Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
Ketauan mama gue bucin


__ADS_3

Anira dan Sarmita saat ini tengah berada di sebuah pasar modern, bukan pasar seperti pada umum nya yang memiliki jalan becek dengan banyak genangan air .


Anira memilih sayur dan lauk pauk dengan sangat teliti sampai sampai Sarmita saja di buat melongo karna menantu nya itu mudah beradaptasi dengan sekitaran pasar , apalagi cara Anira memilih sayur sangat lah patut di acungi jempol , memilih sayur dengan sangat teliti dan mengira jangka waktu simpan yang tepat .


''Sudah ma , mama mau sayur apa lagi ?? '' tanya Anira saat Sarmita masih melongo memperhatikan menantu nya.


'' Mam . '' panggil Anira .


''Ah . . ah iya , kenapa sayang.?? '' tanya Sarmita .


''Mama kenapa ?? kok melamun . '' tegur Anira sopan .


''Mama gak papa kok sayang . '' jawab Sarmita sambil tersenyum..


''Kamu sudah pilih sayur nya ?? '' tanya Sarmita.


''Sudah ma , mama mau sayur apa lagi biar Anira pilihkan . '' tanya Anira kembali .


''Emm . . apa ya !! " Sarmita.


" Mama rasa sudah semua deh , kita tinggal beli bumbu dapur aja sayang . " ujar Sarmita membawa Anira ke tempat bumbu , di sana tersusun rapi berbagai macam bumbu masakan dari bumbu instan hingga yang tradisional.


Saat memilih milih barangan tiba tiba ada yang menyapa kedua wanita cantik tersebut.


"Eh jeng Mita . " sapa karin , teman arisan Sarmita .


"Loh kok jeng Karin di sini juga ?? " tanya Sarmita saling menyapa satu sama lain.


"Iya ini saya lagi beli keperluan rumah . " jawab Karin , ia menangkap gadis cantik di samping teman nya tersebut .


"Siapa itu jeng ?? " tanya Karin .


"Oh ini ....ini loh menantu aku yang biasa aku ceritain itu loh . " ucap Sarmita sambil memperkenalkan Anira kepada teman nya.


"Ya ampun , ini istri nya Revaldo ." umpat Karin tak percaya .


"Iya ," jawab Sarmita


'' Assalamualaikum tante . '' Anira memberi salam sambil menyalami tangan Karin .


''Waalaikumsalam . Ya ampun ramah sekali menantu kamu jeng , udah gitu cantik lagi . '' puji Karin terus terang .


''Oh iya dong jelas , Mangkanya Reval gak bisa jauh jauh , kemarin aja baru pulang dari London langsung nyusul Anira ke Yogyakarta , kaya gak punya lelah gitu . '' Memuji Anira dan kebucinan Reval .


''Beruntung sekali kamu jeng , aku jadi iri deh , pengen punya mantu gitu juga deh . '' gumam Karin .


Sedangkan Anira setelah menyapa Karin ia kembali sibuk memilih rempah rempah dapur.


''Sudah semua ma . '' ucap Anira saat semua keperluan dapur terpenuhi dengan lengkap .


''Oh sudah ya sayang , ya sudah ayu kita bayar ke sana dulu . '' ujar Sarmita lalu ia berniat untuk membantu menantu nya itu membawa barang belanjaan .

__ADS_1


''Gak usah ma , mama jalan aja aku bisa kok bawa nya . '' tolak Anira secara lembut.


''Asli deh jeng , aku iri .Oiya Anira apa ada lagi cewek kaya kamu , kalau ada bilang Tante ya mau tak jadikan mantu .Hehehe . '' gurau Karin .


Anira hanya membalas nya dengan senyuman ramah . Ia merasa tak nyaman karna terus di puji oleh kedua wanita cantik tersebut.


''Nanti kalau ada aku kasih tau kamu jeng . hahaha . . ''canda Sarmita .Tanpa sadar ia telah ngerumpi di tengah keramaian pasar modern tersebut..


Karin izin untuk melanjutkan berbelanja nya sedangkan Sarmita dan menantu nya kini sudah keluar toko sayur dan rempah . Kedua nya kini tengah menuju tempat toko hijab .


''Sayang tolong kamu bantu mama pilihin hijab untuk Yustika ya . . soal nya kemarin dia minta di belikan hijab model batik gitu . '' ujar Sarmita .


''Pasti ma Anira bantu dong . ''jawab Anira sumringah .


Kedua wanita cantik tersebut pun berjalan menuju tempat toko hijab , setelah masuk mereka pun memilih beberapa lembar hijab cantik untuk Yustika sesuai permintaan nya .


'' Kita mau ke mana lagi ma ?? '' tanya Anira sopan .


''Mama rasa sudah semua deh , kamu ada yang mau di beli gak sayang ?? '' Sarmita balik bertanya.


