
🌞🌞. Pagi hari yang begitu cerah Anira pagi pagi sudah berada di kebun belakang rumah nya tengah asik menyiram tanaman di kebun tersebut sambil melantun kan sholawat , suara nya yang begitu merdu membuat siapa pun yang mendengar nya akan tersentuh hati nya .
''Subhanallah , suara mu memang tak berubah sejak dulu nduk . '' gumam ibu Anira Fatmawati.
Anira tak menjawab ia hanya melempar senyum nya saja.
''Ayah mana Bu?? '' tanya Anira tak melihat ayah nya sejak tadi .
''Ada nduk , itu lagi nyiapin sayur di depan rumah bentar lagi pengepul datang mau ambil sayur . '' tutur Fatmawati.
''Anira mau bersih bersih dulu ya buk !! Habis itu mau masak buat makan kita nanti . " ujar nya lalu ia beranjak masuk . Sesampai nya di dalam rumah Anira pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan nya serta kaki . Setelah di rasa bersih , kini ia pun menyiapkan lauk untuk sarapan pagi ini .
Anira memasak dengan sangat lihai seperti biasa nya , ia sangat menggemari memasak .
"Hmm ... sudah 2 hari aku di Jogja tapi ko kak Reval udah gak pernah telpon kasih kabar ke aku lagi . " Gumam Anira di sela sela beraktivitas.
Kini sarapan pun sudah selesai , Anira memilih pergi ke kamar nya untuk mencek ponsel nya , ia selalu merindukan Reval akhir akhir ini .
{ Assalamualaikum kak , kapan kamu pulang dari London ??. } ""Pesan singkat Anira untuk Reval .
"Hmm seperti nya akan sama seperti kemarin , tak akan ada jawaban ." gumam Anira .
"Nduk , ayu kita sarapan dulu . " ujar Fatmawati menghampiri Anira ke kamar nya mengajak nya untuk makan.
"Iya Bu . " jawab Anira kini ia sudah mengikuti ibu nya di belakang.
"Ayu Ra , sarapan dulu , ini pasti kamu yang buat kan . " ujar Sartono kepada putri nya , Anira hanya mengangguk saja , ia seolah tak mood untuk bicara .
Fatmawati dan Sartono saling melempar pandangan mereka merasa ada yang aneh dengan putri bungsunya.
__ADS_1
"Kamu kenapa nduk ?? " tanya Fatmawati di sela sela sarapan .
"Ah . . eh gak papa bu cuman lagi gak enak badan aja . " sahut Anira berbohong .
"Mana yang sakit , mana yang kurang enak nduk .?? tanya Fatmawati langsung berdiri memegang dahi dan beberapa bagian tubuh anak nya .
"Gak panas kok nduk ." ujar Fatmawati .
"Apaan sih bu , bukan badan yang tak enak tapi hati . " ejek Sartono kepada putri nya, seolah ia tau anak nya itu saat ini tengah galau .
"Mosoh sih yah ," ibu pura pura bertanya padahal ia paham pasti putri nya sedang merindukan suami nya .
"Ibu sama ayah apaan sih , ih ngeselin deh . " Anira merasa malu lalu ia pergi ke kamar nya meninggal kan kedua orangtuanya di meja makan . Sedangkan sang orang tua malah tertawa renyah bersama .
-
-
"Assalamualaikum , ma . . " ucap Reval menghampiri orang tua nya yang tengah duduk santai .
Kini Reval baru sampai di Jakarta , ia baru saja pulang dari London perjalanan panjang membuat nya begitu lelah di tambah lagi di sana dia bahkan hampir tak sempat beristirahat dengan tenang karena pekerjaan yang begitu menumpuk .
"Waalaikumsalam , Reval . . Akhir nya kamu pulang juga . " tutur Sarmita kepada anak nya .
"Hmm . . . Reval mau ke kamar dulu ya ma . pa. "" ujar nya berlalu meninggalkan Sarmita yang berada di ruang tengah asik membaca majalah .
Sesampai di kamar Reval bergegas mandi ia sudah tak bingung mengapa istri nya tak ada di kamar atau di rumah nya karna sudah di beritahu oleh mama nya sejak ke berangkatan Anira ke Jogja , Selesai Reval bersih bersih dan membenahi barang bawaan nya dari London , kini Reval sudah memakai pakaian rapi siap untuk berangkat lagi .
Reval berjalan gontai menuruni anak tangga dengan memangku tas ransel nya di pundak , orang tua Reval yang melihat putra sulung nya itu pun merasa heran ,pasal nya Reval baru sampai di rumah beberapa menit yang lalu dan kini ia sudah siap dengan pakaian rapi serta tas nya yang terlihat akan pergi .
__ADS_1
''Mau ke mana lagi kamu Reval ?? '' tanya Sandiaga sudah berdiri dari duduk nya.
''Iya kamu Rev, baru juga sampai sudah mau pergi lagi . '' timpal juga oleh Sarmita .
''Mau ke Jogja nyusulin Anira ma , pa. '' ucap Reval langkah nya terhenti .
''Memang nya tau alamatnya di mana ?? '' tanya Sandiaga.
''Ya gak tau sih pa , tapi kan papa pasti punya alamat nya Anira . '' ujar Reval berkata sejujur nya .
Ya Reval memang tak tau alamat Anira berada , karna pasal nya Reval menikahi Anira secara dadakan , dan ia bahkan tak pernah berkunjung selama setelah menikah dengan Anira ke rumah Sartono rumah mertua nya .
''Nih sudah papa kasih alamat nya lewat serlok , kamu nanti di sana naik taxsi online aja biar mudah dapet alamat nya . '' saran Sandiaga kepada putra nya .
''Makasih pa . '' timpal Reval lalu mencium punggung tangan orang tua nya.
''Aduh aduh . . kaya nya ada yang udah gak sabar nih kepingin ke temu istri . '' goda Sarmita kepada putra nya , jujur saja ia sedikit terkejut melihat perubahan sikap Reval yang biasa nya tak akan perduli dengan hal hal percintaan tapi entah mengapa sekarang putra nya itu seakan sedang mabuk cinta.
''Gakpapa ma , biar cepat kita punya cucu. Udah sana kamu pergi gih. '' ucap Sandiaga menyindir Reval , dengan meminta cepat di kasih cucu .
Reval tak menggubris ia hanya mengacuhkan omongan kedua orang tua nya yang terus mengolok olok diri nya .
Kini Reval berangkat ke bandara dengan di antar oleh sopir rumah , Di sepanjang jalan Reval terus memandang foto Anira , ia sengaja tidak memberi kabar dan tak membalas pesan Chet dari Anira , karna ingin memberinya kejutan dengan datang ke rumah nya tanpa sepengetahuan orang nya .
Kini Reval sudah berada di dalam pesawat , setelah menempuh perjalanan beberapa jam , ia pun sudah sampai di bandara Yogyakarta , dan kini sedang berada di ruang tunggu khusus di bandara , sambil menunggu taxsi online pesanan nya datang menjemput.
-
-
__ADS_1
-
-.