Pernikahan Rahasia Gadis Culun & Dokter Dingin

Pernikahan Rahasia Gadis Culun & Dokter Dingin
Prewed


__ADS_3

Mentari bersinar cerah, seolah mewakili perasaan bahagia sepasang anak manusia yang sedang berbahagia. Setelah melewati perjalanan panjang yang menguras air mata, hari itu Sheila dan Marchel memasuki babak baru dalam kisah cinta mereka.


Dengan balutan gaun indah perpaduan warna putih dan hitam, Sheila terlihat sangat cantik dan anggun. Hari itu mereka melakukan sesi foto pre-wedding usai menggelar acara lamaran beberapa hari sebelumnya, dan beberapa hari lagi resepsi pernikahan akan digelar.


Jika pernikahan sebelumnya dilaksanakan dengan sangat sederhana dan rahasia, bahkan saat itu Sheila masih dirawat di rumah sakit, maka pernikahan kali ini digelar besar-besaran. Undangan telah disebar kemana-mana. Bahkan mereka menyiapkan doorprize super mewah yang akan diundi bagi beberapa tamu undangan yang beruntung.


Siapapun tidak pernah menduga, jika sang pewaris tunggal kerajaan Darmawan Group itu sudah pernah menikah dan telah memiliki seorang anak perempuan berusia empat tahun. Boleh dikata, banyak pria yang sedang patah hati karena gagal mendekati seorang Qiandra Sheila Darmawan. Masyarakat pun dibuat penasaran, tentang siapakah sosok pria beruntung yang menjadi suami wanita muda itu. Seperti apakah wujud seorang dokter yang telah menikahi wanita yang banyak dieluh-eluhkan para pria itu.


"Apa kau tahu, pernikahanmu dengan pewaris Darmawan Group sedang viral beberapa waktu ini. Ya, siapa sangka. Ternyata jutawan cilik yang selama ini dibicarakan orang-orang adalah istrimu. Kau sangat beruntung, kawan!" ucap Willy.


"Aku tidak peduli semua itu. Aku hanya menginginkan Sheila saja. Soal Darmawan Group, sama sekali tidak penting bagiku."


Dengan setelan tuxedo berwarna hitam, Marchel terlihat sangat sempurna. Willy sedang membantu merapikan penampilannya.


"Kenapa aku harus memakai ini?" bertanya pada Willy yang baru saja memakaikan benda kecil berwarna hitam di telinga Marchel. Bahkan benda kecil itu membuat telinganya terasa gatal.


"Ini untuk menyamarkan usiamu," jawab Willy tanpa rasa berdosa. "Kau terlihat lebih muda dengan menggunakan benda ini. Kau tidak malu kalau nanti orang bilang suami Nona Qiandra sangat tua."


"Apa katamu?" Marchel membulatkan matanya.


"Kau memang sudah tua kan? Lihat Sheila masih sangat muda, dan kau... Kau lebih cocok menjadi ayahnya!"

__ADS_1


"Kau brengsekk juga ya. Aku belum setua itu!" seru Marchel. Tidak terima dengan ucapan sahabatnya itu.


"Baiklah, kau tidak setua itu. Anggap saja kau tidak terlalu tua, dia saja yang terlalu muda untukmu."


Memukul lengan Willy dengan sedikit keras, matanya melotot dengan bibir yang komat-kamit seolah mengucapkan mantra kutukan. "Itu apa bedanya. Hanya pengucapannya saja yang berbeda! Intinya kau tetap berkata aku terlalu tua untuk Sheila."


"Tenanglah, akhir-akhir ini kau sangat sensitif. Biasanya kau diam saja walaupun aku menghinamu habis-habisan."


Marchel berdecak kesal. Mengingat perbuatan tak berakhlak Willy beberapa hari belakangan yang membuatnya merasa seperti orang gila. Bahkan Willy menyarankan Marchel mengajak Sheila ke sebuah pesta dansa yang berakhir memalukan. Karena tentu saja sang dokter berusia 33tahun itu sangat kaku jika berurusan dengan wanita. Gaya berpacarannya dengan Shanum selama dua tahun dinilai Willy sangat kaku. Hanya sebatas mengantar pulang dan beberapa pertemuan tak berarti.


Dan, tentu saja si playboy Willy sangat ahli dalam urusan wanita. Ia menjadikan Marchel si raja gombal dalam beberapa hari saja.


"Nah, sudah siap. Sheila pasti akan semakin jatuh cinta padamu." Willy menepuk bahu sahabatnya itu.


"Aku tidak mau memakai ini!" Marchel hendak melepas benda itu, namun Willy menahan tangannya.


"Kau akan terlihat tua kalau melepasnya."


Marchel mendengus kesal. "Ya sudah! Aku menyerah."


Di ruangan lain, Sheila ditemani Maya dan si kecil Michella sedang bersiap-siap. Kini Sheila dan Maya telah berbaikan dan menjadi sahabat baik. Maya yang sangat ahli dalam merias sedang mendandani Sheila.

__ADS_1


"Kau terlihat sempurna. Cantik sekali. Dokter Marchel pasti tidak akan berkedip saat menatapmu," ucap Maya sembari merapikan gaun yang dikenakan Sheila.


Michella kecil tak henti-hentinya mengagumi wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu. Beberapa kali terdengar ucapan menggemaskan yang keluar dari bibirnya berkata bunda seperti putri di negeri dongeng.


"Bunda, ayo cepat, ayah sama om Willy ada di depan." Michella menarik ujung gaun yang dikenakan bundanya.


"Iya, Sayang... sebentar!"


****


Hari itu foto pre-wedding digelar di beberapa tempat dengan konsep berbeda. Raut wajah bahagia Sheila dan Marchel tak dapat disembunyikan keduanya.


*****


Bersambung


Hasil kerja Willy dengan benda kecil di telinga Marchel 🤣🤭



__ADS_1



akoh kasih foto Sheila dan Babang Marchel biar kalian bisa ngehalu ria.


__ADS_2