
Hari yang cerah seolah mewakili perasaan bahagia sebuah keluarga kecil yang baru saja kembali disatukan oleh takdir setelah ketiganya terpisah selama bertahun-tahun.
Dengan senyum merekah, Michella menatap kagum pada sebuah akuarium besar di hadapannya. Hari itu, Marchel dan Sheila memenuhi janjinya pada putri kecilnya itu, membawanya berjalan-jalan di sebuah kawasan wisata di ibu kota.
Sea World adalah pilihan pertama gadis mungil itu. Sudah sejak lama dirinya ingin melihat ikan hiu yang disebutnya sebagai baby Shark itu. Pandangannya pun tak lepas dari beberapa satwa laut yang membuatnya sangat penasaran. Ia terus menerus bertanya, ikan apakah yang sedang berenang itu pada sang ayah.
"Ayah, itu ikan apa, kenapa besar sekali?" tanya Chella pada sang ayah seraya menunjuk seekor ikan yang sedang berenang.
Marchel menggendong gadis kecilnya, sehingga bisa menyentuh kaca pembatas itu.
"Itu namanya ikan pari."
"Kenapa ada ekornya?"
"Untuk melindungi diri. Kalau ada musuh, ditusuk pakai ekornya. Di ekornya itu ada racunnya." Pelan-pelan, Marchel menjelaskan beberapa hal mengenai ikan pari.
"Ada racunnya?"
"Iya."
Gadis kecil itu terlihat sangat antusias. Sesekali memeluk sang ayah, ketika merasa takut saat melihat satwa dengan ukuran yang cukup besar.
"Ikan bebi Shalk-nya mana, Ayah?" Melirik kesana-kemari, ketika belum juga menemukan ikan yang sangat ingin dilihatnya.
"Sebentar, Sayang. Mungkin ikan baby Sharknya masih malu bertemu Chella." Marchel ikut meneliti ke dalam sana, mencari ikan hiu yang dimaksud gadis kecilnya itu. "Nah itu ikan baby Sharknya. Coba lihat!" Menunjuk seekor ikan yang sedang berenang di dalam sana.
__ADS_1
Chella mengikuti kemana arah yang ditunjuk sang ayah. Penglihatannya menangkap ikan hiu dengan ukuran lumayan besar. "Ayah, itu bukan Bebi syalk."
"Itu baby shark, Nak. Coba lihat. Bentuknya sama dengan yang ada di tv."
"Tapi itu besar, Ayah! Itu namanya mommy syalk."
"Ooh kalau besar namanya mommy shark..." Sambil mengangguk pelan. "Kalau kecil namanya..."
"Bebi syalk!"
Marchel melirik Sheila sekilas, yang sejak tadi menahan tawanya mendengar perdebatan ayah dan anak itu.
"Nanti kalau Chella sudah bertemu baby shark mau kemana lagi?" tanya Sheila.
"Mau ke kebun binatang lihat gajah sama harimau," jawab gadis kecil itu. "Boleh kan, Ayah."
Dan, hari itu dihabiskan Sheila dan Marchel untuk menemani Michella berjalan-jalan kemana pun yang diinginkan oleh gadis kecil itu.
Tak hanya mengunjungi Sea World, mereka bertiga memanfaatkan akhir pekan dengan berjalan-jalan ke tempat hiburan lain. Seolah Marchel ingin membayar waktu yang terbuang selama empat tahun terpisah dari dua orang kesayangannya.
"Bunda... Mau es krim!" rengek Chella ketika melihat sebuah kedai es krim.
Sheila mengusap lembut rambut Chella. "Belum boleh, Sayang! Nanti kalau Chella sudah benar-benar sembuh, baru boleh makan es krim. Kan ayah bilang belum boleh."
Tiba-tiba raut wajah gadis kecil itu berubah sedih. Marchel begitu ketat menjaga makanan putri kecilnya itu, bahkan makanannya harus dengan petunjuk seorang ahli gizi.
__ADS_1
"Mau es krim... hiks hiks..." Sudah mulai menangis layaknya anak-anak lain saat menginginkan sesuatu. Sheila masih belum begitu memahami cara membujuk anak kecil yang sedang menangis, berbeda dengan Marchel yang sudah merawat Chella sejak kecil. Ia selalu punya cara membujuk Chella jika sedang menangis.
"Chella, mau lihat pertunjukan ikan lumba-lumba tidak?" tawar Marchel.
Tangis gadis kecil itu pun segera terhenti mendengar ucapan sang ayah.
"Ikan lumba-lumba?"
"Iya. Chella mau?"
Wajah yang tadinya sedih, telah berubah senang. Melupakan es krim yang membuatnya menangis. "Mau, Ayah!"
"Ya sudah, kalau mau jangan menangis lagi, ya. Ayo, kita beli tiketnya dulu."
Marchel menggendong Chella menuju sebuah loket penjualan tiket. Satu tangannya menggenggam tangan Sheila.
"Bagaimana Kak Marchel melakukannya. Aku saja kesulitan membujuknya," tanya Sheila.
"Chella itu tidak susah dibujuk. Saat dia mulai menangis, kau harus bisa mengalihkan perhatiannya."
******
Bersambung
Bonus pict...
__ADS_1
Perpaduan antara Sheila dan Marchelš¤