Pernikahan Paksa Dari OMA

Pernikahan Paksa Dari OMA
51# (video call)


__ADS_3

Anira saat ini sudah selesai mengganti baju nya , dan kini diri nya sudah berada di meja makan meminum segelas air putih hangat yang di berikan oleh pembantu .


''Kenapa baju nona kotor dengan telur busuk ??.'' tanya bik Jumi .


''Ada orang yang nira gak tau siapa lempar telur ke nira bik .'' ujar Anira sambil meneguk air hangat nya.


''Kenapa nona bisa di lempari telur busuk non ?? .'' tanya bik Jumi kepada Anira .


''Nira juga gak tau bik , saat nira baru akan masuk ke villa tiba tiba ada yang lempar telur busuk ke belakang Anira , dan saat Anira mencoba menengok ke belakang sudah tidak terlihat siapa pun .'' jawab Anira sambil mengingat kejadian tadi .


''Siapa ya orang yang tega melakukan hal serendahan itu . Oiya non , tadi pagi ada kiriman paket. Kata nya sih buat non nira . '' ujar bik Jumi kepada Anira .


''Oya bik , dari siapa?? . '' tanya Anira bingung .


''Gak tau non , kata nya sih dari orang terdekat . '' jawab bik Jumi lalu ia berlalu pergi membersihkan toilet bekas Anira muntah tadi , sedangkan baju Anira yang kotor di bersihkan oleh bik Hamidah .


Anira pun kini beranjak dari duduk nya lalu ia membersihkan gelas bekas ia minum tadi baru pergi ke kamar memeriksa paket yang di maksud oleh bibik tadi . Saat sampai di kamar terlihat sebuah bungkusan persegi empat besar yang langsung terlihat begitu masuk ke kamar Anira , ia berjalan mendekati kotak tersebut lalu melihat lihat nya setelah itu , dengan berani ia membuka bungkusan kotak tersebut .


''Siapa yang mengirimkan paket sebesar ini .'' gumam Anira sambil membuka bungkusan besar tersebut .


Dan setelah terbuka isi nya adalah . . .


Kepala ayam yang masih berdarah yang terputus dari badan nya dan organ tubuh yang terpisah ,serta ada sepucuk surat di sana , dengan gemetar Anira mengambil surat tersebut lalu membuka nya dan membaca surat tersebut .


......''Hay Anira . Bagaimana kejutan dari ku. Apa kau menyukainya ? ...Ini masih belum apa apa . . tunggu kejutan kejutan lain nya lagi ya . Bay gadis kampungan . ''......


Tubuh Anira melemah ia merasa sangat takut , entah mengapa melihat binatang yang di multilasi membuat Anira lemah jantung dan kembali membuat nya takut .


''Bik . . bibik . . '' teriak Anira keras hampir menggelegar seisi kediaman dengan suara Anira yang terlihat ketakutan .


kedua pembantu yang saat ini sedang sibuk urusan masing masing terkejut mendengar teriakan nona muda mereka . Kedua pembantu tersebut pun langsung berlari menuju kamar Anira .


''A . . ada a . . aapa non?? .'' Tanya bik Jumi mendekati Anira begitu pun bik Hamidah .


''Bu . . bbuang kotak itu bik .Nira takut bik . '' ujar Anira sambil menunjuk kotak paket dengan tangan yang bergetar .

__ADS_1


''Baik non . '' langsung menuruti perintah Anira , bik Hamidah sempat melirik apa asi kotak tersebut dan ia pun juga sedikit terkejut melihat di dalam nya .Sekarang ia paham mengapa nona muda tersebut berteriak keras ketakutan .


Bik Jumi dan bik Hamidah pun kini keluar kamar Anira , tak berapa lama terdengar bunyi ponsel Anira yang berdering di atas kasur berada di dalam tas sekolah nya . Anira berjalan mengambil ponsel tersebut ,terlihat panggilan video call dari seseorang .


Anira menggeser tanda hijau arti nya ia menerima panggilan tersebut .Tapi sebelum itu ia menghapus air mata nya terlebih dahulu .


