Pernikahan Rahasia Gadis Culun & Dokter Dingin

Pernikahan Rahasia Gadis Culun & Dokter Dingin
Aku datang!!!


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar hotel dengan pencahayaan yang temaram. Sheila berdiri menatap keramaian jalanan ibu kota. Setelah tiba di negara asalnya, wanita muda itu memutuskan untuk menginap sementara di hotel berbintang lima milik keluarga Darmawan, hingga hari dimana pesta penyambutannya yang akan digelar di hotel mewah itu tiba.


Bayang-bayang masa lalu menari-nari di benaknya, dimana masa kecilnya dihabiskan dengan bahagia bersama seorang kakak kesayangannya, hingga semua penderitaannya yang dimulai saat kepergian sang kakak.


Bermula dari teman-teman sekolah yang sering menghinanya karena penampilannya yang culun, pernikahan diam-diam dengan seorang dokter, yang mengharuskannya tinggal dengan seorang mertua jahat. Dan yang tak terlupakan, wanita yang membuatnya kehilangan anaknya, Audry.


Sheila memejamkan matanya, setitik air mata lolos begitu saja. Beruntung, empat tahun lalu, saat dirinya melarikan diri dari rumah sakit dan pingsan di jalan, Pak Arman menemukannya, membawanya pergi ke sebuah rumah besar dan menugaskan beberapa dokter ahli merawatnya di rumah itu.


Teringat kembali empat tahun lalu, sebelum berangkat ke Jerman, Rayhan yang pada saat itu mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan, menceritakan segalanya pada Sheila. Tentang jati diri Sheila yang sebenarnya.


*******


Namaku Rayhan Anggara, aku bukan remaja SMA berusia 18tahun. Usiaku saat ini 22tahun. Aku adalah anak kedua Pak Arman. Setelah kepergian kakakku, Shanum, ayahku menugaskan ku menggantikannya menjagamu. Dia mengirimku untuk menyamar sebagai seorang siswa SMA. Karena itulah aku sering menghilang, karena aku juga masih menyelesaikan kuliahku.


Nama aslimu adalah Qiandra Sheila Darmawan, Kak Shanum mengganti namamu menjadi Sheila Bianca Az-Zahra untuk menghilangkan jejakmu. Kau adalah putri tunggal dari Tuan Surya Darmawan. Artinya kau pewaris satu-satunya di kerjaan Darmawan Group.


Ibumu meninggal saat melahirkanmu, dan ayahmu tewas akibat sebuah kecelakaan. Kau dan Kak Shanum selamat dari kecelakaan itu. Sebelum meninggal, ayahmu meminta Kak Shanum membawamu pergi dan menyembunyikanmu. Dia berpesan, agar kau disembunyikan sampai usiamu 21tahun. Karena itulah ayahku memutuskan untuk menyembunyikan keberadaanmu.

__ADS_1


Saat itu kau dalam bahaya, karena kau adalah satu-satunya dari keluarga Darmawan yang tersisa. Saudara tiri ayahmu, Pak Herdian, ingin menguasai Darmawan Group. Karena itulah kami menyembunyikanmu dari dunia luar. Sampai tiba waktu yang tepat untuk membawamu kembali.


Jadi kau dan Kak Shanum bukanlah saudara kandung seperti yang kau pikirkan selama ini. Demi melindungimu Kak Shanum juga menyembunyikan identitas dirinya yang sebenarnya, termasuk dari Dokter Marchel.


Dokter Marchel tidak pernah tahu bahwa Kak Shanum adalah anak sulung dari Pak Arman, dia juga tidak pernah tahu bahwa aku adalah adik kandung Kak Shanum.


Di hari pemakaman Kak Shanum, aku dan ayah hanya melihat dari jauh. Kami juga melihat Dokter Marchel yang begitu terpukul karena kepergiannya. Dan atas permintaan Kak Shanum, Dokter Marchel akhirnya menikahimu. Kami tidak punya pilihan lain saat itu, nyawamu lebih penting dari apapun.


Maafkan aku, karena ketidakbecusanku menjalankan tugasku menjagamu, sehingga semua hal menyakitkan ini terjadi padamu. Ayah sudah menugaskan Kak Joe untuk mencarimu selama berbulan-bulan belakangan ini. Tapi kau menghilang bagai ditelan bumi. Kami tidak bisa melibatkan banyak orang dalam pencarianmu, karena itu akan berbahaya kalau sampai mencolok dan mereka curiga.


Sheila, sekarang kau sudah tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Kau tidak boleh lemah. Kau harus mempersiapkan dirimu untuk bisa berdiri di tempatmu yang sebenarnya.


"Sekarang aku sudah siap. Aku akan datang sebagai Qiandra Sheila Darmawan. Aku bukan lagi Sheila Bianca Az-Zahra, seorang gadis culun yang penakut," gumamnya.


****


Pagi itu, langit ibu kota sangat cerah. Untuk pertama kalinya sejak empat tahun, Sheila menghirup lagi udara pagi di kota tempatnya menghabiskan masa kecilnya.

__ADS_1


Dengan membawa seikat bunga mawar putih dan sebuah boneka kecil, Sheila mendekat pada sebuah makam bayi. Sheila berjongkok di sisi makam itu, mengusap nisan bertuliskan nama Angel di sana.


"Hai Angel... Maafkan ibu baru sempat kemari lagi. Kau tidak marah pada ibu, kan? Apa kau tahu, ibu sangat merindukanmu," ucapnya sambil menitikkan air mata.


Sheila terus merenung di sana, teringat wajah cantik seorang bayi kecil yang berada dalam gendongannya, yang saat itu sudah tak bernyawa.


Kenapa semakin lama luka ini terasa semakin besar? Aku begitu membenci mereka yang sudah membuatku kehilangan malaikat kecilku. Angel, apa kau akan marah, kalau ibu membalas perbuatan mereka semua?


Setelah puas menumpahkan semua kesedihannya, Sheila keluar dari kompleks pemakaman itu, bersamaan dengan Marchel yang baru saja datang.


Dari kejauhan Marchel melihat seorang gadis cantik yang hendak menaiki sebuah mobil. Namun ketidak peduliannya pada hal yang baginya tidak penting, membuatnya mengabaikan hal apapun.


Dengan langkah cepat, Marchel memasuki pemakaman itu, langsung menuju makam anaknya. Lelaki itu pun kembali terkejut, melihat seikat bunga mawar putih dan sebuah boneka kecil di sana. Pikirannya langsung tertuju pada Sheila.


Marchel memutar bola matanya kesana-kemari, mencari Sheila. Namun tak ada yang terlihat. Teringat empat tahun lalu saat Sheila datang ke makam itu dengan membawa benda yang sama.


"Sheila, apa dia tadi kemari?" gumamnya seraya menghapus setitik air matanya.

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG


__ADS_2