Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
( Cincin untuk sayang )


__ADS_3

Suara adzan subuh berkumandang dengan sangat keras , sartono dan Fatmawati sudah sibuk di rumah bersiap untuk berangkat ke mesjid depan rumah mereka .


''Nduk . . kamu ke mesjid tidak . '' teriak Fatmawati di balik pintu kamar Anira , karna sebentar lagi akan di laksanakan sholat subuh di mesjid .


Anira yang tidur dengan sangat pulas itu pun terbangun mendengar teriakan dari ibu nya . Anira merasa berat pada dada dan paha nya bagaimana tidak tangan dan kaki Reval sudah memeluk nya dengan sangat kencang .


''Kak , Kaka mau ke mesjid tidak .Aku mau ikut ke mesjid bareng ibu sama ayah. '' tanya Anira sambil menggoyangkan tubuh Reval yang tertidur pulas.


''Hmm ''sahut Reval lalu mengambil posisi duduk di kasur menyadarkan tubuh nya .


''Aku mau siap siap dulu , Kaka jangan tidur lagi . '' titah Anira langsung turun dari ranjang dan berlari ke dapur menuju kamar mandi .


Anira menimba air di sumur samping rumah nya menimbanya lebih banyak karna pasti suami nya juga akan memakai air untuk mandi .


-


-


Kini Anira sudah selesai mandi dan ia pun pergi ke kamar untuk mengambil mukena , sedangkan Reval kini sudah di kamar mandi membersihkan tubuh nya , Reval mandi tidak memakan waktu lama ia sudah kembali ke kamar Anira dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya .


''Hee 😬. . . heee😬. . . .cepat siapin baju Koko saya mau ikut ke mesjid, ayah sudah nunggu di teras . '' titah Reval kepada Anira sambil bergetar karena air yang Reval mandikan adalah air sumur jadi jelas sangat dingin .


Reval yang gemetaran karna kedinginan membuat Anira yang memandang nya menjadi ingin tertawa tapi takut di marahi oleh suami nya. Saat ini Reval dan Anira sudah siap beruntung mereka berdua tidak terlambat pergi ke mesjid , sehingga saat sampai di mesjid tak lama sholat subuh pun di laksanakan berjamaah dengan warga lain nya .


-


-


***


Pagi pagi seperti biasa nya Anira sesudah membuat sarapan pagi ia sudah otw di kebun belakang rumah nya , ia memang menyukai berkebun , saat Anira sibuk menanam pohon cabai di tanah tiba tiba Reval menepuk tubuh nya dengan sedikit keras sehingga Anira terperanjat kaget .

__ADS_1


''Haaa. . '' kaget Reval .


''Astagafirullah. Kaka ini kebiasaan kalau datang ngagetin. '' omel Anira masih berjongkok


''Lagi nanam apa sih kamu dek ?? '' tanya Reval ikut berjongkok di samping Anira .


''Nanem cabai , kakak ganti baju dulu gih , nanti kotor lagi baju nya . '' ujar Anira memberi saran . Karna Reval dan Sartono baru pulang dari mesjid dan Reval masih memakai baju Koko dengan sarung .


''Hmm . '' sahut Reval lalu ia kembali bangkit dan berjalan masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang .


Sekitar pukul 07:00pagi Sartono serta Fatmawati ,dan menantu serta anak nya kini sedang melakukan sarapan pagi sederhana .


Anira sengaja membuat menu sederhana karena makanan kampung memang selalu apa ada nya .


''Maaf ya nak Reval , menu nya seadanya . '' ujar Fatmawati ia merasa tak enak karna ia tahu menantu nya itu pasti tidak biasa makan makan desa seperti ini .


''Tak apa Bu , semua makanan itu sama kok. '' jawab Reval tulus .


''Tau tadi malam kamu bakal ke sini pasti ayah jemput di bandara kamu nak. ''ujar Sartono menerangkan.


''Nduk , selesai makan kamu ajak suami mu jalan jalan , pasti nak Reval belom pernah ke kampung kita ini . '' ujar Fatmawati memerintah putri nya .


''Hmm . iya buk. '' sahut Anira datar .


Acara makan makan pun kini sudah selesai , Reval tengah berada di kamar Anira , merebahkan tubuhnya yang masih terasa pegal .


Sesaat Anira masuk ke dalam kamar nya membawakan suami nya beberapa cemilan ringan dan minuman kopi . Dan meletakkan nya di atas nakas .


''Di coba ka kue buatan kak meli . '' serah Anira kepada Reval .


''Siapa Meli ?? '' tanya Reval ia tak tahu .

__ADS_1


''Dia istri kak Doni , aa. . iya aku lupa kakak kan belom pernah ketemu kak Doni sama kak Haikal , kalau kak Pras Kaka sudah pernah ketemu. ''ucap Anira baru sadar.


''Hmm . . . Dek kamu uda ada rencana lanjut kuliah . '' tanya Reval tiba tiba .


,


''Aku masih bingung Kak , awal nya sih kepingin mondok ke pesantren tapi itu gak mungkin. aku kan sudah menikah . ''ucap Anira terlihat dingin.


''Kalau mondok kamu harus tinggal di sana. Terus saya siapa yang ngurusin . '' ucap Reval memasang wajah sedih nya .


Tarikan nafas panjang dari Anira sebelom menyampaikan keinginan nya.


''Kak , aku boleh kuliah di sekitar sini gak ?? '' tanya Anira , bukan apa ia tak ingin pergi ke Jakarta karna di sana tidak ada teman teman nya dan juga tidak ada orang yang ia kenal selain keluarga mertua nya sendiri .


''NO !! Saya tidak ingin terpisah lagi dengan mu .'' ucap Reval tulus dan bersungguh-sungguh. Kini tangan nya sudah meraih tangan anira yang juga duduk di samping nya .


''Hmm . . baik lah ka , aku ikut Kaka lagi ke Jakarta. '' ucap Anira pasrah.


Reval merasa tak enak karna melihat wajah istri nya yang sedih karna menolak keinginan nya . Reval meraih pipi Anira lalu membelai nya secara lembut .


''Sayang , saya itu tidak menginginkan kamu untuk melanjutkan menuntut ilmu di sini karna , saya rasa tak ada tujuan hidup tanpa bersama mu , jadi mohon di mengerti ya dek .'' ucap Reval membelai lembut penuh kasih sayang wajah Anira dengan jari jari nya .


Anira membelalakkan mata nya mendengar Reval yang memanggil nya sayang tulus tanpa paksaan seperti waktu dahulu , Ia merasa tak percaya dengan yang terjadi sekarang .


''Udah jangan sedih lagi , Kaka ada sesuatu untuk mu , cepat tutup mata kamu .'' titah Reval menyuruh Anira menutup mata .


Anira pun menutup mata , tiba tiba ada sesuatu di jari manis sebelah kanan nya .



''Cincin!! " Anira kaget , jujur ia merasa sangat senang sekaligus bahagia mendapatkan cincin dari Reval entah mengapa tapi ia sangat happy.

__ADS_1


""Iya , saya membeli nya saat di London , dan saya juga pakai ." ujar Reval memperlihatkan yang juga ada cincin tersemat di cari manis nya bermotifkan sama alias capel /sama .


Anira pun merasa sangat terharu , ia pun relfek langsung memeluk Reval secara dadakan hingga Reval tersentak kaget , namun ia membalas pelukan Nira .


__ADS_2