
''Sah '' ucap para saksi yang ada di sana .
Para pembimbing dan penghulu yang ada di sana pun membacakan doa doa setelah ijab .
Kini tibalah saat nya Sofia di bawa keluar menemui suami nya dengan tangan dan kaki yang gemetar Sofia berjalan dengan di tuntun oleh sahabat nya Anira dan di samping nya sang bunda .
Boy tak berani menegakkan wajah nya ia masih sedikit gugup meskipun ini bukan pernikahan pertamanya namun tentu saja masih ada rasa gugup seperti saat ia nikah pertama dulu jelas terlihat di wajah boy .
Sofia yang di tuntun oleh sang bunda untuk menyalami suami nya pun hanya bisa mengikuti panduan dari orang orang terdekat nya saja . Ia mengambil dan mencium punggung tangan seorang laki laki yang kini sudah sah menjadi suami nya beberapa menit yang lalu di cium nya tangan tersebut dengan hikmat dan boy pun meletakkan satu tangan nya yang lain di atas puncak kepala Sofia sambil membacakan doa doa .
Saat ciuman tangan itu menyentuh kulit boy terasa desiran hingga ke jantung boy membuat jantung nya tak henti berdegup kencang .
''Di cium bro kening istri lo . '' bisik Reval menyuruh boy yang masih diam terpaku .
Karna terus mendapatkan paksaan dari Reval boy pun akhir nya mencium kening Sofia , jujurli Sofia merasa sangat gugup detak jantung nya seakan rasa copot dari tubuh nya .
Alhamdulillah acara berjalan dengan sangat lancar dan penuh ke haruan . Karna boy merupakan sepupu Reval maka keluarga Reval saat ini masih berkumpul di kediaman rumah pribadi boy yang terlaksana nya acara proses pernikahan tersebut.
Berhubung acara kini sudah selesai , Anira menemani Sofia di kamar pengantin , sedangkan boy masih berbincang dengan keluarga nya dan juga keluarga baru nya yaitu keluarga istri nya .
Di kamar Sofia bingung ia harus apa , ia hanya bisa diam saja dengan di temani sahabat nya , kalau biasa nya Sofia adalah anak yang sangat ceria yang paling banyak bicara dan gak bisa diam sekarang ini sikap nya berubah 180 derajat menjadi lebih pendiam .
''Masih gugup Sofia ?? '' goda Anira ia mencoba memecah keheningan .
__ADS_1
''Entah lah Ra. Aku masih gak percaya aja kalau sekarang status ku sudah jadi istri . ''gumam Sofia dengan mata yang mulai berkaca kaca .
''Udah jalani aja fia , insya Allah dengan kamu ikhlas semua nya akan menjadi indah . '' tutur Anira ia sangat paham dengan kondisi hati istri nya itu sekarang karna saat awal pernikahan nya dengan Reval dulu Anira juga begitu .
''Dosa gak ya Ra kalau maku masih mikirin dia di hati ku yang saat ini sudah jadi istri orang lain .'' ucap Sofia tiba tiba .
''Siapa Fia , kamu belom bisa move on dari Rikky ?? '' Anira sudah bisa menebak siapa dia yang di maksud Sofia . Sofia mengangguk lemah .
Sebenar nya Sofia tidak memiliki kekasih atau semacam nya , namun Sofia sangat mencintai seorang pria bernama Rikky teman semasa SMP nya dulu , Sofia bahkan sampai rela mengikuti nya sekolah kemana pun hingga sekarang ia rela pergi ke Jakarta hanya untuk bisa terus melihat Rikky meskipun ia tak bisa memiliki nya .
Kisah cinta Sofia sebenar nya sangat lah menyedihkan , ia hanya bisa mencintai seorang Rikky dari jauh tanpa sang empu nya tahu . Mencintai dalam diam Sofia . Rikky sebenar nya tahu tentang perasaan Sofia namun ia acuh seolah tak perduli dengan perasaan itu , Rikky termasuk pria idaman setiap wanita , bagaimana tidak meskipun memiliki tubuh sedikit pendek dari laki laki biasa nya namun tubuh nya yang terbilang estetik dan mempunyai mata sipit , hidung mancung bibir seksi serta lesung pipi di sebelah kanan membuat nya menjadi begitu menawan dan rupawan .
