
***
Anira dan Reval kini sudah tiba di kediaman mereka rumah baru maksud nya . Reval yang menatap di samping nya Anira tertidur sepanjang jalan mengulaskan senyuman nya .
"Sayang ayo bangun kita sudah sampai . " ujar Reval membangun kan Anira sambil mengusap lembut puncak kepala nya .
" Hmm. maaf ya kak , nira tertidur . " ucap Anira baru bangun setengah sadar .
"Tak apa , saya paham kok kamu pasti kecapean hari ini di acara pernikahannya boy dan Sofia . " gumam Reval ia pun mendaratkan kecupan mesra di kening istri nya tersebut sebelom mereka keluar dari dalam mobil .
Di dalam kamar Reval menatapi punggung istri nya yang kini siap untuk ke kamar mandi karna sudah merasa sangat lengket .
"Mau mandi bersama , apa boleh sayang ?? " ujar Reval yang tiba tiba mendekap Anira dari belakang .
"Kak , Anira kan lagi palang merah , jadi gak bisa dulu ya . . hehehe . . "" ujar Anira sambil terkekeh melihat tiba tiba wajah masam suami nya yang semula bersinar .
"I iya ya . kok saya bisa lupa , Tapi emang gak boleh yah ?"" tanya Reval masih kurang ngeh .
" Bukan gak boleh , tapi aku akan merasa kurang nyaman dengan ke adaan ku yang masih haid ini untuk mandi bareng kamu . " jelas Anira ragu ragu sebenar nya ia agak malu menjelaskan nya .
"Hmm baik lah saya mencoba mengerti , Ya tuhan kapan saya buka puasa lagi . " rengek Reval yang langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur sambil berguling guling seperti anak TK yang di larang membeli mainan .
__ADS_1
Anira melihat kelakuan suami nya yang seperti bocil itu pun tertawa sambil menenggelamkan diri nya di balik pintu kamar mandi .
...****************...
🌞🌞🌞
Pagi ini terlihat begitu cerah , Anira sudah sibuk berada di dapur bersama pembantu rumah nya . Reval pun kini sudah rapi dengan pakaian kantor nya siap untuk otw bekerja .
''Emm wangi masakan kamu sampai ke kamar atas tau sayang , bikin saya ingin cepat cepat ke dapur untuk menyantapnya . '' ujar Reval yang tiba tiba datang langsung memeluk Anira dari belakang saat masih sibuk menata sarapan di atas meja makan .
'' Kak , lepasin ah . . malu tu di liat mbok . '' gusar Anira sedikit malu dengan tingkah Reval pagi ini apa lagi suami nya itu saat ini seolah tak perduli ada orang di sana .
''Tentu tuan , Yang salah itu kalau meluk mbok baru salah . ''ujar mbok ikut bergurau di pagi hari .
''Tuh mbok aja tau dek . '' ujar Reval .
''Iya kak , tapi gak usah meluk di sini juga dong malu aku nya . '' Anira masih malu dan ia sedikit kesal dengan tingkah suami nya tersebut.
Pagi pagi buta Reval sudah mulai usil dengan istri nya .
***
__ADS_1
"Sayang , kakak berangkat dulu ya . " ujar Reval di depan pintu rumah bersama dengan istri nya yang ikut mengantar nya .
" Iya kak , hati hati di jalan , semangat kerja nya suami ku . " ucap Anira sambil mencium punggung tangan suami nya .
" Kamu ada jadwal kuliah hari ini ga ?? " tanya Reval di sela sela ia sebelom berangkat .
"Ada kak tapi nanti masuk nya siang jam 01.00 an kenapa kak ?? " jelas Anira
"Mau saya antar , nanti saya bisa balik dulu ke sini untuk jemput kamu . " tawar Reval .
"Gak perlu kak , nanti nira naik taxsi aja , nira gak mau ngerepotin Kakak ." ujar nya sungkan .
"Loh , gak ada yang repot kok sayang . " jelas Reval .
"Udah kakak tenang aja , lagian kan sekarang enak kak , mau pergi bisa pakai taxsi online gak perlu nunggu tengah jalan kayak dulu dulu lagi . " Anira menolak tawaran suami nya secara lembut .
" Hmm iya juga ya , tapi kan kamu istri saya masa naik taksi , ya udah nanti saya akan suruh sopir di rumah mama untuk ngejemput kamu ya , etss gak ada penolakan lagi. Ya udah saya berangkat sekarang . Assalamualaikum. " ucap Reval mutlak tak dapat di bantah lagi .
"Iya deh , Waalaikumsalam."
Reval kini sudah Otw menuju kantor nya , ia mengendara sendiri karna belom ingin memiliki sopir atau sebagai nya .
__ADS_1