Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
50# (Telur busuk )


__ADS_3

Karna perbedaan waktu Indonesia dan London sekitar 6jam . Dan itu membuat Reval kesulitan mencari waktu luang yang pas untuk menghubungi keluarga nya terutama orang tua dan istri kolot nya .


Pagi pagi Reval sudah bangun ia menguap lalu menutup mulut nya dengan tangan setelah itu ia pun merenggangkan seluruh otot yang ada dik tubuh nya agar tak terasa kram .


Setelah melakukan aktifitas pagi bangun tidur , hal yang pertama Reval lakukan ia lah mencek ponsel nya lalu mengetik sesuatu dan mengirim nya ke seorang gadis lugu yang ia kagumi dan entah ia sudah mulai merasa ada rasa cinta atau belom . Setalah mengetikkan pesan lalu mengirim pesan tersebut Reval pun beranjak menuju kamar mandi , ia akan membersihkan badan setelah nya melakukan sholat subuh , meskipun di London tak ada suara azan tapi Reval telah memasang sebuah alarm jam sholat di ponsel nya .


-


-


Di lain tempat saat ini jam menunjukkan pukul 10:30 malam ,Anira yang masih sibuk belajar untuk ujian besok masih belom tidur ,dan beberapa saat ia mendengar ada nada pesan masuk di ponsel nya , lekas lekas ia berlari menuju kasur tempat ponsel nya tergeletak di sana . Anira sangat antusias saat membuka layar ponsel nya yang ternyata yang mengirim pesan adalah orang yang ia nanti nanti hari ini .


{ "Assalamualaikum adik , saya cuman mau kabarin kamu , kalau saya saat ini sedang berada di London untuk urusan pekerjaan ,dan kemungkinan saya tidak akan bisa menjemput mu pekan nanti , jangan marah ya dik . '' Oiya jangan takut , insya Allah besok atau lusa mama sama papa akan pergi ke Bandung buat nyusilin kamu , sudah dulu ya , assalamualaikum } "" Pesan singkat namun padat untuk Anira dari Revaldo suami nyebelin nya .


''Kenapa tiba tiba baru ngabarin kalau hari ini berangkat ke London , 2 hari gak kasih kabar , sekali nya ngasih kabar udah ada di negri orang , dasar nyebelin . ''Omel Anira kesal karna baru di kasih kabar oleh Reval .


Anira yang sudah merasa mengantuk pun merebahkan tubuh nya di atas kasur empuk milik nya , tak membutuhkan waktu lama kini ia sudah berada di alam bawah sadar ( mimpi ).


…………


🌞🌞


Pagi hari yang cerah , Anira keluar kamar nya dengan tergesah gesah , karna pagi ini ia terlambat bangun dan ia takut terlambat masuk kelas apalagi hari ini masih hari ujian .


"Nona kenapa ?? . "" tanya bibik Hamidah


"Anira kesiangan bik , bisa tolong cariin taxsi di depan ga bik , Anira mau minum dulu. " Ujar Anira lalu ia berlari menuju dapur .


Tak berapa lama setelah bibik keluar villa kini bibir sudah kembali ke kediaman .

__ADS_1


"Non , di depan sudah ada den David yang nunggu , kata nya mau jemput non . " ujar bibik memberi tahu .


"Ah iya , aku lupa bik , makasih ya bik . "ujar Anira berterimakasih kepada bik Hamidah .


Hamidah hanya geleng geleng kepala melihat nona muda nya yang terlihat lucu sekali ketika panik akan terlambat sekolah .


Di depan gerbang villa ,David sudah menunggu di samping mobil nya , Anira sampai lupa kalau David yang mengantar nya setiap hari untuk ke sekolah . Setelah melihat Anira yang berlari dengan panik David pun langsung membuka pintu mobil , ia tau kalau gadis tersebut sedang panik karna sebentar lagi bel masuk sekolah akan sampai .


"Makasih kak David. " ujar Anira berterimakasih kepada David yang sudah membukukan pintu mobil .


