
''Menantu mama Kamu apaain si Reval .'' ucap Sarmita khawatir saat melihat reval masuk ke dalam rumah dengan kondisi menggendong Anira.
''Anira gak kenapa kenapa kok ma , tadi ketiduran di jalan . '' jawab Reval santai sambil menghentikan langkahnya.
Anira yang terbangun karna mendengar suara mertua nya yang terdengar khawatir tapi keras pun membangun kan mimpi indah nya. Anira pun tersadar saat ini tengah berada di gendongan suami nya bergegas ia turun dari gendongan sang suami ia masih terlihat sempoyong karna kepala nya rasa pusing akibat tertidur dan bangun secara tiba tiba .
''Aduhh maafin mama ya , mama gak tau kalau kamu ketiduran , mama cuman khawatir aja kirain kamu kenapa kenapa sampai di gendong . ''ucap Sarmita terlihat tak enak .
''Gak papa ma , ini kak Reval juga kenapa gak bangunin nira sih kalau udah sampai di rumah . '' Anira terlihat kesal dengan suami nya.
''Kenapa nyalahin saya . Itu kamu gak bangun bangun dari tadi , ya udah saya gendong aja masuk ke dalam . '' ucap Reval membela diri .
''Udah kenapa kalian yang ribut sih . ''sergah mama Sarmita menghentikan perdebatan anak menantu nya yang tak masuk akal .
'' Maaf kan sikaf nira yang tak berbicara baik barusan ya kak Reval , Anira minta maaf ya karena tadi juga nyalahin kak Reval bukan nya bilang makasih . '' ucap Anira ia memilih berdamai lalu meminta maaf dengan tulus .
''Iyaa saya juga minta maaf tadi sempat kesal sama kamu dek . '' ujar Reval juga meminta dengan rasa tulus .
''Nah gitu dong . Udah sana kalian ke kamar, mandi dulu kek , atau ganti baju nanti kita makan bersama . '' ucap Sarmita kini beranjak meninggalkan anak menantu nya yang masih berada di depan tangga .
Anira dan Reval pun kini berjalan menaiki anak tangga demi tangga , hingga kedua nya kini. telah sampai di dalam kamar Reval .
''Wahh kamar ini tak terlihat berbeda saat aku pergi meninggal kan nya beberapa bulan yang lalu. '' batin Anira ia mulai merebahkan tubuh nya di atas kasur sedangkan Reval memilih untuk langsung masuk ke kamar mandi Karna ia merasa tubuh nya sudah lengket dengan keringat karna perjalanan yang cukup melelahkan dan di tambah Anira yang tertidur tadi pun terpaksa menggendong Anira tadi .
Setelah beberapa menit Reval membuka pintu kamar mandi lalu ia mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Anira .
__ADS_1
''Dek . . '' panggil Reval saat mengeluarkan kepala nya di balik pintu kamar mandi .
Anira yang semula berbaring ria di atas tempat tidur pun membangun kan badan nya dan menolah ke arah sumber suara.
''Kenapa?? '' tanya Anira ambigo.
'' Tolong ambilkan handuk di dalam lemari. '' pinta Reval .
''Ambil aja sendiri . '' ujar Anira ia kembali merebahkan tubuh nya dibatas kasur tersebut.
''Yakin ya , baik saya akan keluar tanpa sehelai benang apa pun jangan terpesona nanti kamu . '' ucap Reval menantang istri nya tersebut .
Mendengar tanpa sehelai benang Anira teringat percintaan nya siang tadi di rumah nya dan betapa jelas nya milik Reval , mengingat nya saja membuat Anira bergedik ngeri .
''Tunggu. '' ucap Anira langsung turun dari ranjang .
'' Diam di sana , tak malu membuka aurat di depan wanita kecil seperti ku. '' omel Anira sambil berjalan menuju lemari .
Reval yang mendengar Omelan dari istri nya malah terkekeh puas telah berhasil menggoda istri kecil nya .
Anira kini sudah mengambil handuk untuk Reval lalu ia berjalan mendekati pintu kamar mandi dan bersuara .
''Ini handuk nya . '' ujar Anira sambil merentangkan tangan kanan nya memegang handuk agar Reval bisa meraih nya namun pandangan wajah Anira ke lain tempat .
''Mana sih , astaga itu jauh sekali saya tak bisa meraih nya . '' ujar Reval berbohong .
__ADS_1
Anira menggeser langkah nya demi langkah , hingga ia merasa kesal kenapa tak kunjung sampai jua , padahal ia merasa pintu kamar mandi tak sejauh itu.
''Sini lagi dong dek , masih tak bisa menggapai nya . '' ucap Reval menahan tawa nya melihat ekspresi wajah Anira yang kesal .
Saat Anira memalingkan wajah nya melihat apakah benar pintu kamar mandi itu jauh dan saat melihat nya Anira malah semakin marah karna ia sudah sangat tepat berada di depan pintu kamar mandi.
''Kakak . . '' ucap Anira kesal ia langsung melempar handuk ke arah Reval .Namun tangan Anira di tangkap oleh Reval dan di tarik nya hingga Anira terjatuh ke dalam pelukan Reval yang tanpa balutan kain tersebut .
''Aggggghhhh . '' teriak Anira kaget dan malu ia langsung menutup mata nya karna merasa malu dan kini bulu roma Anira sudah berdiri karna saking takut dan gugup nya .
Reval yang melihat Anira salah tingkah itu pun menggelegar tertawa karna ia baru pertama kali melihat istri nya itu bersikap seberono seperti itu .
Kini Reval sudah keluar kamar mandi dengan balutan handuk putih yang melingkar di pinggang nya dan dada terbuka serta rambut yang masih rada basah karena masih ada beberapa air menetes dari rambut tersebut .
''Sudah sana kamu mandi gih . '' ucap Reval tanpa dosa memerintah Anira .
Anira yang masih kesal pun tak menjawab ia malah mengacuhkan Reval yang berbincang di hadapan nya sekarang . Anira memasuki kamar mandi dengan membawa baju untuk ganti nanti setelah mandi .
-
-
-
-
__ADS_1
-