Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
36 KENANGAN KEMBALI


__ADS_3

Sesampai nya di kediaman Reval dan Anira memasuki kamar masing masing .


'' Astaga jantung gue kenapa ga bisa di ajak kompromi sih saat di tanya soal anak . '' gumam Anira sambil duduk di sisi ranjang memegang dada nya karna detak jantung nya begitu cepat .


''Astaga gue kan harus pikiran sama otak gue buat besok lomba kenapa bisa lupa segala sih , ini karna kejadian barusan deh jadi lupa ingatan gue jadi nya . '' gumam Anira lalu memukul kepala nya sendiri karna kesal.


-


-


Di kamar nya Reval terus saja merasa ada hal yang mengganjal pikiran nya . Tiba tiba saja ia teringat akan mantan kekasih nya , Reval sebenar nya ragu untuk meyakinkan hati nya apakah sudah tumbuh cinta ia takut akan kembali sakit hati lagi itu sebabnya Reval hingga saat ini masih menahan perasaan nya .


Setelah cukup berpikir Reval masuk ke kamar mandi untuk mendingin kan pikiran nya rasa nya setelah di tanyai Soal mempunyai anak tadi oleh Tante nya Reval merasa tak karuan .


Di dalam kamar mandi Reval masih kepikiran perkataan Tante nya tadi , '' Apa Tante WITA curiga ya sama hubungan gue dengan Anira , Tante WITA kan pandai mengintrogasi pasti ngerasa kalau hubungan gue ada yang tak beres , ahhh biarin lah , emang kenyataan nya juga gitu . '' gumam Reval masih mengguyur tubuh nya dengan air hangat shower .


-


-


Pagi hari yang cerah


Pagi hari yang cerah ini , hari ini adalah hari yang begitu menegangkan bagi Anira bagaimana tidak hari ini adalah hari perlombaan nya di sekolah .


''Bissmilahhirahmanirrahim aku pasti bisa . '' gumam Anira sambil memakai tas ransel nya dengan seragam sekolah nya . Anira kemudian keluar kamar menuju tempat makan untuk sarapan ,namun kali ini serasa berbeda karna ia tak melihat keberadaan Reval karna biasa nya saat Anira akan sarapan pasti Reval sudah berada di meja makan lebih dulu.


'' Bibi , di mana kak Reval ?? '' tanya Anira kepada pembantu.


'' Sudah berangkat dari tadi pagi non , katanya ada urusan mendesak jadi tuan berpesan untuk nona makan sendiri hari ini . '' ujar bibi menyampaikan pesan sekaligus menjawab pertanyaan Anira .

__ADS_1


'' Hmm , makasih bi . '' ucap Anira terlihat lesu , ada rasa kekecewaan di hati nya di hari perlombaan diri nya orang yang harus nya memberi semangat dirinya malah sibuk dengan pekerjaan .


Selesai sarapan Anira pun pergi keluar villa ingin berangkat ke sekolah nya namun hal mengejut kan terjadi .


''Hariz !! '' gumam Anira tak percaya laki laki ini datang menunggu nya di depan kediaman .


'' Hay Anira , ayu naik motor ku kita berangkat bersama .'' ucap Hariz , ia sudah lama menunggu Anira di depan gerbang villa .


'' Da . ..dari mana kamu tau alamat rumah ku di sini ??? tanya Anira gugup takut akan menimbulkan masalah jika ada seorang laki laki menjemput nya .


'' Tentu saja dari kak Raffy dari siapa lagi . '' jawab hariz santai sambil menampilkan mata genit nya .


'' Sudah ayu naik , nanti kita terlambat . '' ucap hariz .


Anira terdiam ia bingung apakah harus menerima tawaran dari hariz atau menolak nya .


'' Emm.. kamu berangkat saja lebih dulu , aku Lagi nunggu kak Reval , bentar lagi dia datang keluar . '' ucap Anira berbohong .


Mamang yang berjaga di depan gerbang villa pun mendekati ,


'' non apa nona baik baik saja ?? .'' tanya mamang khawatir dengan Anira melihat sikaf tak sopan teman lelaki majikan nya tersebut.