"Sama sama nona . " jawab David lalu ia pun berlari memutari mobil , dan juga ikut masuk ke dalam mobil untuk mengantar Anira ke sekolah .David membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi , ia bahkan mengambil jalan tikus agar lebih cepat sampai dan tak terkena macet .


Setelah beberapa menit kini mobil pun sudah tepat berada di depan gerbang sekolah , Anira langsung menuruni mobil tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada David .Lalu Anira pun masuk ke sekolah dengan berlari . Anira beruntung , karena tepat ia sampai di depan kelas nya baru lah Bel masuk berbunyi .


"Hemm hah . . syukur lah , gue gak terlambat. " gumam Anira kini berjalan menuju bangku nya dengan Langkah lelah .


" Woy . . . Lo kenapa ?? . " tanya citra melihat Anira yang nampak berbeda saat masuk kelas .


Kini Anira dan yang lain nya telah menjalankan ujian akhir mereka , tak berapa hari lagi ujian akan berakhir . Ujian hari ini berjalan dengan lancar , meskipun awal nya Anira rada gugup namun ia bernafas lega karna bisa menjawab soal dengan sangat mudah .


Setelah ujian selesai , dan kini semua murid di persilahkan untuk ke luar kelas dan di perbolehkan untuk pulang , Anira yang sudah menyelesaikan soal pun kini sudah keluar kelas dan tak berapa lama di susul oleh citra yang juga sudah menyelesaikan soal nya .


''Ra mau balik bareng lagi gak ?? '' tawar citra sambil menyeimbangkan berjalan dengan Anira .


''Emm . Gak usah deh , makasih banyak ,gue udah sering banget ngerepotin Lo . '' jawab Anira sungkan.


''Idih . . apaan sih Lo Ra , kita ini kan sahabat , gue itu anggap Lo sahabat jadi jangan sungkan kek gitu deh . '' Tegur citra kepada Anira .


Mendengar perkataan citra membuat Anira tersenyum bahagia . Ia tak menyangka citra yang kadang suka banyak nanya dan suka buat masalah bisa berkata tulus seperti itu juga .

__ADS_1


-


-


-


Anira kini sudah sampai di kediaman nya villa . Ia pulang dengan di antar oleh citra ,dan baru beberapa langkah Anira masuk tiba tiba saja punggungnya di lempari sebiji telur busuk dan itu tepat mengenai punggung nya . Bau busuk yang menyengat membuat Anira mual , ia sempat melihat ke belakang siapa gerangan yang menyerang nya tapi sudah tak terlihat siapa siapa , Sedangkan mamang yang berjaga di depan villa saat itu sedang tidak ada di sana.


Anira bergegas masuk ke dalam kediaman dengan mual ia berlari menuju dapur .


Ewukkk . . ewukk . . ''Anira muntah di toilet dapur . Bik Hamidah dan bik Jumi yang mendengar bunyi orang mual pun langsung mencari nya dengan panik terdengar seperti di kamar mandi .


''Astaggafirullah , non kenapa non.?? '' tanya bik Jumi lalu menepuk nepuk punggung Anira yang sedang muntah .


''Ini seperti bau telur busuk kak . '' ujar Hamidah kepada Jumi


''Kalau begitu saya ambilkan baju baru buat ganti nona sebentar . '' ujar bik Jumi langsung keluar kamar mandi tempat Anira berada saat ini , ia masih muntah muntah .


''Mari non lepas dulu baju seragam nya . Mau bibik bantu ganti baju nya atau ganti sendiri ?? .'' tanya Hamidah kepada Anira . Ia sudah tak lagi memukul punggung Anira karna nona nya sudah tak lagi mual .


''Anira bisa ganti sendiri bik . '' jawab Anira terlihat lemas .


''Sebentar ya non , bik Jumi lagi ngambilin baju nya non .'' ujar bik Hamidah . Anira hanya mengangguk .


-


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2