''Aku mengerti perasaan mu Fia , tapi jika aku boleh saran kamu sebaik nya berfokus untuk membuka hati mu untuk laki laki yang sekarang sudah sah menjadi imam mu , dia suami mu jalan mu menuju surgamu. Saran ku kubur lah perasaan Mun untuk Rikky sampai kapan pun dia tak akan bisa menggapai mu lagi karna sekarang status mu sudah menjadi istri orang . '' pesan Anira cukup menyayat namun bermakna dan maksud baik .
''Maksud mu ?? '' tanya Anira sedikit terkejut.
''Aku takut akan mengalami seperti apa ayah memperlakukan aku dan bunda , kau tau bukan ayah ku tak hanya memiliki istri bunda ku , ayah ku memiliki satu istri lagi di Bandung , istri nya di Bandung mempunyai 2orang anak Anira , kau tau ayahku jarang sekali pulang , sekali pulang ke rumah kami itu hanya satu bulan sekali itu pun jika aku tidak terus menghubungi nya maka mungkin ayah ku tak akan pulang pulang . '' tutur Sofia , ia selama ini hanya menyimpan kepedihan hati nya seorang diri .
''Kau tau , bunda ku bekerja kadang sampai tak ingat waktu , aku paham mungkin bunda juga butuh waktu di luar agar bisa mengalihkan pikiran dan hati nya agar tak terus memikirkan ayah ku yang malah sibuk bersenang senang di Bandung. Sebenar nya aku sangat marah terhadap ayah ku namun aku tak bisa berbuat apa apa , aku hanya selalu diam , Sebenar nya aku sangat sedih melihat ketika ibuku terus tak di perhatikan oleh ayah ku . '' tutur Sofia sambil menangis ia sudah tak mampu lagi membendung kepedihan yang ada di hati nya , dengan sigap Anira merangkul dan memeluk sahabat nya tersebut , tak pernah Anira ketahui seluk beluk kehidupan Sofia sebenar nya karena Sofia anak nya sangatlah tertutup .
Anira sebagai sahabat Sofia merasa bersalah karna ia baru tahu kepedihan sahabat nya tersebut sekarang .
'' Kamu yang sabar ya Fia , aku yakin di balik kesedihan mu sekarang dan dulu Allah sedang mempersiapkan kebahagian lain untuk mu , kamu jangan sungkan untuk selalu berbagi cerita mu dengan ku ,, insya Allah aku akan selalu ada untuk mu . '' ucap Anira ia semakin meeratkan pelukan nya kepada sahabat nya tersebut , Anira sampai menangis mendengar kisah pilu sahabat nya tersebut .
__ADS_1
''Maaf kan aku ya Sofia , aku yang mengaku sebagai sahabat mu namun aku tak bisa tahu betapa luka di hati mu , maaf kan aku Sofia aku merasa menjadi sahabat mu yang tak berguna sama sekali . '' ucap Anira ia sangat sedih .
''Kamu jangan merasa bersalah seperti ini Anira , aku memang sengaja menutupi kesedihan mu dari semua orang , tahu kah engkau , bahkan bunda ku pun tak tau , keluarga ku tahu aku adalah Sofia yang cerewet, banyak bicara , ceria ,tanpa ada yang tau kalau hati ku juga rapuh . '' tutur Sofia dalam Isak tangis nya yang pecah .
''Udah udah , jangan nangis lagi , masa pengantin baru nangis sih . '' ujar Anira merenggangkan pelukan nya ia mengusap air mata yang membasahi pipi sahabat nya tersebut.
'' Jangan nangis lagi nanti cantik mu luntur . '' goda Anira ia mencoba menghibur sahabat nya tersebut.
Sofia hanya membalas nya dengan senyuman . Saat kedua nya tengah sibuk di dalam kamar tiba tiba pintu kamar Sofia di ketuk .
''Seperti nya itu kak Boy sudah datang , udah jangan sedih lagi , Senyum dong . '' ujar Anira ia memegang pipi Sofia menarik nya agar terulas senyum di bibir Sofia .
''Iya . '' jawab Sofia kini ia sudah sedikit merasa tenang karna berbagi cerita pedih nya kepada sahabat satu satu nya .
''Ya udah aku pergi ya , ingat jangan gugup . hahaha . '' goda Anira .
Anira membuka pintu dan benar ternyata Boy yang mengetuk . Anira pun mempersilahkan boy masuk karna itu memang kamar boy juga ,Anira pun izin pamit dari sana .
Boy memasuki kamar dengan diam tanpa menoleh siapa pun .
-
-
__ADS_1
-