
Kini Anira dan Reval tengah di perjalanan pulang namun Anira merasa aneh , mobil yang membawa mereka bukan menuju rumah nya.
''Kak Kita mau ke mana lagi ?? '' tanya Anira penasaran .
''Ke dialer motor . '' jawab Reval singkat.
''Ngapain .'' Anira bingung .
''Kejutan kecil untuk mu . '' jawab Reval santai lagi , Anira hanya bisa diam pasrah saja .
Meskipun hari saat ini sedang mendung namun Reval dan Anira masih saja jalan jalan menghabiskan waktu di Jogja .
Kini kedua nya sudah sampai di dealer motor tengah kota Yogyakarta .
''Pilih. Kamu mau yang model gimana. '' titah Reval ,saat ini ia masih membayar taxsi online tersebut.
Anira sudah masuk ke tempat dealer motor , ia merasa tak percaya akan di belikan motor oleh Reval .
Reval menuruni berjalan sambil memegang sebuah tas kecil khusus pria dan hp nya , tak lupa Reval selalu memakai masker nya rambut yang di biarkan terlihat sedikit berantakan membuat ketampanan nya meningkat .
Reval berjalan menyusul Anira yang tengah bingung memilih kendaraan yang sesuai dengan nya.
''Sudah dapat mau yang mana dek ?? '' tanya Reval mendekati Anira .
''Kakak yakin mau beliin aku motor nih. '' Anira masih tak percaya .
''Yakin lah , kenapa!! kamu gak mau motor mau mobil , juga boleh . '' ujar Reval serius .
''Enggak, di belikan motor aja aku sudah cukup terimakasih , apa lagi di belikan mobil , tapi jangan mobil deh ka ,aku gak bisa nyetir , hehe. . '' ujar Anira sambil tersenyum bahagia.
''Ya sudah kamu lihat lihat dulu ada gak yang sesuai sama yang kamu mau , kalau udah bilang saya mau yang mana , saya ingin cari minum dulu di sebrang sana . '' titah Reval , ia merasa kehausan dan ingin membeli air minum . sementara Reval membeli air , Anira memilih milih motor sesuai impian nya sejak dulu , dan sekarang ia bisa memilikinya .
Tak berapa lama kini Reval sudah kembali dan ia membawa dua wadah cap tempat kopi yang ada di cafe biasa nya dan duduk meneguk di kursi tunggu dealer tersebut , Anira mendekati nya lalu ia pun menyampaikan model motor apa yang ia ingin kan .
''Kaka , aku ingin Yamaha Fazzio itu aja deh . '' ucap Anira sambil masih setia berdiri di samping Reval .
''Mau warna apa ?? '' tanya Reval.
__ADS_1
''Emm . . itu warna merah cocok ga ?? '' tanya Anira meminta pendapat.
''Cocok kok dek , warna dan model apapun yang kamu pakai pasti cocok dan modis . ''jawab Reval santai , ia pun beranjak mendekati motor tersebut.
''Apa barang ini harus memesan dulu atau sudah bisa langsung ada ?? '' tanya Reval kepada sales dealer motor tersebut.
''Untuk model fazzio merah ini , barang tidak perlu menunggu untuk pemesanan , karna kami memiliki stok yang cukup , jadi tidak perlu menunggu lagi .'' jelas sales tersebut.
Reval mengurus beberapa berkas pembelian motor , dan memakan waktu bermenit menit , Anira tak memahami apa yang di urus Reval dengan sales motor tersebut.
Dan kini Reval pun sudah selesai , cukup lumayan lama menunggu motor untuk di servis terlebih dahulu sebelum bisa di bawa pulang langsung , nama nya juga reval , dengan uang ,urusan berkas dan surat surat motor bisa hari itu juga terselesaikan.
''Hah . . motor nya udah bisa langsung di bawa pulang kak ?? '' tanya Anira tak percaya melihat reval sudah menaiki motor baru tersebut.
''Naik lah , motor nya sudah bisa langsung di pakai , gak perlu nunggu apa apa lagi. '' jelas Reval , tentu saja Anira merasa sangat senang dan bahagia , dengan rasa girang ia melompat menaiki motor baru nya . -
-
-
-
-
-
Reval memarkirkan motor nya di samping motor butut sang mertua , bukan apa sejujur nya ia ingin membelikan motor baru untuk mertua nya , dan sengaja menyuruh Anira yang memilih nya .
'' Assalamualaikum . '' ucap Anira dan Reval bersamaan saat memasuki rumah.
''Waalaikumsalam . 'Udah jalan jalan nya Nduk ?? '' tanya Fatmawati kepada anak anak nya .
''Buk lihat deh , Anira sama kak Reval beli sesuatu buat ibu sama ayah. '' ucap Anira antusias langsung menarik tangan ibu nya membawa nya keluar.
''Tadaaaa . . . .Motor baru , kak Reval yang membelikan nya , sengaja Anira yang pilihkan suka gak buk ?? '' tanya Anira .
'' Subhanallah , Nak Reval ini , ngerepotin kamu aja pakai beliin ayah motor baru . '' ucap Fatmawati merasa tak enak hati.
''Tak apa buk , saya ikhlas , nanti bisa bantu ayah sama ibu kalau mau pergi ke kota , gak takut kena razia lagi. '' jelas Reval sungguh luar biasa.
__ADS_1
-
-
Kini Anira dan Reval sudah berada di kamar , mereka baru saja pulang dari masjid melakukan sholat isya berjamaah.
''Dek . '' panggil Reval yang tengah berbaring di kasur empuk Anira .
''Hmm . '' sahut Anira tengah menata baju suami nya ke kemari .
''Adek . . . '' panggil Reval lagi .
''Apa ?? '' tanya Anira .
''Sayang . . '' panggil Reval lembut kini ia sudah bangun dari tempat tidur dan sudah ikut duduk di samping Anira .
''Kesambet ya kak ?? '' tanya Anira , merasa ada yang aneh dengan nada panggilan Reval .
''Sayang , boleh minta peluk tidak ?? . '' ucap Reval tiba tiba memeluk Anira secara tiba tiba .
Anira terdiam , tak menjawab dan tak bergerak ia bahkan sampai menahan nafas nya . Bulu tengkuk Anira pun kini sudah merinding .
'' I . . . iya ada apa sih kak. '' ucap Anira sambil terbata bata .
''Kok kamu aneh sih kak sekarang . '' ucap Anira memegang dahi Reval .
''Enggak panas kok. '' gumam nya .
''Sayang saya mau tidur . '' ucap Reval semakin mempererat pelukannya.
''Ya u . . Uda. . HH sih , tidur aja sana , bukan di sini . '' ucap Anira gugup .
''Tapi pengen di peluk sana kamu tau dek . '' ucap Reval netral kembali .
''Kamu kok manja sekarang. '' gumam Anira risih .
-
-
__ADS_1
-