
Setelah menempuh perjalanan menuju rumah Anira yang melewati persawahan dan perkebunan kini sebuah taxsi online sudah sampai di depan rumah Anira , cahaya lampu yang redup karna sekarang sudah malam bahkan jam sudah menunjukan pukul 09:00malam
Perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta menggunakan pesawat memakan waktu kurang lebih 1jam lama nya di tambah lagi menunggu tas di ruang tunggu dan berbagai hal yang perlu di urus di bandara memakan waktu cukup lama , sekitar pukul 07:00 malam Reval baru berangkat menggunakan taxsi online nya dan dari bandara menuju rumah Anira memakan waktu cukup lama sekitar 1setengah jam lama nya bahkan lebih lama dari ia terbang menggunakan pesawat .
Setelah membayar uang taxsi online Reval pun berjalan menuju pintu rumah kayu tersebut , diam sejenak memandang rumah yang terlihat sangat sederhana hanya berdindingkan kayu susun bukan tembok semen . Reval mengetuk pintu cukup lama mungkin pemilik rumah sudah tidur , tapi setelah ketukan yang ke sekian kalinya sudah terdengar ada orang berjalan dan membukakan pintu untuk nya .
Tok . . . tok . . tok .
''Loh , nak Reval . Ayu cepat masuk sebentar lagi mau hujan . '' ujar Fatmawati menyuruh menantu nya untuk segera masuk , ya karna di luar memang sedang gerimis .
Reval masuk dan lalu ia kembali tersentuh dengan bangunan rumah kayu tersebut , meskipun terlihat berbeda di kata Reval namun sangat nyaman ketika berada di dalam nya .
''Siapa Bu yang datang ?? .'' ucap Sartono sambil membenarkan peci nya berjalan keluar kamar , ya kamar Sartono dan Fatmawati memang berada di barisan paling depan , sedangkan kamar Anira berada di barisan paling akhir .
''Assalammualaikum yah. '' ucap Reval lalu menyalami ayah mertua nya setelah ia bersalaman dengan ibu mertua nya Fatmawati .
''Lah ,nak Reval ternyata . Waalaikumsalam . '' Sartono setengah kaget sekaligus senang menantu nya mau berkunjung ke rumah nya yang sederhana itu .
''Maaf ya, yah Reval ganggu malam malam gini , Baru pulang dari London tadi sore soal nya jadi nya ke maleman nyampe sini nya. '' jelas Reval apa ada nya .
''Tak apa nak , kamu sudah mau datang aja kami sudah senang . '' sahut Fatmawati .
''Panggil Anira buk , bilang kalau suami nya datang . '' titah Sartono namun dengan cepat di cegah oleh Reval .
''Jangan buk , biar Reval aja nanti yang ke kamar . '' ujar Reval tak enak hati.
''Kamu ke sini naik apa nak ?? .'' tanya Sartono .
''Tadi langsung pesan taxsi online yah , setelah sampai dari dari bandara . '' sahut Reval .Setelah mengobrol ringan kini Reval pun menuju kamar Anira berada yang sudah di kasih tau oleh Fatmawati ibu mertua nya .
__ADS_1
Cckllek . . pintu kamar Anira ternyata tak di kunci . Dan Reval terkejut pandangan pertama setelah pintu terbuka ialah istri nya yang sedang tertidur sambil memeluk guling yang tak memakai hijab , bahkan Anira tidur hanya menggunakan baju piyama tanpa lengan dan celana pendek , membuat Reval menatap nya tanpa berkedip sedikit pun . Terpukau jelas tapi tiba tiba Anira bergerak dan sedikit mengejapkan mata samar samar Anira melihat bayangan seseorang saat ini sudah berdiri tepat di hadapan nya .
Anira pun langsung menggosok mata lalu menyadarkan jiwa raga nya , setelah di rasa sadar Anira pun bangun dan duduk .
''Kak Reval . '' ucap Anira serak khas bangun tidur .
Reval tak menjawab ia langsung menutup pintu dan mengunci nya , setelah itu ia pun melempar tas nya ke sembarang arah lalu langsung memeluk istri kecil nya tersebut mencium nya secara bertubi tubi .
