
***
** Tak terasa kini sudah hampir satu tahun setengah Anira dan Reval merajut bahtera rumah tangga , begitu banyak Lika liku pernikahan yang mereka lalu i .
" Morning sayang . " ucap Reval saat ini ia masih berbaring manja di samping istri nya yang baru saja membuka mata nya .
" Hmm . . "" sahut Anira kembali memejamkan mata ,ia merasa tubuh nya sangat lelah pagi ini sehingga membuat nya sangat malas untuk sekedar membuka mata .
"Ayu kita mandi sebentar lagi azan subuh . " ujar Reval sambil membelai lembut pipi Anira.
"Sebentar lagi kak , Nira masih ngantuk . " ujar nya membenam kan wajah nya di dada Reval sambil memeluk nya .
"Sayang . "" panggil Reval membelai pipi Anira lagi .
"Hmm .
"Sayang ayo bangun , atau kamu mau saya angkat ke kamar mandi dan kita ibadah di kamar mandi seperti tadi malam . " ancam Reval sambil sedikit menggoda istri nya tersebut .
Anira yang paham di maksud Reval pun langsung membuka lebar mata nya .
"Kau ini , yang tadi malam aja masih pegal masa mau lagi di kamar mandi pula . " omel Anira ,ia pun langsung beranjak dari kasur berjalan menuju kamar mandi .
"Mau mandi bersama sayang ." goda Reval yang masih bersandar di sandaran kasur nya .
"Awas aja kalau berani , bakal puasa satu bulan . " sahut Anira di kamar mandi .
Reval yang mendengar sahutan Anira pun lantas tertawa terbahak bahak .
......................
Seperti biasa Anira menyiapkan sarapan pagi untuk suami nya sebelom berangkat bekerja .
Pagi ini Anira berencana membuat Cumi saos asam manis kesukaan suami nya , meskipun Anira tak bisa memakan nya . Namun saat aroma masakan nya sudah harum Anira tiba tiba tidak menyukai bau masakan tersebut.
Ewuaakk . .
ewuaakk . .
Anira berusaha menahan rasa mual nya ia langsung menutup mulut nya dan berlari menuju kamar mandi dan muntah di wastafel.
Reval yang mendengar suara bising tak biasa di bawah pun langsung keluar kamar dan berlari menuju dapur .
" Sayang , sayang kamu kenapa?? " tanya Reval khawatir saat mendengar suara muntah muntah dari arah kamar mandi .
Reval mengusap punggung istri nya masih muntah muntah itu . Anira kini sudah bisa kembali berdiri normal ia pun langsung meraih tisu yang ada di sana .
"Sayang apa kau baik baik saja ? "" tanya Reval khawatir terlihat jelas di wajah nya .
"Entah lah kak , Perut ku rasa nya di aduk aduk pengen muntah . " Anira berkata apa yang ia rasakan..
"Kita ke kamar sekarang kamu harus segera istirahat ." ucap Reval tanpa menunggu jawaban dari istri nya tersebut Reval langsung mengangkat tubuh Anira dan di gendong nya menuju kamar .
__ADS_1
Reval dengan senang hati tanpa merasa berat membawa tubuh istri nya meskipun ia harus menaiki tangga menuju kamar mereka .
"Kamu istirahat lah dulu , saya akan menelpon dokter untuk memeriksamu. " jelas Reval ia pun meraih ponsel nya setelah membaringkan istri nya di tempat tidur .
Setelah menelpon dokter Reval kembali mendekati istri nya ia duduk di samping Anira yang masih terbaring lemas di kasur .
" Sayang kamu mau minum teh hangat ? " tawar Reval sambil mengusap lembut kepala Anira .
"Mau , tapi harus kakak yang buat kan . " ujar Anira .
" Baik lah akan ku buatkan untuk istri tercinta . " ucap Reval ia pun menyempatkan untuk mencium kening istri nya tersebut lalu beranjak menuju dapur untuk membuatkan teh sesuai permintaan istri nya tersebut.
Setelah beberapa saat kini Reval telah kembali dengan membawa secangkir teh untuk istri nya dan kopi untuk diri nya sendiri .
"Ini teh mu sayang minum lah . "ujar Reval membantu istri nya untuk meminum teh nya .
"Makasih kak , teh buatan kakak sungguh enak . " ujar Anira dan betul saja teh yang di buat Reval habis tak tersisa di minum Anira .
Reval merasa aneh dengan sikap Anira , namun ia berasa juga bahagia karena Anira tiba tiba manja dengan nya .
"Sayang apa kamu mau makan biar saya ambilkan . " tawar Reval lagi .
"Anira ingin makan soto kak . " sahut Anira antusias saat Reval menawari nya makan .
"Soto , kamu tadi bikin sarapan kan di dapur ?? "" tanya Reval heran. Reval bukan nya pelit atau tak ingin memenuhi keinginan istri nya hanya saja ia tadi tak mencium bau aroma soto di dapur melain kan seperti saus asam manis .
" Iya Anira tadi bikinin kakak sarapan di dapur bersama mbok , tapi Anira gak tahan sama bau aroma nya kak " ungkap Anira jujur .