'' Hmm , saya ga papa kok mang . -' ' jawab Anira sambil tersenyum kecil ke arah mamang.


''Ya sudah ayo berangkat sekarang . '' ucap Anira sebenar nya ia rada jengkel dengan sikaf Hariz yang tiba tiba datang menjemput nya .


Dengan terpaksa Anira ikut Hariz ke sekolah karna hariz terus memaksa nya dan Anira juga tak bisa menolak nya dengan berbagai cara lagi . Hariz tersenyum puas karna anira mau ikut dengan nya , ia merasa bangga pada diri nya karna bisa menaklukkan Anira yang super pendiam ini .


Sepanjang perjalanan Anira hanya diam saja , Hariz yang dari awal berangkat mulai rumah Anira terus saja mengajak nya berbicara . . mengajak nya berbincang berbagai hal namun Anira hanya diam dan tak menghiraukan nya .

__ADS_1


''Anira , menurut kamu kita bakal nenangin lomba ini gak ?? '' tanya Hariz .


''Entah . ''jawab Anira singkat .


''Emm kalau menurut kamu lawan kita nanti gimana ?? , kalau menurut aku sih panti mereka ga bakalan jago ngalahin kita secara kan kita paling hebat , iya gak. . . hahaha. . .'' ujar Hariz terus mengoceh , Anira yang mendengarkan hanya bisa memutar bola mata nya karna merasa jenuh dengan sikap Hariz yang sok sangat akrab .


Jujur Anira merasa sangat risih dan tak nyaman berdekatan dengan Hariz seperti ini , apalagi ia berpikir kalau Reval sampai tau bisa perak Irak dia , '' pikir Anira mulai cemas .


'' Anira kamu dengerin aku gak sih dari tadi . '' tegor Hariz yang dari tadi bicara namun tak di tanggapi oleh Anira .


''hah . . ,, sory gue lagi sakit gigi jadi malas ngomong . '' ucap Anira beralasan .


-


-


*****


Di kantor nya Reval kali ini kedatangan tamu klain bisnis dari luar negara , itu sebabnya lah ia berangkat pagi pagi sekali ke kantor karna akan mengadakan pertemuan dengan beberapa klain penting tersebut .


Sekarang sudah jam 10:00 pagi David pun masuk untuk memberi tahu kan bahwa klain dari luar negri tersebut sudah tiba di kantor nya dan sekarang sudah menunggu di ruangan khusus.


''Permisi pak . Maaf sekarang klain bapak sudah datang dan sekarang mereka sudah berada di ruangan yang bapak perintah kan . '' sampai David .


'' Baik vid , kamu tolong ambil berkas berkas ini dan tolong kamu urus ini dan ini , oke . '' ucap Reval lalu ia beranjak dari kursi kerja nya berjalan sambil membawa sebuah labtop nya .


setelah sampai di sebuah ruangan khusus yang biasa ia gunakan untuk mithing bersama klain penting nya , Reval pun memperkenalkan diri lalu memulai dengan menjelaskan beberapa materi yang akan mereka bahas kedepannya dalam mithing hari ini , namun siapa sangka mithing kali ini membuat Reval terkaget bukan main . Orang yang selama ini Reval sayang dan cintai namun berkhianat kepada nya ada di acara mithing hari ini dan itu lah yang membuat Reval heran . Bahkan Reval tak habis pikir kenapa. Bella sang mantan kekasih bisa menjadi klain penting nya yang dari luar negri .


Setelah sadar akan keberadaan Bella , Reval pun menjadi tak bersemangat untuk melanjutkan kerja sama nya dengan para klain tersebut , bukan apa ia hanya tak ingin mengenal Bella lagi ia sudah merasa sangat sakit hati , kini saat rasa sakit itu mulai pudar , mengapa harus hadir lagi . Reval tak ingin jika berhubungan bisnis dengan Seorang Bella yang sudah sangat banyak memberi nya begitu banyak kenangan indah dan kenangan pahit , jika Reval memaksakan untuk tetap melanjutkan kerja sama dengan Bella ia takut akan sulit untuk melupakan Bella kembali .

__ADS_1


-


-


__ADS_2