Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
46# Gengsi nya tinggi bener


__ADS_3

Setelah berbicara kondisi Anira dengan dokter Reval pun izin untuk membawa Anira pulang dan sudah mendapatkan izin dari dokter tersebut . Reval memasuki ruang rawat Anira di dalam sana sudah banyak teman teman Anira yang menjenguk nya .


''Ekhem . . , jika sudah tidak ada kepentingan lebih baik kalian semua pulang . '' ucap Reval sinis terlihat sangat tegas namun tetap berwibawa .


''Kami pulang dulu ya Ra , maaf soal kejadian hari ini ,.'' ucap citra tak enak hati .


'' Etsa Jagan. gitu , aku gak papa kok jangan merasa bersalah lagi oke . '' sahut Anira ia pun menggenggam tangan citra .


''Ayu gaes kita pulang , assalamualaikum . '' ucap citra dan di ikuti oleh semua teman Anira .


''Waalaikumsalam . '' sahut Anira dan Reval bersamaan .


'' Gue juga pulang duluan ya Ra . '' ucap Hariz di temani oleh Kevin sahabat nya dan di angguki oleh Anira .


Anira sadar setelah mendapat perawatan dari dokter dan saat dokter keluar barusan Anira sudah. sadarkan diri .


Reval mendekati Anira ,ia mengusap kepala Anira yang tertutup hijab pasmina nya .


''Kalau takut kenapa tetap mau ikut nonton . '' ujar Reval berbicara lembut kepada Anira .


''Hmm ....oiya kok kak Reval bisa tau kalau Anira ada di bioskop . '' tanya Anira sambil memicingkan mata nya mengintrogasi .


Reval mendapat pertanyaan yang di luar perkiraan nya pun menjadi kelagapan menjawab nya ia berpikir mencari alasan tidak mungkin Reval menjelaskan bahwa ia rindu dan mengikuti Anira Sampai bela belain pergi ke Bandung hanya untuk melihat nya secara langsung .


'' AA . ....a itu , saya lagi ada urusan di dekat sini .'' jawab Reval panik (takut ketauan )


''Masa sih kok ga percaya ya, kakak kan harus nya masih di Jakarta .'' Anira lagi lagi bertanya .


''Sudah jangan di bahas lagi . Sekarang ayu kita pulang ke villa . '' ujar Reval lalu menggendong Anira di belakang nya , sebenar nya gadis itu bisa berjalan ia hanya mengalami shock saja tapi Reval tetap bersikeras untuk menggendong nya.


Setelah azan magrib Reval dan Anira kini baru sampai di kediaman villa . Reval tidak lagi menggendong Anira ia membiarkan gadis itu berjalan sendiri karna Anira memang menolak untuk di gendong Reval .


'' Mau di gendong lagi . '' tanya Reval .


''Enggak , kaya bocah . '' sahut Anira ketus.

__ADS_1


Kedua nya kini sudah masuk ke dalam ruangan masing masing untuk membersihkan diri , dan sholat . Setelah semua kegiatan selesai Reval pun keluar kamar dengan menenteng sebuah jaket dan kini sudah berpakaian rapi . Anira yang saat itu pun keluar kamar melihat penampilan Reval yang sudah rapi terlihat akan pergi bertanya .


''Kakak akan pulang malam ini juga ?? . '' tanya Anira .


''Hmm... kenapa ??'' Reval balik bertanya .


Anira menggeleng kan kepala nya . Jujur di hati Anira ia masih merindukan sosok Reval yang selama seminggu ini ia rindu .


''Oiya sebelom saya kembali ke Jakarta saya akan bawa kamu makan malam di luar dulu , gimana ??'' ujar Reval .


''Hemm . . mau kak . '' respon Anira cepat setidak nya itu mengurangi kekecewaan nya Karna Reval pulang hari ini juga .


Reval menggandeng tangan Anira lalu menarik nya agar berjalan sejajar dengan nya .


''Tunggu kak , aku masih pakai baju tidur , aku ganti dulu ga papa kan !. '' ujar Anira ia pun berniat untuk kembali ke kamar mengganti pakaian nya .


'' Gak perlu ,pakai baju apa pun , itu akan tetap cantik jika kamu yang pakai . ''ucap Reval tanpa sadar .


Hati Anira berbunga bunga mendengar pujian dari suami nya . Meskipun begitu Anira belom bisa paham soal perasaan nya kepada Reval , begitu pun dengan hati Reval .


-


-


-


Kedua nya kini masuk ke dalam rumah makan tersebut dan para pelayan restoran pun datang melayani mereka dengan sangat baik .


'' Permisi tuan ,nyonya , mau pesan apa ?? '' tanya pelayan tersebut sopan .


'' Saya mau , kamu hidangkan makanan terbaik dan terfavorit di sini . '' ujar Reval datar .


''Baik tuan . '' jawab pelayan tersebut .


Sementara menunggu makanan pesanan mereka siap, Reval memilih mengetik ponsel nya , ia agak ragu untuk berbincang dengan Anira hanya berdua ,masih ada rasa gugup .

__ADS_1


Sedangkan Anira hanya diam saja memandang suasana restoran tersebut .


''Ekhem . Setelah saya pulang nanti kamu jangan melakukan hal aneh seperti hari ini lagi . '' tikas Reval kepada Anira .


''Hmmm.. '' sahut Anira .


''Dan juga kamu jangan terlalu dekat dengan Hariz adik Raffy tersebut, seperti nya dia tak punya niat baik kepada mu . '' ujar Reval kembali .


'' Masak sih kak , setahu aku dia orang nya ramah dan baik deh , suka nolong lagi . '' ungkap Anira apa ada nya ,ia belom paham jika Reval sedang cemburu kepada nya dan Hariz .


''Pokok nya , saya gak mau tau kamu harus jatuhin dia . '' titah Reval tegas .


Anira tak menyahut ia hanya menatap tajam ke arah reval sedangkan yang di tatap menjadi salah tingkah .


''Kenapa melihat saya seperti itu ?? '' tanya Reval sambil mengalihkan pandangan nya , ia tak berani bertatap tatapan dengan Anira karna bisa membuat nya gagal fokus .


'' Gak ada , hanya mencari kebenaran sahaja . '' jawab Anira jujur .


Tak berapa lama pesanan Reval dan Anira pun kini sudah siap dan sudah tertata rapi di meja makan mereka.


'' Selamat menikmati . '' ucap para pelayan lalu mereka meninggal kan tempat tersebut .


''Terima kasih kak . '' sahut Anira ramah kepada pelayan ..


Saat ia menatap meja makan ia menarik nafas panjang Karna Reval memesan menu sangat banyak sampai ia sendiri bingung akan habis kah atau tidak memakan nya .


''Banyak sekali kak pesanan nya ?? '' ucap Anira , ia bingung mau makan yang mana dulu .


'' Udah kamu jangan banyak pertanyaan , makan aja cepat , ini sudah lewat isya saya harus segera pulang ke Jakarta malam ini juga . '' ucap Reval sambil memakan makanan nya .


Reval sengaja membawa Anira ke restoran , ia memesan kan banyak makanan untuk Anira , berbagai macam menu ayam dan ikan nila di pesan nya , Karna 20hari lagi ia baru bisa melihat Anira karna besok lusa ia akan berangkat ke London untuk urusan bisnis dan akan berdiam di sana selama kurang lebih 20 harian .


Di sela sela makan mereka Terlihat seorang perempuan menatap mereka dengan tatapan penuh kebencian , ia pun beranjak dan mendekat ke arah reval dan Anira berada sekarang .


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2