapi mereka tidak live, seperti biasa. Melainkan hanya membuat konten biasa.


"Apakah seperti ini?" Marissa menggerakkan tubuhnya dan berpose. Saat ini gadis cantik itu berpose dengan memperlihatkan pakaian yang dia pakai. Riasannya juga lebih sedikit Badas dari hari biasanya. Tetapi masih terlihat cantik di wajah imutnya. Di saat ini bukan hanya mendapat endorse produk kosmetik saja.


Tetapi juga dengan pakaian dan makanan, Beberapa brand juga memintanya untuk menjadi model brand mereka. tetapi Marissa menolak, karena tidak diizinkan oleh Crypton. alhasil dia hanya membantu mempromosikan melalui konten yang dia buat dan juga melalui live yang sering dia lakukan.


"Tidak buruk, coba pegang gelas ini." Crypton memberikan gelas yang merasakan wine pada Marissa dan memperbaiki rambut Marissa."Coba lagi." ucapnya yang dituruti oleh Marissa.


Setelah itu, Marissa langsung melihat hasil rekamannya, yang menurutnya tidak buruk.


Dengan ini kau bisa mempromosikan make up, pakaian dan Wine ini sekaligus." ucap Crypton.


Semakin lama Crypton semakin tahu bagaimana sifat Marissa. Dan dia juga baru mengetahui bahwa Gadis tawanannya itu, adalah gadis yang sangat ceria, mungkin awal-awal bertemu dengannya dulu, Gadis itu takut kepadanya.


"Benar juga, aku akan mempromosikan yang ini. Terima kasih, Master." ucap Marissa membawa pandangan kepada Kia


Dia tidak menjawab, ucapan terima kasih Marissa. Tetapi mendekatkan mobilnya kepada Marissa yang langsung dikecup oleh Marissa dan hal itu dilepas dari sorotan mata Vika.


"Fokus saja terhadap pekerjaan. jangan iri melihat mereka. Kau sudah mendapatkan Kia." ujar salah satu pelayan yang merasa jengah dengan tatapan Vika selalu tertuju pada bos mereka.


"Besok malam, akan ada acara keluarga. Tante Vania mengundangmu dan memintamu untuk hadir. ucap Crypton


"Tante sudah mengatakannya." jawab Marissa dengan tertawa kecil.


"Baiklah, aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan Aku pergi dulu. Jika kau sudah selesai, hampiri aku di ruang kerjaku." ucap Crypton yang dibalas anggukan kepala oleh Marissa.

__ADS_1


Dia saat ini memang tidak ada pekerjaan di luar. Dan hanya memeriksa laporan yang diberikan oleh Kia kepadanya.


Marissa pun saat ini Kembali fokus dengan pekerjaannya bibirnya tidak berhenti membentuk senyuman. Sudah beberapa hari ini sifat Crypton sangat lembut kepadanya. dan hampir tidak pernah kasar lagi. Hal itu sedikit menggetarkan hatinya.


Menyadari apa yang dia pikirkan, dia langsung menggeleng cepat. Kemudian kembali pada pekerjaan yang mendatangkan pundi-pundi dolar kepadanya.


Vika yang sudah dari tadi bekerja dengan teman sesama pelayan, dia tidak berhenti memperhatikan Crypton. Sehingga Crypton naik ke lantai dua dengan buru-buru. Dia berlari ke arah dapur dan menyeduh secangkir minuman kemudian dia memperbaiki tampilannya dan sedikit berdandan.


Setelah selesai, dia pun membawa teh itu ke ruang kerja Crypton dan mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali. Hingga dia mendengarkan perintah untuk masuk dari dalam sana.


"Apakah anda sedang bekerja, saya membuatkan sebuah teh hijau untuk anda, ini sangat cocok dinikmati saat sedang bekerja. karena manfaatnya yang luar biasa. Wanita itu membawa teh itu ke arah Crypton dengan berjalan meliukkan tubuhnya seakan menggoda Crypton.


Crypton tersenyum miring melihat wanita yang memasuki ruangannya. Matanya meneliti tubuh wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Wanita itu meletakkan teh pada meja kerjanya, dengan gerakan sensual dan sengaja menundukkan badan sehingga perlahan dada wanita itu terlihat jelas di depan Crypton.


