
Akibat ulah Reval yang terus mengganggu Anira hampir saja kehilangan kesucian nya , namun ia masih beruntung saat Reval akan melancar kan aksi *** nya tiba tiba orang tua Anira memanggil mereka dari luar kamar .
'' Nduk bangun , ini sudah pagi . '' teriak Fatmawati ia tak ingin anak menantu nya bermalas-malasan untuk bangun sholat subuh berjamaah .
Selamat aku kali ini dari serangan kak Reval , asli kenapa tingkah nya tak terkendali sih sekarang ini , dan yang lebih parahnya lagi mengapa aku menikmati nya bukan menolak nya . astaga .'' Batin Anira mengumpat menyalahkan dirinya sendiri.
''Iya baik Bu ini kami sudah mau siap siap .'' sahut Anira di dalam kamar .
''Cepat sedikit . '' titah Fatmawati.
Anira mendorong tubuh Reval agar menjauh sedikit dari badan nya , ia hampir tak bisa bernafas Karana Reval menindih nya dan tak memberi nya celah untuk bergerak .
''Kak , ini sudah subuh ayo bangun jangan berhayal ya . '' ucap Anira sambil mengejek suami nya yang saat ini sudah memasang wajah masam . Anira lalu ia beranjak bangun dari tempat tidur .
Reval kesal Karna ia sudah terbawa suasana mencumbu istri nya tapi malah mendapat teguran dari ibu mertua nya , sebenar nya bukan salah ibu mertua nya juga , salah diri nya sendiri selalu melakukan tingkah aneh di pagi hari sudah tau itu adalah waktu paling mepet dan alhasil ia tidak akan mendapatkan nya .
'' Nanti setelah pulang dari mesjid bisa minta lagi kan dek . '' ucap Reval kini sudah berlari mengejar istri nya yang sedang mengambil baju ganti untuk mandi di depan lemari .
''Minta apa ?? . '' tanya Anira sok polos .
''Hemm . . yakin gak tau , ya sudah nanti kamu juga bakal tau . '' ucap Reval dengan pede nya lalu ia ikut mengambil baju di dalam lemari Anira dan berjalan menuju kamar mandi di belakang rumah .
Saat Reval keluar kamar ternyata di dapur saat ini sedang ada Anisa yang tengah membuatkan kopi untuk suami nya .
''Di mana Anira . dek ?? '' tanya Anisa basa basi saat berpapasan dengan Reval .
'' Masih di kamar kak , lagi nyiapin baju . '' jawab Reval singkat lalu ia pun melewati Anisa dan menuju kamar mandi.
-
Kini Anira , Anisa ,serta ipar ipar nya juga ibu Anira sudah pulang dari mesjid , para wanita pulang lebih awal karna akan melakukan kesibukan di pagi hari sedangkan para kaum laki laki pulang agak lebih lambat karna akan mendengarkan acara tausiah subuh di mesjid .
__ADS_1
Di perjalanan hampir sampai rumah , tiba tiba saja perut Santi sakit ia seperti merasakan kontraksi bayi di perut nya yang begitu hebat .
''Aduhh. . aduh aduh . . perut ku sakit sekali . '' pekik santi kesakitan , seketika Anira dan ibu nya serta saudara nya yang lain menjadi panik , lalu mereka cepat cepat menuntun Santi berjalan masuk ke dalam rumah.
''Kakak , Apa Kaka ini melahirkan ?? '' tanya Anira polos .
'' Jika di hitung bulan , ini sudah waktu nya . '' kali ini Melly ikut bicara .
''Ya sudah , sekarang kamu Anisa panggil Haikal cepat , dan Anira cepat cari taxsi di depan gang sana . '' titah Fatmawati mencoba tetap tenang agar tidak ikut panik .
''Baik bu .'' jawab Anisa dan Anira bersamaan .
Tak berapa lama kini , saudara Anira Sera orang tua nya juga reval sudah berkumpul di rumah , mereka kini sedang mempersiapkan barang untuk menuju rumah sakit .
''Assalammualaikum . Taxsi nya udah di depan . ''ucap Anira saat memasuki rumah.
''Ya sudah , cepat gendong istri mu Haikal . Bawa dia masuk ke mobil . '' titah Sartono .
Haikal buru buru menggendong istri tercinta nya , terpampang jelas wajah khawatir nya , ia sangat cemas dengan kondisi istri nya yang terus meraung kesakitan sambil memegang perut besar nya .
'' Aduh. . . .sakit sekali mas . '' ucap Santi sambil meremas punggung suami nya.
Kini Haikal dan istri nya sudah di dalam mobil , Fatmawati dan menantu nya prama juga ikut serta masuk ke dalam mobil , Sedangkan Anira memilih menyusul mengunakan motor nya bersama dengan Reval .
''Anira ini kunci rumah , tolong nanti kamu ambil tas yang ada di samping kasur , nanti kamu masuk aja langsung ke kamar Kaka. '' pesan Haikal sebelom berangkat ke rumah sakit .
'' Baik kak . '' jawab Anira ia menangkap kunci yang di lempar Haikal .
Kini semua anggota keluarga sudah sibuk menuju rumah sakit , Anira dan Reval bersinggah terlebih dahulu ke rumah Haikal mengambil perlengkapan yang sudah di siapkan di dalam tas , lalu kini mereka berdua pun menuju rumah sakit .
Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam menuju rumah sakit kini Anira dan Reval pun sudah sampai , mereka menyusuri lorong menuju tempat ruangan rumah sakit tempat bersalin .
__ADS_1
Di depan sebuah ruangan terlihat anggota keluarga Anira yang terlihat sedang panik .
''Assalammualaikum. Gimana kondisi kak Santi ka ?? . '' tanya Anira kepada saudara nya .
''Waalaikumsalam . Masih di dalam dek . '' jawab Melly
''Duduk sini Nira . '' ujar Anisa menarik tangan Anira agar ikut duduk di samping nya .
''Antiy , kata ayah aku bentar lagi bakal liat adik kecil , benar begitu antiy?? '' tanya Denis kini sudah duduk di pangkuan Anira .
''Insya Allah ya sayang . Kita doa semoga antiy Santi lahiran nya selamat dan bayi nya juga selamat . '' ucap Anira .
''Amiin . '' sahut Denis dan se kembar ,missihan dan missalah.
Reval sejak tadi terus mengamati Anira yang terlihat begitu akrab dengan ke3 keponakan nya . Reval merasa sangat bodoh karena baru sekarang menyadari kalau istri nya itu sangatlah baik dan berbudi .
Setelah beberapa saat kini terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan bersalin seketika semua Anggota keluarga yang berada di luar mengucap syukur . Dan tak berapa lama suster pendamping dokter pun keluar memberikan kabar berita tentang pasien .
''Selamat , bayi telah lahir dengan selamat dan sehat tanpa ada kekurangan satu pun . '' berita suster yang di perintahkan dokter untuk memberi kabar .
''Alhamdulillah . '' ucap keluarga Anira .
''Apa kamu bisa masuk untuk melihat nya sus ?? '' tanya Melly .
''Silahkan buk . tapi di mohon untuk jangan membuat keributan . '' pesan suster .
Kini Anisa dan Anira serta kedua ipar nya masuk ke dalam ruangan Santi melahirkan , di dalam sana ada kak Haikal yang menemani siap siaga dan ibu Anira yang terus membimbing Santi di samping nya .
Untuk para laki laki yang lain hanya menunggu di luar ruangan saja ,sepeti Reval , Reppry , Pras dan Doni juga ayah mereka Sartono .
-
__ADS_1
-
-