Anira kaget , mendapat ciuman beruntun dari Reval , bahkan ia belum sepenuhnya sadar .
''Kak Reval . '' ucap Anira lagi menahan wajah Reval dengan kedua tangan nya , Anira memandang dalam raut wajah Reval lalu ia pun memeluk nya erat ,entah kemana rasa gengsi nya selama ini begitu pun dengan Reval .
Reval membalas pelukan dari Anira dengan penuh kasih sayang , ia pun mengangkat kepala Anira agar menatap wajah nya , lalu Reval pun perlahan mendekat semakin mendekat Anira mulai memejamkan mata nya seolah sudah siap untuk di cium oleh suami nya.
Namun saat kedua nya tengah menikmati yang sebentar lagi akan merasakan ciuman kedua mereka tiba tiba pintu kamar Anira pun di ketuk .
''Nduk . . nduk . . . apa kamu sudah tidur?? '' tanya Fatmawati di balik pintu kamar Anira.
''Nduk , Cepat ajak suami mu untuk makan dulu baru tidur , pasti ke capean habis perjalanan jauh . '' ujar Fatmawati menyuruh putri nya.
''Iya Bu ...''sahut Anira laku ia pun mengambil baju daster berlengan panjang dan memakai nya berlapis dengan baju piyama ia pakai tidur barusan .
''Kak ayu makan dulu baru habis itu tidur. '' ujar Anira mengajak suami nya untuk makan .Reval hanya menurut saja ia memang kelaparan ,karna pasal nya ia tak sempat makan dari Jakarta setelah pulang dari London tadi ia langsung berangkat ke Jogja untuk menyusul Anira.
-
-
-
__ADS_1
Kini Reval dan Anira sudah kembali ke kamar nya , Anira mengganti baju tidur nya yang lebih tertutup sewaktu Reval makan tadi , Reval berbaring mengratakan tubuh nya yang serasa mau remuk karna kecapean seharian di perjalanan tanpa istirahat.
Anira pun merasa kasihan melihat reval yang saat ini seperti kesusahan tidur , Anira berinisiatif untuk memijat suami nya tersebut.
''Kak mau di pijit gak ?? '' tawar Anira dan langsung di jawab dengan setuju oleh reval .
Anira memijat tubuh Reval yang masih memakai baju , namun ia sedikit kesulitan karena sulit untuk menggosok minyak urut ke tubuh Reval , Reval yang paham pun bangun dan melepaskan baju kaos oblong nya tersebut.
Anira memalingkan wajah nya ia merasa malu namun ia juga mau memijat tubuh Reval yang keletihan .
''Kenapa memalingkan wajah ?? '' tanya Reval berlagak tak tau .
''Gak papa cuman rasa aneh aja . '' jawab Anira perlahan ia memberanikan diri untuk menyentuh tubuh Reval yang tanpa sehelai benang pun , Reval sedikit berbalik lalu menarik tubuh Anira dan siapa sangka Anira terjatuh ke dalam pelukan nya ,Anira dapat merasakan detak jantung Reval yang berdegup sangat laju sehingga terdengar oleh Anira serta Reval .
Saat Anira ingin melepaskan pelukan nya Reval malah mengunci tubuh nya dengan terus mendekap Anira di pelukan nya .Anira yang sudah kewalahan menghadapi Reval pun kini sudah pasrah di peluk dalam dekapan Reval .
''Apa sudah puas memelukku ka??'' tanya Anira sambil mendongakkan wajah nya melihat reval .
''Belom , Saya ingin seperti ini , di luar hujan dan udara nya sangat dingin . '' ucap Reval .
''Kakak kan bisa Pakai baju dulu ,baru nanti aku kasih selimut .Di sini banyak nyamuk tau '' ujar Anira memberi tahu , namun. Reval tetap tak ingin memakai baju nya ia tetap ingin memeluk Anira .
Reval dan Anira yang tidur di atas ranjang besi itu pun kini mulai terlelap , namun jika di antara salah satu dari mereka ada yang bergerak maka ranjang itu pun akan mengeluarkan bunyi , maklum saja ranjang itu sudah sangat lama dan tua , namun Anira tak mau mengganti nya karna itu adalah ranjang turun temurun dari nenek nya .
-
-
-
__ADS_1
-
-