Perjuangan Cinta Abimayu

Perjuangan Cinta Abimayu
BAB 40. PERKELAHIAN _ PCA


__ADS_3

"Kenapa? tidak ada yang salah dari perkataanku. Kau saja yang bodoh sudah bertahun-tahun dia meninggalkanmu. Tapi kau masih tetap saja terperangkap di bawah bayang-bayang!"


"Tutup mulutmu?


Plak.....


Plak.....


Plak.....


Crypton melayangkan pukulan bertubi-tubi pada wajah Kia. Tetapi Kia pun tidak mau diam diam menendang perut Crypton dan dengan cepat berdiri setelah itu dia melayangkan pukulan pada wajah Crypton.


Perkelahian di antara mereka tidak bisa dielakkan. Ketika mendapat kesempatan Crypton memukul Kia dan ketika Kia mendapat kesempatan dialah yang melakukan hal sebaliknya. Wajah mereka saat ini sudah babak belur, tetapi tidak ada yang ingin menghentikan perkelahian di antara mereka.


Hal itu berlanjut sekitaran, setengah jam tanpa ada pemenang tanpa ada yang kalah. Kekuatan mereka bagaikan sama dari waktu setengah jam pun berlanjut menjadi satu jam. Dan keadaan mereka saat ini masih sama.


Sehingga mereka sama-sama menghentikan kegiatan mereka dan menjatuhkan tubuh mereka berbadan pada lantai yang posisinya bersebelahan. Kedua tangan mereka rentangkan nafas berat sama-sama keluar dari mulut mereka. Dan mereka sama-sama meludahkan darah dari mulut mereka.


Sudah seharusnya kau move on. Marissa adalah gadis yang cocok untukmu. Aku melihat bahwa kau memiliki perasaan kepadanya. Tapi terhalang oleh masa lalu.


lagi pula dia adalah satu-satunya wanita yang kau tiduri, lebih dari satu kali. Kecuali wanita itu. Dan dia juga memiliki kepribadian yang baik serta asal-usulnya yang jelas.


"Tutup mulutmu!" Crypton berdiri dari posisi berbaringnya. Kemudian dengan tertatih keluar dari ruang kerjanya itu.


Di sinilah Crypton sekarang berada di sebuah kursi panjang, di bawah pohon di luar markasnya. Sebatang nikotin yang dihembuskan oleh Crypton mengabulkan asap ke permukaan. Pikirannya saat ini kacau, karena masa lalu yang masih belum bisa dia lupakan, dibahas kembali.


Mendongakkan kepala dengan pandangan lurus ke depan. Seketika bayangan seorang wanita cantik yang dulunya selalu mengisi hatinya, dan membuatnya tersenyum. Kembali hadir di ingatannya. Semakin lama waktu berlalu rasa yang ada di hatinya bukan semakin memudar. Malahan semakin membesar sungguh dia merindukan wanita itu.


Cukup lama dia berada di bawah pohon itu, dia pun berdiri dan mulai meninggalkan tempat itu. Tujuannya saat ini adalah mansionnya.


****


Mobil mewah yang saat ini dia bawa sudah berhenti di depan mansionnya. Tidak mengambil kunci mobil terlebih dahulu. Ia pun meninggalkan mobil itu begitu saja yang akan diurus oleh anak buahnya.


Tungkai panjangnya membawanya memasuki mansion dan langsung bertemu dengan gadis yang sama sekali tidak ingin dia lihat untuk saat ini.


Marissa terhenyak melihat wajah Crypton yang babak belur, dan pakaian yang terlihat berantakan dia langsung menghampiri pria itu tetapi pria itu melayangkan tatapan nyalang kepadanya.

__ADS_1


"Master kenapa?"tanyanya dia berusaha menghilangkan rasa takutnya, dan mendekati Crypton. Tetapi tangannya langsung ditahan oleh pria yang berwajah dingin itu.


"Jangan sentuh aku!" desis Crypton dengan tatapan tajam dan benci kepada Marissa. Dia mencengkram kuat tangan Marisa yang berniat akan menyentuhnya sehingga Marisa meringis kesakitan. Kemudian dia membanting tangan itu, dengan kasar dan berlalu meninggalkan Marissa.


Marissa tercengang dengan perlakuan Crypton itu. Tadi pagi mereka masih baik-baik saja dan pria itu juga terlihat perhatian kepadanya. Tetapi saat ini sifat pria itu kembali seperti semula.


