Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
4#


__ADS_3

Assalamualaikum , Anira pulang . '' ucap Anira saat sudah memasuki rumah nya


Waalaikumsalam , Anira ayah butuh bantuan kamu . ''ucap Sartono serius


Maksud ayah ? .'' tanya Anira bingung


Oma Yasmin saat ini sedang membutuhkan donoran darah dan stok darah yang sama dengan beliau saat ini sedang kosong . '' ucap Sartono


Lalu apa hubungan nya dengan Anira yah ? . '' tanya Anira tak paham


Kamu memiliki golongan darah yang sama dengan Oma Yasmin yaitu AB+ , jadi kamu mau kan donorin darah kamu buat Oma Yasmin . '' bujuk Sartono .


Anira pun tersenyum lalu mengangguk tanda setuju


Anira ganti baju dulu yah . '' jawab nya lalu pergi menuju kamar nya


Ayah Sartono sekarang ini menunggu di ruang tengah bersama dengan istri nya Fatma .


Ko Oma Yasmin bisa masuk rumah sakit sih yah ? '' tanya Fatma


Kemarin itu ada sedikit komplek di rumah nyonya Yasmin tentang perebutan harta warisan sebenar nya sih bukan memperebutkan karna tuan firdy tidak mau menerima jika nyonya Yasmin memberika semua harta kepada tuan Sandiaga , sedangkan tuan Sandiaga sendiri sudah menolak tapi nyonya Yasmin tetap bersikeras memberika seluruh harta warisan kepada tuan Sandiaga . '' sahut nya sambil menyandarkan punggung nya di kursi tua ruangan tersebut .

__ADS_1


Maksud ayah ? '' Fatma masih belom mengerti dan Sartono pun menjelaskan tentang kejadian di rumah majikan nya tersebut .


Astagfirullah memang ya yah Ferdy itu selalu membuat masalah , mangkanya Oma Yasmin menolak memberikan harta warisan kepada anak nya sendiri . '' ucap Fatma tak habis pikir dengan kelakuan anak majikan suami nya tersebut.


Iya Bu itu lah sebab nya tuan Ferdy itu selalu melakukan apa pun yang dia mau jika tidak dapat maka dia akan melakukan kekerasan .'' ucap Sartono menceritakan kelakuan asli anak majikanya itu.


Tak berapa lama datang lah Anira .


Yuk yah .'' tegur Anira saat sudah di ruangan tempat ayah dan ibu nya berada sekarang.


Sudah siap , ayu berangkat sekarang .'' ujar ayah.


Bu Anira pergi dulu ya , assalamualaikum .'' pamit Anira lalu berangkat bersama ayahnya menuju rumah sakit .


oke Bu siap .'' sahut Anira lalu menutup pintu mobil


-


Sekitar beberapa jam menempuh perjalan Anira dan Sartono pun kini sudah sampai di rumah sakit . Anira berjalan mengikuti ayah nya membawa nya ke tempat ruangan nyonya Yasmin di rawat , di sana sudah ada Sandiaga dan sarmitra ,sedangkan Ferdy kini sudah pergi entah ke mana .


Assalamualaikum , tuan .'' ucap Sartono kepada majikan nya

__ADS_1


Waalaikumsalam , ini dia sudah datang . '' sahut Sandiaga


Assalamualaikum , tuan nyonya . '' ucap Anira lalu mencium punggung tangan Sandiaga dan istri nya


Sandiaga dan istri menerima salam Anira dengan ramah.


Apa kamu bersedia mendonorkan darah kamu Anira ? '' tanya Sandiaga ragu


Kenapa saya harus menolak , Oma Yasmin dan tuan sudah sangat sering membantu keluarga saya , kini giliran kami yang membantu , maaf hanya dengan cari ini kami bisa membalas kebaikan kalian selama ini . '' ucap Anira terharu


Terimakasih Anira , terima kasih .Ayo kita temui dokter sekarang . '' ajak Sandiaga dan sarmitra dan di ikuti oleh Anira dan ayah nya


-


-


Sekarang Anira sudah usai mendonorkan darah nya . Sandiaga berniat memberikan imbalan kepada Anira berupa uang atau apapun permintaan Anira akan di berikan nya kepada Anira asal kan ibu nya bisa mendapatkan pendonor darah dan dapat sehat kembali seperti semula


Anira kamu mau minta apa sama saya ?.., apa pun permintaan kamu pasti saya turuti anggap saja sebagai ucapan terima kasih saya kepada kamu karna sudah mau mendonorkan darah kamu buat ibu saya !.'' tanya Sandiaga serius


Anira tak minta apa apa tuan , cukup melihat oma sehat kembali itu sudah lebih dari cukup untuk saya .'' sahut Amira tulus

__ADS_1


kamu yakin tidak ingin meminta apa apa dari saya Anira ? . . Sartono pasti merasa sangat beruntung dan bangga mempunyai anak seperti kamu mempunyai hati yang sangat mulia ,. '' ucap sarmitra kepada Anira sambil membelai puncak kepala Anira yang tertutup hijab nya .


Anira pun tersenyum menanggapi pujian ,ia tidak besar kepala meski mendapat pujian dari siapa pun itu


__ADS_2