Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
kembali js Jakarta


__ADS_3

Sebelum berangkat kembali menuju Jakarta Anira dan Reval menyempatkan diri untuk menjenguk Kakak ipar nya yang masih di rumah sakit , dan juga ibu nya masih di rumah sakit .


''Apa barang kamu sudah siap semua dek ?? '' tanya Reval saat kini kedua nya berada di depan kamar Anira .


''Sudah kak , tinggal izin sama ayah dulu . '' ucap Anira ia pun berjalan menuju belakang rumah karna biasa nya di sore hari ayah nya akan memantau kebun yang akan di panen besok .



''Ayah . .'' panggil Anira saat kini sudah sampai di depan perkebunan.


Sartono membalikkan badannya dan sedikit terkejut ketika melihat Anira sudah berpakaian rapi lengkap dengan tas nya . Sartono pun berjalan mendekati putri nya yang berada agak jauh dari kebun tersebut.


''Kamu mau kemana Anira ?? '' tanya Sartono .


''Aku sama kak Reval akan pulang hari ini , jadi sekalian mau izin sama ayah . Ayah gak keberatan kan ?? '' ucap Anira menyampaikan maksud nya .


''Mendadak sakali Nira. '' ucap Sartono setengah terkejut .


''Ia yah , Besok Reval harus kembali masuk bekerja . '' ucap REVAL tiba tiba muncul dari belakang Anira , ia ikut menyusul ayah mertua nya yang sedang berbincang di kebun belakang.


''Baik lah , jika sudah seperti itu maka ayah tidak bisa memaksa kalian untuk tinggal di sini lebih lama lagi. Tapi tolong kalian berhati hati di jalan . ''pesan Sartono .


''Baik yah. ''ucap Anira dan Reval bersamaan. Kini kedua nya bersalaman secara bergantian sebelom pamit .


''Assalammualaikum . '' ucap Anira


''Waalaikumsalam '' sahut Sartono penuh haru karna putri nya akan kembali ke Jakarta.


Anira dan Reval pun kini sudah memasuki mobil yang sudah di pesan Reval sebelumnya. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit kini mereka berdua sudah sampai di rumah sakit dan kini sudah berada di ruangan tempat Santi di rawat sekarang .


''Assalammualaikum . '' ucap Anira dan Reval bersamaan.

__ADS_1


''Waalaikumsalam . Eh nduk kamu . '' sahut ibu Anira Fatmawati.


''Rapi bener mau ke rumah sakit harus Serapi itu dek ?? '' tanya Anisa menjahil Anira .


''Kami ke sini mau izin , aku sama kak Reval akan kembali ke Jakarta. '' ucap Anira memberitahu sontak semua yang ada di dalam ruangan itu pun terkaget .


''Cepat sekali kalian pulang , memang nya gak bisa tinggal lebih lama lagi ?? '' tanya Haikal.


''Pengen nya sih tetap di sini lebih lama , tapi perusahaan sekarang sedang butuh saya. '' kali ini Reval yang menerangkan.


''Yah kamu dek , kita baru aja kumpul sudah mau pergi aja lagi . '' ucap Anisa merasa sedih begitupun yang lain namun mereka hanya bisa diam .


''Maaf ya kak , Aku janji nanti kapan kapan kita Kan bisa kumpul bareng lagi . '' ujar Anira memberi sedikit perhatian .


''Hmm . '' Haikal hanya bisa berdeham saja.


''Uy . . uy. . . uy . . si ganteng udah bangun ya . . '' ucap anira saat melihat putra Haikal yang baru lahir menangis saat baru bangun tidur .


''Ya sudah kalian pulang jam berapa dek.?? '' tanya Haikal.


''Sekarang sih , tadi Anira mau mampir ke sini dulu sekalian minta izin pulang. '' tutur Reval .


'' Baik lah , kalian hati hati di jalan , sekarang pulang lah. takut nanti ketinggalan pesawat . '' ucap Anisa sambil memeluk adik bungsu nya tersebut .


''Iya ka ,. '' ucap Anira . Anira melepaskan pelukan nya dari Anisa kini ia memeluk sang ibu dengan rasa haru .


''Aku pergi dulu ya Bu . '' ucap Anira saat di pelukan ibunda nya .


''Iya nduk , kalian hati hati , jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai . '' tutur ibunda Anira sendu sambil memeluk putri nya .


''Bu , saya izin pulang bersama Anira , tolong doa kan untuk kami doa terbaik ya Bu . '' ucap Reval ia pun kini mencium punggung tangan ibu mertua nya .

__ADS_1


''Pasti nduk , kalian jangan berantem ya , dan harus saling menjaga , ibu titip Anira ya nak Reval . '' ucap ibu Anira penuh haru dan di angguki oleh Reval.


Setelah berpamitan dengan anggota keluarga Anira kini kedua nya pun sudah otw menuju bandara dan menunggu jadwal penerbangan mereka sore ini juga .


Anira Merasa sangat sedih meninggalkan keluarga nya ia menyandarkan kepalanya di bahu suami nya saat duduk di kursi penumpang pesawat , Reval memesan tiket pesawat VIP, Sehingga di ruangan pesawat tepat Anira berada dan Reval hanya ada orang orang tertentu saja yang sama dengan mereka penghuni ruangan VIP .


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam kini Anira dan Reval telah sampai di kediaman atau tepat nya di rumah Reval , Anira dan Reval sampai di rumah sekitar jam 10an lewat dan Anira saat ini sudah tertidur disamping Reval menjadi kan paha Reval sebagai bantal nya .


Reval tak membangun kan Anira tapi ia malah menggendong istri nya itu masuk ke dalam rumah , sedang kan barang barang Reval sudah di urus oleh Marsel , ya Marsel di perintahkan oleh Reval untuk menjemput nya di bandara saat ia tiba di sana tadi .


Beruntung Marsel mengetahui kata sandi rumah bos nya tersebut sehingga tanpa perlu Reval perintah lagi Marsel dengan pengertian nya membukakan pintu untuk Reval masuk bersama dengan Anira yang masih di gendongan nya .


Saat Reval kini tepat berada di depan tangga menuju kamar nya ia menarik nafas panjang untuk mengumpulkan tenaganya , jujur ia pun cukup lelah karena perjalan panjang tapi ia juga tak tega untuk membangun kan istri nya yang tertidur nyenyak tersebut . Namun saat Reval baru melangkah naik satu tangga tiba tiba ibu Reval mengagetkan nya .


''Anira kenapa Reval ?? '' tanya Sarmita khawatir .


''Mama . '' ucap Reval terkaget .


''Itu menantu mama kamu apaain sih Reval ??'' Sarmita terus bertanya kepada Reval .


Dan Anira merasa ada yang mimpi indah nya pun terbangun dan ia kaget saat menyadari tubuh nya seakan melayang dan lebih kaget lagi Reval yang mengandung nya .


''Kak Reval !! " ungkap Anira kaget dan suara khas bangun tidur.





……

__ADS_1


__ADS_2