Dia menghela nafas, kemudian memasuki kamarnya. Namun pikirannya tidak tenang, dia selalu memikirkan Crypton. Apakah ada masalah dengan pekerjaannya?" gumamnya detik berikutnya dia berdiri dan keluar dari kamarnya.


Dia menuju ke arah kamar Crypton dan dengan mengumpulkan keberaniannya, Ia membuka pintu kamar tersebut.


"Master, Apakah anda baik-baik saja?" tanyanya sembari melangkahkan kaki memasuki kamar tersebut. Tanpa tahu bahwa rahang Crypton mengeras ketika melihatnya.


"Siapa yang mengizinkanmu masuk?" tanya Crypton dengan tatapan tajam.


"A...aku khawatir dengan keadaanmu." cicit Marissa


"Aku tanya Siapa yang mengizinkanmu masuk!" bentak Crypton sehingga membuat Marissa tergelonjak karena terkejut.


" A....aku


"Keluar!" teriak Crypton. Marissa keluar dari kamarnya,dan setibanya di luar dia mendorong tubuh Marissa dengan kuat. Sehingga kepala Marissa terbentur ujung pas bunga semen yang ada di belakang.


Crypton mengerang kesal dan menendang angin. Dia menghela nafas dan berusaha menenangkan dirinya. Detik berikutnya dia menyusul Marissa. Tetapi dia tidak menemukannya di kamar gadis itu.


Dia langsung mengeluarkan ponselnya dengan menelepon Bian. Tetapi wanita itu ternyata sedang tidak berada di mansion, sehingga dia menanyakan Marissa kepada pelayan yang lain.


"Tadi Marissa berlari ke arah Rumah belakang jawab pelayan itu dengan sopan."


Crypton langsung berlari ke rumah belakang, yang merupakan rumah tempat tinggal khusus pelayan. Kecuali Bian dan menemukan Marissa di sana yang sedang diobati oleh pelayan lain.


"Sepertinya Anda harus ke rumah sakit." ucap pelayan itu sembari mengobati Marissa.


"Apa...aaw tidak perlu, tolong obati saja. rasanya sangat perih." jawab Marissa sembari meringis kesakitan ketika cairan dingin itu mengenai lukanya.


Crypton menghela nafas. Kemudian mendekati pelayan dan gadis tawanan itu. "Tinggalkan kami, perintahnya kepada pelayan kemudian menggantikan posisi pelayan itu mengobati Marissa. Sedangkan Marissa hanya diam tidak berani bersuara.


"Sssst! Aaw! pelan pelan,"pinta Marissa dengan meringis kecil.

__ADS_1


"Lain kali, jika aku mengatakan tidak ya tidak. Jangan membantah." seru Crypton sembari memberikan obat pada luka Marissa.


"Biasanya aku memang tidak berani, tapi tadi aku khawatir." jawab Marissa yang hanya dibalas helaan nafas pasrah dari Crypton.


"Sudah kembalilah ke kamarmu!"


"Lalu Master Bagaimana?" tanya Marissa mengalihkan pandangan pada wajah Crypton yang babak belur.


"Kau ingin mengobati ku?"


"Jika Master mengizinkan."


Crypton berdiri dari duduknya dan berjalan kembali ke kamarnya, yang diikuti oleh Marissa dari belakang. Setibanya di kamar dia langsung memberikan kotak obat kepada Marissa.


Marissa pun membuka kotak obat itu dan membersihkan wajah terlebih dahulu. Setelah itu barulah dia mengobatinya.


"Apakah ada masalah dengan pekerjaanmu?"


"Tidak!"


"Lalu Dari mana Anda mendapatkan luka?"


"Bisakah kau tidak bertanya?"


Marissa langsung merapatkan mulutnya sembari mengobati wajah Crypton yang babak belur.


Sesekali meniup kecil yang sudah diobati itu. kemudian dia beralih pada sudut bibir Crypton yang terluka. Dan tanpa sadar Ia pun meniupnya, sedangkan tatapan Crypton Saat ini fokus pada bibirnya.


Dengan cepat tangan Crypton menarik tengkuk Marissa sehingga bibir mereka beradu dia langsung menyesap dengan Crypton memasukkan lidah ke dalam mulut Marissa


"Luka master sudah selesai aku obati, sebaiknya Master mandi dulu." ujar Marissa kemudian dengan cepat berlari dari kamar itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2