Anira dengan cepat menggelengkan kepalanya Tanda tidak ada yang ingin ia beli lagi .


'' Ya sudah kita langsung pulang saja yuk , mama sudah mulai lelah'' . ujar Sarmita .


kini kedua nya mengeluari pasar modern tersebut dan berjalan menuju tempat mobil terparkir.


-


-


Reval seperti biasa ia selalu sibuk dengan berkas , laptop nya dan juga tak pernah lupa dengan ponsel nya .


Tok tok tok .....


''Permisi pak Reval . '' ujar Marsel saat masih di depan pintu ruangan Reval .


''Masuk . '' titah Reval .


''Ada apa ?? '' tanya Reval the points .


''Saya ingin menyerahkan berkas ini , mohon di tanda tangani dan , ingin memberi tahu kan kalau sebentar lagi akan ada rapat dengan para komisaris dari London pak. '' jelas Marsel singkat .


''Hmm ... '' ujar Reval kembali ke sikap awal nya .


Setelah menanda tangani berkas ia pun beristirahat sebentar dan kembali bersiap siap untuk menuju ruang rapat karna sudah di tunggu oleh para pejabat penting nya .


''Rina tolong kamu nanti buatkan saya kopi dan antar ke ruang rapat saya . '' titah Reval tegas .


''Baik pak . '' jawab Rina yang berada di depan ruangan Reval .


''Selamat siang semua nya . ''sapa Reval tegas namun terlihat sopan .

__ADS_1


''Baik saya tidak akan menerangkan terlalu berbelit Belit untuk rapat kita kali ini •••••••••••••••••••••••


Setelah rapat selesai dan semua yang ada di ruangan rapat itu pun kini sudah keluar semua termasuk Reval . Reval kembali ke ruangan nya ia membuka berkas berkas penting yang ia rapatkan barusan.


kreaangg . . kreaangg . . kreaangg. . ponsel Reval berdering panggilan masuk.


''Anira , tumben sakali dia nelpon baru kali ini nelpon saya selalu nya saya yang telpon dia . '' gumam Reval sebelom mengangkat telpon gawai nya .


'' Assalamualaikum ,sayangku . . cintaku . . jiwaku . . . hatiku. . . . milik ku . . '' ucap Reval saat telpon sudah di jawab nya .


''Astagfirullah . . , Kamu lagi mabok Reval ?? . '' ucap Sarmita kaget putra nya ternyata bisa sweet sekali dan tak lupa ia ngakak begitu kencang saat Reval mengangkat telpon nya .


Reval kaget , kenapa nomor ponsel istri nya bisa berubah jadi mama nya yang menelpon .


''Kenapa ma ??? '' tanya Reval kembali dingin dan seperti biasa nya .


''Loh , gak bilang sayang , cinta , jiwa , hati lagi nih . '' ledek Sarmita kepada putra nya .


''Udah deh ma , kaya gak pernah muda aja . '' sahut Reval sebenar nya ia sangat malu .


''Hahahaha . . . iya iya . ini mama cuman mau kasih tau kalau Yustika pulang hari ini tolong kamu jemput dia di bandara nanti sore jam 05:00 . '' titah Sarmita sambil menahan ngakak nya .


''Hmm . udah ya ma , aku mau bicara sama Anira tolong berikan ponsel nya . '' pinta Reval tanpa malu .


'' Iya iya iya . . kamu ini baru juga masuk kerja hari ini udah kangen kangen aja , dasar otoh bucin . '' ledek Sarmita lalu ia memberikan ponsel nya kepada Anira menantu nya yang dari tadi menahan tawa nya di samping ibu mertua nya yang terus meledek suami nya .


''Assalammualaikum kak . '' ucap Anira setelah ponsel di serah kan kepada nya .


''Waalaikum salam sayang. Sayang kamu masak apa hari ini ??, saya sangat tak sabar ingin pulang dan makan masakan kamu .'' tanya Reval dengan manja nya .


Anira merasa heran dan bingung kenapa sekarang suami nya itu akhir akhir ini setelah pulang dari Jogja jadi bersikap sangat manis kepada nya sampai sampai kadang ia merasa sangat keli mendengar nya .


''Itu aku sama mama buat sayur soto Betawi tadi sebelom papa berangkat ke kantor minta di buatin soto , Kaka mau Anira masakin apa buat makan malam nanti biar nira buatin?? '' tanya Anira kepada Reval .


''Emm masakin apa ya . Saya lagi pengen makan itu ayam goreng tapi di geprek pakai sambal pedas gitu , bisa buatin gak sayang ?? '' ujar Reval bertanya .


'' Baik kak , akan nira buatkan . '' ujar Anira .


''Makasih sayangku . '' jawab Reval .


''Udah dulu ya kak , assalamualaikum. '' Anira mengakhiri telpon.


''Waalaikumsalam . '' sahut Reval dan panggilan pun terputus . -


-


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2