
Gerry dan Marissa sengaja menaiki jet pribadi milik keluarganya. Yang mana jet itu tidak kalah mewah dengan milik Crypton yang dinaiki oleh Marissa, kala Marissa dibawa oleh Crypton menemui salah satu kliennya. ketika bersama Crypton beberapa minggu yang lalu. Saat ini barulah Marissa menyadari bahwa jet itu, adalah milik keluarga Gonzales. sungguh kekayaan yang sangat luar biasa.
Benar yang dikatakan oleh Gerry. Mereka mendarat di salah satu bandara kurang lebih satu jam setelahnya. dan saat ini mereka sudah berada di ibukota.
Gerry membawa Marissa dari London ke san Diego. Ternyata hanya jalan-jalan di taman. sungguh disayangkan, namun Walaupun demikian taman itu terlihat sangat indah dan lumayan ramai.
Cukup lama mereka bermain dan berfoto-foto di sana, akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari taman itu.
"Tunggu aku di bawah. Aku ingin ke toilet sebentar." ucap Gerry Setelah dia pamit kepada Marissa, dia langsung berbalik ke arah toilet.
Di tempat yang sama.
Crypton saat ini sedang jalan-jalan di taman dengan seorang wanita yang selalu bergelayutan pada lengannya.Dia terpaksa jalan dengan wanita itu karena dia ada suatu rencana besar dengan ayah dari wanita tersebut. Yang akan menghasilkan ratusan juta dolar untuknya.
Ketika mereka melewati sebuah tangga, tidak sengaja matanya melihat seorang gadis yang sangat dia kenal. Gadis itu menuruni tangga seorang diri. Dengan penampilan yang sangat cantik dan menawan.
Terpaan angin sepoi-sepoi membuat helaian rambut gadis itu berkibar.
"Jauhkan tanganmu dariku!"perintahnya dengan suara rendah kepada wanita yang bergelayutan pada lengannya. Tetapi wanita itu tidak mengetahui maksud dari perintahnya. Hingga dia menarik tangannya dengan paksa.
Selain karena sudah jengah, dengan wanita itu. Dia juga merindukan gadis mainannya yang mengantarkan dirinya secara sukarela kepadanya.
"Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba kamu sangat kasar? teriak wanita itu dan teriakan itu berhasil mencuri perhatian Marissa. Gadis kecil milik Crypton itu mematung melihat mereka.
Crypton tidak menjawab pertanyaan wanita yang ada di sampingnya. Dia melangkah menaiki tangga taman itu, dan menghampiri mereka yang saat ini masih mematung.
__ADS_1
Tangannya terarah pada helaian rambut Marissa yang ada pada wajah Marissa dan menyelipkannya di belakang telinga Marissa.
"Aku senang, Kau masih menggunakan kalung pemberianku. Kalung itu sangat cantik di lehermu." ucapnya dia menatap tubuh Marissa dari kepala hingga ujung kaki. Kemudian kembali membawa pandangannya pada wajah cantik Marissa wajah itu sudah terlihat berisi kembali.
"Kau ke sini bersama siapa hm? apakah kau ingin kabur dariku? tanyanya dengan suara rendah. Tetapi tatapan matanya terlihat sangat mendamba kepada Marissa.
"Siapa wanita ini? apakah kau berubah kepadaku, karena wanita ini? hardik wanita yang berjalan bersamanya. Yang bergelayutan manja di lengan Crypton dan menarik lengan Crypton.
Dia Ibu dari anak-anakku. Tolong lepaskan tanganmu dari tubuhku, dan katakan kepada ayahmu. Bahwa aku tidak jadi melakukan kerjasama dengannya!
"Tidak bisa begitu, kita sudah resmi berpacaran." ucap wanita itu tidak terima karena dirinya dicampakkan begitu saja.
"Kebetulan kau sudah di sini tolong urus wanita gila ini."perintahnya kepada Gerry yang baru saja menghampiri mereka. Setelah itu dia membawa Marissa dari tempat itu.
Setelah beberapa meter menjauh dari tempat sebelumnya, Marissa menghentikan langkahnya sehingga Crypton juga ikut berhenti.
"Aku ingin bersama Gerry."jawab Marissa dengan tatapanmu memelas. Dia sangat ingin menarik tangannya dari genggaman Crypton. Tetapi dia tidak memiliki keberanian.
"Apakah kau perlu aku ancam dulu supaya mau menuruti perintahku?" tanya Crypton dengan Tatapan yang seketika berubah menjadi tajam dan menakutkan.
Marissa terdiam, Marissa tidak bisa menjawab pertanyaan Crypton dan membawa pandangannya ke arah lain. Namun Crypton kembali membawa dagunya sehingga pandangan mata mereka kembali bertemu.
"Aku bertanya kepadamu. Apakah aku perlu mengancam mu dulu?
Marisa menggeleng-pelan dengan tatapan iba.
__ADS_1
"Bagus, Ayo ikut denganku. Crypton kembali membawa tangan Marissa. Tetapi Marissa masih tidak melangkah sehingga dia kembali melihat ke arah Marissa
"Aku tidak ingin ikut denganmu, aku takut." cicit Marissa. Terlihat jelas ketakutan di wajahnya dia belum bisa melupakan trauma yang dibuat oleh Crypton kepadanya.
"Marissa!"Crypton mendesis kesal dengan mata yang menyerotkan amarah. Hal itu membuat Marissa bergetar ketakutan. Air mata Sudah berlinang di pelupuk matanya, detik berikutnya jatuh ke pipinya.
Menghela nafas, Crypton menghapus air mata Marissa dengan punggung tangannya kemudian menatap gadis rapuh itu dengan tetapan lembut."Ayo ikut denganku, Aku tidak akan menyakitimu." bujuk Crypton bagaikan membujuk seorang anak kecil
"Janji?
"Iya, aku berjanji. Crypton memberikan jari kelingking pada Marissa yang langsung ditautkan oleh Marissa dengan jari kelingkingnya.
Crypton tersenyum kecil,dengan tingkah Gadis itu. Kemudian dia menekan tangan mereka dan membawa Gadis itu meninggalkan tempat itu.
Mereka mengendarai mobil yang dibawa oleh Crypton dan Marissa sama sekali tidak mengetahui Crypton akan membawanya kemana. Percuma juga jika akan bertanya, karena dia tidak mengetahui apa-apa tentang negara itu.
"Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah kau sudah sembuh?" tanya Crypton membawa pandangan kepada Marissa. kemudian kembali menatap jalan di depan mereka.
"Sudah." jawab Marisa. Dia tidak tahu seperti apa harusnya menjawab pertanyaan Crypton itu fisiknya memang sudah sembuh. Tetapi tidak dengan mentalnya dia ketakutan dengan pria yang ada di sampingnya. Saat ini tetapi dia harus berpura-pura tegar dan kuat. Karena tidak ingin sesuatu terjadi terhadap dirinya maupun keluarganya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"