"Emang kamu tadi bikin menu apa sayang?? " tanya Reval penasaran .
" Bisa tolong beliin nira soto , nira lagi kepingin makan soto kak . " ucap Anira memelas .
"Tentu kenapa enggak sayang . Tunggu sebentar ya kakak , pesan kan kamu soto . " ujar Reval ia pun menekan ponsel nya lalu memesan soto sesuai keinginan istri nya via online.
Tok tok tok . .
""Tuan " panggil mbok
"Iya mbok . " sahut Reval sambil membuka pintu .
"Di bawah ada seorang dokter , kata nya di panggil ke sini . " ujar mbok menerangkan.
"Ah iya , itu pasti dokter Yuanda tolong langsung suruh ke sini aja mbok . " titah Reval
" Baik tuan . " jawab pembantu tersebut.
"Pagi , apa saya boleh masuk . " ujar dokter Yuanda berada di depan pintu kamar Reval yang memang sengaja tak di kunci oleh Reval .
"Ah iya , masuk saja langsung . " ujar Reval memerintahkan .
"Siapa yang sakit , Val ?? "tanya Yuanda .
__ADS_1
"Istri ku Yuan , tolong kamu periksa dengan teliti . " titah Reval terlihat ia sangat khawatir dengan kondisi Anira .
"Baik lah . Siapa nama mu cantik . ?? " tanya Yuanda dengan ramah .
"Anira , dokter. " jawab nya sopan .
"Baik lah aku akan memeriksa mu ya . "
Setelah melakukan beberapa pemeriksaan , Yuanda pun menjelaskan nya kepada kedua pasutri tersebut .
"Seperti nya istri mu tidak sedang sakit Reval , namun untuk lebih jelas nya kamu bisa membawa nya ke rumah sakit , untuk melakukan beberapa pemeriksaan agar dugaan ku sementara ini tidak meleset . " jelas Yuanda .Reval dan Anira bingung apa yang di maksud oleh dokter Yuanda tersebut .
"Maksud mu ?? "" tanya Reval bingung .
"Datang lah ke rumah sakit , dan temui dokter Riska ,dia adalah dokter kandungan , aku menduga istri mu sedang hamil . " jelas Yuanda dan itu membuat Reval serta Anira tertekun tak percaya .
"Apa hamil . " ujar Reval kaget .
"Iya hamil , mendengar dari keluhan dan hasil pemeriksaan ku kau tidak sedang sakit, jadi untuk lebih jelas nya kalian bisa langsung datang ke rumah sakit . ". ujar Yuanda menerangkan .
"Alhamdulillah ya Allah ,akhir nya aku bakal jadi ayah juga . " ucap Reval ia langsung memeluk istrinya tersebut.
" Jadi untuk itu aku izin pamit ya , aku tidak memberikan kalian obat karna takut dugaan ku betul , jadi kalian langsung periksa saja , urusan daftar gak usah khawatir nanti biar aku yang daftarkan istri mu dan no antrian . " jelas Yuanda lalu ia meninggalkan Reval dan Anira .
"Alhamdulillah, makasih sayang. " ucap Reval ia menciumi seluruh wajah Anira dengan penuh cinta ia terharu mendengar kabar Anira pagi ini .
" Hmm . . kak , sebenar nya ... "? ucap Anira menggantung .
" kenapa sayang ?"" tanya Reval melihat wajah istri nya yang sedikit berubah .
"Sebenar nya aku pun sempat kepikiran kalau aku tengah hamil karna pasal nya aku sudah 2 bulan tidak datang bulan . " Anira memberi tahu Reval .
"Benar kah sayang , lalu kenapa kamu tak bilang dengan ku , apa kamu sudah memeriksa nya ??. " tanya Reval antusias .
" Hmm . . iya . " jawab Anira sambil sedikit menarik sudut bibir nya .
"Hasil nya ?? " tanya Reval sudah sangat penasaran .
"PO . . . positif kak . " jawab Anira bergetar , ia takut suami nya akan marah karna ia menyembunyikan nya dari Reval .
Anira bukan bermaksud demikian ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu Reval namun kejadian tadi pagi membuat semua nya terbongkar .
"Kakak ,jangan marah dengan ku ya , aku tidak bermaksud untuk menutupi nya dari Kaka. Anira hanya ingin mencari momen yang pas untuk memberi tahu kakak . " jelas Anira Takut .
"Kenapa harus marah , aku malah berterima kasih kepada mu sayang karna sebentar lagi aku bakal jadi orang tua . " ucap Reval ia tak marah dengan sikap istri nya ia paham apa yang di maksud Anira untuk memberi nya kejutan .
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
****Hay semua nya , aku bakal buat novel baru tentang perjalanan cinta Boy dan Sofia ya . jangan lupa mampir juga ya , judul nya PENGOBAT LUKA DUDA TAMPAN . *
DAN AKU UCAPKAN RIBUAN TERIMAKASIH UNTUK KALIAN Yang SELALU MEMBERIKAN DUKUNGAN UNTUK KU . SEMOGA KEBERKAHAN SENANTIASA BERSAMA KITA AMIIN 🤲***