Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
45# phobia


__ADS_3

Di sebuah tempat mall terbesar di Bandung Anira dan semua teman nya saat ini sedang berada di sebuah bioskop mereka semua akan menonton film hantu .


'' Apa ga ada film lain selain film hantu cit ?? ''. Tanya Anira jujur saja Anira seorang penakut ia bahkan tak pernah tertarik untuk menonton film hantu .


'' Gak ada , ayu ga usah banyak protes , yuk masuk biarin aja Hariz dan Kevin yang beli cemilan minuman . '' ujar citra tak tau malu .


Tangan Anira di paksa masuk ke dalam tempat bioskop ,ia dengan terpaksa mengikuti nya . Anira dan citra duduk di bangku barisan No 3 di sana terlihat masih banyak kursi kosong . Teman teman nya yang lain duduk berhamburan di kursi lain sedangkan Anira bersama dengan citra .


Saat film akan di mulai tiba tiba saja Hariz dan Kevin datang Meraka berdua lalu memberikan popcorn dan minuman kepada Anira dan juga citra . Berhubung kursi di samping Anira ada orang jadi terpaksa Hariz mencari kursi lain ,sebenarnya ia ingin duduk di samping Anira sebab jika Anira ketakutan saat hantu muncul nanti ia bisa memeluk Anira pikir Hariz . (Cari kesempatan )


'' Ini popcorn dan minuman untuk kalian . '' ujar Hariz memberikan kepada Anira dan citra .


''Makasih banyak . ''Ucap kedua nya bersamaan .


Kini film pun di mulai ia dan teman teman nya yang lain mulai fokus menatap layar bioskop dan kini adegan semakin menegangkan dan sudah mulai menyeramkan ,Anira yang merasa takut itu pun hanya bisa menutup mata dengan tangan ketika sosok hantu mulai bermunculan . Tetapi jika hantu nya sudah hilang Anira kembali membuka mata nya .


Detik detik hantu zombi nya muncul Anira pun terperanjat kaget ia pun menutup kembali mata nya dengan tangan tubuh nya mulai gemetar dan tak terasa keringat dingin juga mengguyur tubuh nya . Anira merasa lemas karna kaget dengan sosok hantu zombi yang menurut nya sangat menyeramkan dan sangat sadis itu muncul tiba tiba , Anira merasa kepala nya sakit dan penglihatan nya mulai kabur tiba tiba ...


Bruk .


Anira terjatuh beruntung seorang laki laki di samping nya sigap menangkap nya lalu ia mengangkat Anira dan membawa nya pergi tanpa memperdulikan pertanyaan dari teman teman Anira yang mengikuti nya .

__ADS_1


Laki laki tersebut menggunakan jaket dan topi hitam ia juga menggunakan masker serta kacamata , laki tersebut sudah lama duduk di samping Anira hingga ia sadar bahwa gadis di samping nya Itu pingsan dengan sangat sigap pria tersebut mengangkat dan membawa nya pergi , terlihat dari gerak gerik nya yang terlihat panik ketika mengetahui Anira pingsan .


''David cepat buka pintu mobil . '' titah nya kepada asisten nya . pria tersebut pun langsung ikut masuk ke dalam mobil bersama dengan Anira .


Dengan cepat pria tersebut membawa Anira ke rumah sakit , sampai teman teman Anira pun merasa ada sesuatu yang aneh dengan pria yang menolong Anira tersebut .


Hariz terlihat sangat cemas pun mengambil motor gede nya lalu menancap gas nya dengan sangat laju mengikuti ke mana mobil yang membawa Anira tersebut . Mobil berhenti di sebuah rumah sakit terdekat mall . begitu pun dengan Hariz yang kini sudah menghentikan motor nya di samping mobil Reval .


Ya pria yang membawa Anira dan menolong nya ia lah REVAL ia datang ke Bandung karna merasa sangat rindu dengan Anira Karna sudah seminggu tidak bertemu , ia pergi ke Bandung lalu membuntuti Anira tanpa di sadari oleh sang empunya , Reval mendapatkan semua informasi tentang Anira di mana ia berada ,sedang dengan siapa , lalu lagi ngapain aja , dari David sang asisten nya .


Teman teman Anira yang lain pun kini sudah sampai di rumah sakit Karna meraka semua juga mengikuti kemana mobil yang membawa Anira tersebut . Mereka semua takut kalau teman nya di culik dalam keadaan pingsan .


Saat ini Anira sudah berada di ruang IGD untuk di periksa oleh dokter . Hariz mendekati dan ia terkejut ternyata yang membawa Anira adalah Reval .


'' Hmm . '' sahut laki laki tersebut . Ia hanya menyambut nya dengan nada dingin dan cuek saja .


Teman teman Anira juga sudah berada di depan ruang IGD tempat Anira di periksa .


citra yang mengenal wajah Abang Anira tersebut pun langsung mendekati nya .


'' Abang nya Anira iya kan . '' ucap citra sambil menyenggol bahu Reval yang sedang duduk di kursi tunggu .

__ADS_1


Reval kesal , ia menampilkan wajah sangar nya kepada citra seperti nya gadis di hadapan nya saat ini memang tak memiliki etika yang baik . bukan nya meminta maaf karena sudah memaksa Anira menonton film yang ia takuti tapi malah bersikap genit kepada reval .


'' Ih .Abang ini kok wajah nya berubah galak kaya gitu sih , serem tau . '' ucap citra di samping Reval .


Teman teman mereka yang lain hanya bisa gelang gelang Kepala melihat sikap bar bar teman nya yang satu ini.


''Kamu bisa diam gak . '' bentak Reval ia pun kini beranjak dari kursi lalu berjalan ke arah pintu IGD tempat Anira di periksa .


Citra yang mendapatkan bentakan pun kaget ia hampir menangis karna takut , lalu ia memilih diam Karna takut Reval akan marah besar kepada nya .


dokter pun kini sudah keluar , ia pun memberitahu kondisi Anira terkini .


'' bagaimana keadaan Anira dok ?? . '' tanya Haris khawatir ia bertanya kepada dokter lebih dulu dari pada reval .


'' Maaf anda siapa nya ya ?? '' tanya dokter tersebut .


'' Saya keluarga nya dok , bisa bicara dengan saya saja dok ?? . '' tikas Reval lebih dulu menjawab ketimbang Hariz .


'' Bisa ikut saya ke ruangan sekarang pak . '' titah dokter tersebut .Dan di turuti oleh Reval .


Saat tiba di ruangan dokter pun menjelaskan kepada Reval secara terperinci .

__ADS_1


''Baik tuan , kondisi nona Anira saat ini sudah lebih baik , ia hanya mengalami shock dan kaget , dan juga dia mempunyai riwayat fobia phasmophobia atau bisa di bilang takut hantu , nona Anira juga mempunyai riwayat fobia astraphobia atau lebih di kenal riwayat takut angin kencang dan petir . '' jelas dokter tersebut di ruangan nya kepada Reval .


__ADS_2