
Di dalam sebuah pasar tradisional Anira dan kedua pembantu yang menemani nya berkeliling menyusuri pasar , tempat lapak pertama yang di singgahi oleh Anira ia lah toko baju ,Anira sudah lama tidak membeli pakaian untuk nya , ia masuk ke dalam toko baju pasar tradisional tersebut dengan girang nya .
Anira memilih beberapa lembar pakaian yang cocok untuk nya , beberapa pasang setelan lengan panjang untuk tidur dan beberapa lembar gamis santai . Anira juga membelikan para pembantu pakaian meskipun sudah menolak namun kedua pembantu tersebut terpaksa menerimanya karna Anira sedikit memaksa mereka .
''Ya ampun non , harus nya gak perlu membelikan bibik baju juga , takut ngerepotin .''Ujar bik Jumi tak enak hati .
''Iya non betul , nanti bisa di marahin tuan non . '' sahut bik Hamidah juga .
'' Gak perlu takut bik , kak Reval sudah memberikan uang untuk Anira , kata kak Reval Anira bebas mau beli apa aja , asal bermanfaat, dan Anira rasa membelikan bibik berdua baju itu bisa sedikit berbagi rezeki untuk kalian meskipun Anira belom bisa berbagi banyak . '' ucap Anira tulus .
Sesuai keinginan Anira , bik Jumi dan Hamidah. pun terpaksa menerima pemberian Anira , kini sudah selesai dengan pakaian Anira kembali berjalan menyusuri pasar toko demi toko di lalui nya. Tiba tiba Anira melihat hijab berjantung berjejer di patung , ia melihat hijab itu agak bagus dan kini Anira berjalan menuju toko hijab tersebut , Anira takjub dengan hijab hijab yang di jual di sana , sangat bagus dan harga nya juga terjangkau tak ada yang sampai 100rb perlembar , Anira memilah milih hijab di sana dan membeli nya beberapa lembar juga , tak lupa Anira juga membelikan untuk mama mertua dan ibu nya di kampung .
''Yang ini seperti nya cocok untuk mama dan juga ibu di kampung . '' gumam Anira lalu ia membawa nya setelah itu ia membayar nya .
Hari ini Anira sibuk berbelanja berbagai macam keperluan nya meskipun banyak tapi ia tak menghabis kan banyak , bahkan Anira hanya menghabis kan uang sekitar 800rb saja saat membeli barang keperluan nya . Itu pun sudah lengkap mulai dari baju , hijab , sendal , alat kecantikan dan makanan kesukaan nya , Anira adalah seorang wanita yang pandai mengelola uang ia tak akan bisa menghabis kan banyak uang apalagi untuk hal hal yang tak bermanfaat .Kini Anira dan kedua pembantu sudah sesuai ,dan memilih untuk kembali ke kediaman nya .
-
-
Beberapa jam lagi Reval akan berangkat ke London , kini ia tengah bersiap menyiapkan keperluan yang akan di bawa ke sana , saat Reval berkemas tiba tiba Sarmita datang dan menemui putra sulung nya tersebut .
''Sudah siap , Nak?? '' tanya Sarmita
''Tinggal nyiapin berkas nya aja yang belom ma . '' jawab Reval lalu ia beranjak mengambil berkas yang berserakan di atas nakas samping tempat tidur .
__ADS_1
''Apa kamu sudah memberitahu istri mu soal akan berangkat ke London nak ?? '' tanya Sarmita lagi .
Reval terdiam , ia sejujur nya kemarin ingin memberitahukan nya kepada Anira tapi tertunda lantaran Bella kembali mengacau nya .
''Reval rasa nanti saja Reval kasih tau Anira ma. '' ujar Reval pelan
''Sebaik nya kamu kasih tau dia sekarang , kalau nanti takut nya membuat dia kecewa . '' ujar Sarmita lalu kini ia berjalan keluar kamar Reval .
Reval terdiam , ia menarik nafas panjang ,rasa nya tak mungkin ia memberitahukan keberangkatan nya sekarang karna suatu hal .
Setelah beberapa saat Kini Reval sudah siap untuk berangkat ke London , ia berjalan menuruni anak tangga langkah demi langkah sambil menenteng satu koper dan tas ransel nya .
Terlihat kedua orang tua Reval saat ini sudah menunggu nya di hujung tangga , dan saat Reval sudah sampai di lantai bawah ia pun di hampiri oleh Sandiaga dan Sarmita .
''Ma , Pa aku Titib Anira ya , aku mungkin bisa kembali agak lebih lambat . '' ujar Reval sebelom berangkat .
''Belom pa, nanti jika reval sudah sampai di sana mungkin akan beritahu dia .'' jelas Reval
''Baik lah ,tapi jangan tak memberitahu dia nanti dia akan marah padamu , ingat Reval jika wanita sudah merajukak akan sulit untuk di bujuk . '' ujar ayah lalu menatap mama Sarmita .
''Ohh jadi maksud papa , mama ini susah di bujuk gitu . Hmm .awas kamu ha pah. '' mama Sarmita kesal lalu ia mencubit telinga Sandiaga dengan sangat kencang hingga sang empu nya meringis kesakitan . Sedangkan Reval hanya tertawa melihat kelakuan kedua orang tua nya .
-
-
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan 17jam di dalam pesawat Reval dan Marsel pun kini sudah sampai di London, ia sudah di jemput oleh sopir kantor nya yang ada di London.
''Marsell apa sudah siap semua nya , saya sudah mau istrahat . '' tanya Reval sambil menyandarkan kepala nya di sandaran mobil .
''Sudah pak , sebentar lagi kita akan sampai di hotel tempat kita menginap . '' jawab Marsel
Reval memejamkan mata nya ia merasa sangat lelah dengan perjalan panjang nya hari ini .Setelah beberapa saat kini kedua nya sudah sampai di sebuah hotel mewah bintang 5 yang terkenal di ibu kota London . Reval masuk ke dalam , layanan di sana sungguh patut di acungi jempol karna sangat memuaskan . Reval meminta kamar hotel yang berbeda dia tidak ingin satu kamar dengan Marsel .
Setelah sampai di dalam kamar hotel Reval langsung merebahkan badan nya ke atas kasur empuk tersebut hingga tanpa sadar kini ia terlelap dalam mimpi .
…………
''Bik malam ini gak perlu pulang ke ke kediaman di belakang ya , temenin Anira di sini aja di sana ada kamar kosong kok , kalian bisa tidur di sana , aku takut tidur sendirian di rumah ini .'' pinta Anira kepada pembantu nya dan di turuti oleh kedua pembantu tersebut .
Anira memasuki kamar nya ia merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu memandang ponsel yang ada di tangan nya sekarang ini .
'' Kok kak Reval ga ada hubungi aku lagi sih ,apa dia marah karna aku langsung lari ninggalin dia tadi malam ya ??. '' gumam Anira sambil memandang foto lelaki yang sudah biasa menemani nya di 5bulan ini .
Anira memandang foto Reval yang ia ambil secara diam diam saat makan malam di restoran tadi malam .Entah mengapa ia merasa rindu kepada lelaki tersebut ,tiba tiba tanpa sadar air mata nya menetes karna saking rindu nya kepada sosok orang yang suka mengusili nya setiap saat.
-
__ADS_1
-