"Ada apa Tuan? Apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Senyuman pada bibir Crypton tercetak jelas. ternyata dia memasukkan wanita murahan ke rumahku. "Sudah berapa kali Kia memakai tubuhmu ?" tangan Crypton langsung merangsek ke dalam rok pendek pelayan yang digunakan oleh wanita itu, menggeser dalam wanita itu ke samping, dan langsung menyerang. wanita itu dengan tiga jari sekaligus.


Dia menggerakkan jaringan dengan cepat di dalam sana. Hingga wanita yang duduk di atas pahanya itu tidak bisa menahan de$@han dan getarannya. Bahkan tunggang wanita itu bergerak ke atas, karena dahsyatnya serangan dari bawah. Tetapi Crypton menahan punggung wanita itu, supaya tidak banyak bergerak.


Di saat yang sama, pintu ruangan itu terbuka menampilkan Marissa yang terlihat syok melihat apa yang mereka kerjakan saat inim


"Ma....maaf." ujar Marissa keluar dari ruangan itu dan kembali menutup pintu.

__ADS_1


Mata Crypton menatap ke arah pintu yang sudah tertutup itu. Namun jarinya tetap bergerak dengan cepat di bawah wanita yang duduk pada pahanya, dan jarinya sudah sangat basah oleh cairan wanita tersebut.


Setelah menutup pintu, Marissa tidak langsung meninggalkan ruangan itu. Dia terduduk lemas sumbari memukul-mukul dadanya. "Tidak, kau merasa kau tidak menyukainya. Kamu tidak sakit hati melihat itu." gumamnya dengan terus memukul dadanya. Merasa sakit melihat hal itu. Tetapi dia cukup sadar diri dengan posisinya dia bukan siapa-siapa


Dia saat ini tidak menyadari, bahwa Bian sudah berdiri di dekatnya.


"Ada apa?" tanya Bian dia mendengar apa yang dikatakan oleh Marissa dan juga melihat gelagat aneh gadis itu.


Marissa terkejut melihat keberadaan Bian yang tiba-tiba ada di dekatnya, dia berdiri cepat dengan wajah panik.


Sementara ditempat lain, Karina dan Abizar masih tetap dikejar oleh Seseorang yang mereka sama sekali tidak mengetahui siapa sosok yang ingin membunuh mereka. Hingga akhirnya Karina dan Abizar menemukan telepon umum dan berusaha untuk menghubungi Tuan Gonzales. Tapi sayang nya Sambungan telepon kerumah Tuan Gonzales, di di putus dan disadap oleh komisaris, yang selama ini bekerja sama dengan Tuan Gonzales, Barack dan juga Crypton.


Karina sudah semakin ketakutan dan tidak tau berbuat apa, Karena Tuan Gonzales tidak dapat di hubungi. "Kenapa nomor telepon Ayah dan nomor telepon rumah tidak bisa di hubungi?" tanya Karina kepada Abizar.


"Abizar mengerikan bahunya. Ia tidak paham apa yang terjadi, yang membuat mereka di kejar oleh kelompok bersenjata. Meti dan Gerry dan juga Noah, sudah mencari keberadaan Abizar dan juga Karina. Noah menghubungi ayahnya, agar membantu mereka menyelamatkan Karina. Noah tidak mengetahui, kalau ayahnya sendiri yang meminta komisaris dan anak buahnya untuk membunuh Abizar. Karna mereka mengira Abizar sama dengan Abimayu.


"Astaga, papa juga tidak bisa di hubungi." gumam Noah dalam hati.


"Ada apa ini? padahal Abizar baru pertama kali menginjakkan kaki ke california, tapi sudah ada yang mengincarnya. Ada apa ini?" pertanyaan demi pertanyaan timbul dihati Noah, Gerry dan juga Meti.


Karina yang tak kunjung bisa menghubungi keluarganya sudah pasrah, mereka terus dikejar yang mereka juga tidak mengetahui siapa beberapa orang pria yang dengan beringas ingin menghabisi Abimayu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2