''Assalammualaikum dik . '' ucap Reval ,Ya Reval yang menghubungi Anira lewat panggilan video call.


''Waalaikumsalam kak , ke . . kenapa telpon kak siang siang begini??. '' tanya Anira sambil terdengar suara parau nya akibat menangis .


''Gak apa . Cuman mau lihat kamu aja . '' jawab Reval santai ,tapi setelah beberapa saat Reval melihat ada raut wajah berbeda dari sang istri nya ia melihat seperti Anira baru habis menangis .


''Dik .Kamu kenapa ?? '' tanya Reval dari seberang sana.


'' Emm . .Ke ..kenapa kak ?? .'' Anira balik bertanya .


''Kamu seperti habis nangis saja . '' terka Reval dan langsung di elak oleh Anira .


''Enggak kak , Nira gak nangis kok , apaan sih kakak ini ngawur aja deh . '' jawab Anira ia memalingkan wajahnya.


''Bener nih , Ya sudah , kamu sudah makan apa belom ?? .'' tanya Reval dan di angguki oleh Anira .


''Iya . '' jawab Anira singkat .


''Oiya dik , mau oleh oleh apa dari saya ??'' tanya


Reval kepada Anira .


''Gak ada kak , cukup kakak pulang dengan selamat aja udah cukup . '' sahut Anira .


''Emm . gitu ya , ya udah deh . '' ujar Reval pormal .


Kini panggilan video call itu pun terputus dengan akhiran salam dari kedua insan tersebut .


-

__ADS_1


-


Sore hari Anira saat ini sedang duduk di kursi belakang villa yang menghadap ke arah kolam renang, ia duduk santai sambil membaca buku pelajaran untuk ujian besok . Saat Anira tengah fokus belajar tiba tiba terdengar suara tak asing di samping ia duduk .


''Assalammualaikum .'' ucap kedua pasang paru baya tersebut .


''Waalaikumsalam .Mama , papah . '' sahut Anira yang langsung berdiri dan bersalaman kepada kedua mertua nya tersebut .


''Kamu apa kabar nak ?? tanya Sarmita kepada menantu nya .


''Alhamdulilah baik ma , mama sama papa gimana kabar nya juga ?? '' tanya Anira.


''Kami baik kok sayang .'' jawab Sandiaga dan di angguki oleh istri nya .


''Ya udah kita ke dalam yu ma , pa , biar Anira buatin minum , pasti mama sama papa capek habis perjalanan jauh .'' ujar Anira lalu kini mereka beranjak menuju ruang tengah .


Anira melayani kedua mertua nya dengan sangat baik sampai kedua orang tua Reval itu merasa sangat bersyukur karna mempunyai menantu seperti Anira yang sangat pengertian dan bertata Krama serta memiliki etika sopan santu yang baik . Anira membuat kan jus alpukat untuk mama mertua nya , dan kopi manis panas untuk papa mertua nya .


-


-


-


Di tempat lain , Reval saat ini tengah berada di sebuah perusahaan besar , salah satu cabang perusahaan nya di kota London . Reval terlihat sangat fokus dalam bekerja , dan beberapa menit lagi ia akan melakukan mithing penting dengan beberapa klain besar di kantor nya tersebut .


Marsel nya saat ini sedang berada di ruangan khusus nya , tiba tiba di panggil oleh Reval karna suatu hal .


''Marsel cepat ke ruangan saya sekarang . '' titah Reval dingin .


''Baik tuan . '' jawab Marsel langsung berjalan setelah berlari menuju ruangan Reval , Setelah sampai Marsel pun sudah di hadang dengan tumpukan berkas yang tinggi nya mungkin sebahu ia duduk di atas meja .


''Urus semua berkas ini , dan 5 menit lagi kita akan ke ruangan mithing . '' ujar Reval memerintah lagi .dan lagi lagi Marsel hanya bisa mengiyakan , ingin membantah atau mengeluh tapi apa daya gajih yang besar terpaksa membuat nya untuk bertahan.


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2