Pernikahan Rahasia Gadis Culun & Dokter Dingin

Pernikahan Rahasia Gadis Culun & Dokter Dingin
Cinta Pertama


__ADS_3

Kata orang cinta pertama tak akan pernah terlupa dan akan selalu membekas di hati. Cinta pertama adalah seseorang yang membuatmu merasakan indahnya perasaan unik di hati. Pertama kalinya merasakan jantung berdebar tak karuan. Cinta pertama adalah dia yang mengajarkanmu apa arti cemburu dan bagaimana sakitnya patah hati.


Di sebuah kamar dengan pencahayaan temaram. Seorang pria sedang larut dalam kenangan masa lalunya. Pandangannya tak lepas dari foto seorang gadis yang selama ini mengisi hatinya. Setitik air mata mengalir di wajahnya.


Dokter Willy, seorang pria tampan berkarisma yang membuat banyak wanita jatuh hati. Siapa sangka jika dokter yang dikenal senang bergonta-ganti pasangan ini memiliki masa lalu yang menyedihkan. Ia terjebak antara cinta dan persahabatan.


Setiap malam, inilah yang dilakukan sang dokter. Memandangi sebuah foto seseorang yang dicintainya, yang telah pergi untuk selama-lamanya.


Willy PoV


"Namaku Willy Allan Wiranata. Kurang lebih tujuh tahun lalu, saat aku diterima bekerja di sebuah rumah sakit milik keluarga Darmawan, Rumah Sakit Cipta Harapan.


Pagi itu, matahari bersinar cerah. Aku begitu tergesa-gesa menuju rumah sakit itu. Saat diperjalanan tanpa sengaja menabrak seorang gadis yang sepertinya sedang dalam masalah. Entahlah, dia seperti sedang dikejar seseorang. Aku menghentikan mobilku dan membantunya.

__ADS_1


Siapa sangka, aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Seketika aku melupakan segalanya. Hari itu, waktu terasa terhenti. Aku seperti melihat bidadari di hadapanku. Rambutnya yang tergerai indah, tatapan matanya yang teduh, wajah cantiknya yang seperti menghipnotis ku. Dia adalah cinta pertamaku, Rianna Shanum Anggara.


Dia memintaku membawanya pergi dari kejaran orang-orang yang tidak dikenal. Aku melajukan mobilku tanpa mempedulikan apapun. Hingga akhirnya, kami terbebas dari kejaran orang-orang tadi.


Gadis itu memintaku mengantarkannya ke suatu tempat. Dan kebetulannya tujuan kami sama. Ya, dia ingin pergi ke rumah sakit Cipta Harapan. Katanya, adiknya sedang dirawat di rumah sakit itu. Sebuah kebetulan yang sangat menguntungkan bagiku. Dan hari itu pula pertama kalinya aku bertemu dengan Sheila. Yang saat itu sedang dirawat di rumah sakit itu. Shan adalah seorang gadis yang misterius. Dia menyimpan banyak rahasia yang tidak ingin dia bagi dengan siapapun. Tapi aku menghargainya. Aku akan menunggu sampai dia mau terbuka padaku.


Hari berganti hari, aku dan Shanum semakin sering bertemu. Siapa sangka, kami akhirnya menjadi dekat. Dan waktu menjawab segalanya. Kami saling mengakui perasaan masing-masing. Hari itu aku begitu bahagia setelah mengetahui cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Shan juga memiliki perasaan yang sama denganku. Tapi, dia meminta satu hal dariku, agar tak seorang pun boleh mengetahui tentang hubungan kami.


"Suatu hari kau akan tahu segalanya tentangku, tapi tidak hari ini. Tapi aku mohon, percayalah padaku, Wil. Aku juga mencintaimu." Begitu katanya waktu itu.


Suatu hari aku mengenalkan Shan dengan seorang sahabatku, Marchel. Aku merekomendasikan agar Sheila dirawat oleh Marchel dan Shan setuju.


Waktu berjalan tanpa terasa. Suatu hari Marchel mengatakan perasaannya padaku. Dia jatuh cinta pada Shan. Aku tidak tahu harus bagaimana saat itu. Antara persahabatan dan cintaku.

__ADS_1


Marchel adalah sahabat terbaikku, seseorang yang sudah kuanggap lebih dari saudaraku sendiri. Dia berasal dari keluarga kaya. Aku bisa menjadi seorang dokter karena kebaikannya. Dia memberiku segalanya tanpa aku minta. Lalu bagaimana mungkin aku bisa mematahkan hatinya. Aku tahu, dia seseorang yang sangat sulit jatuh cinta dan Shan adalah cinta pertamanya. Maka aku memutuskan mengubur dalam-dalam perasaanku. Marchel tidak pernah tahu hubunganku dengan Shan.


Karena hutang Budi yang tidak dapat aku bayar itu, aku akhirnya menyerah dan meminta Shan melepasku dan menerima Marchel. Awalnya Shan menolak. Aku bilang padanya, kalau dia mencintaiku, maka dia harus menerima Marchel dan melupakan aku. Ya, Shan akhirnya setuju dan mulai menjauhiku. Aku bisa melihat tatapannya yang kecewa setiap kali berpapasan denganku. Seolah kami hanya teman biasa.


Sejak saat itu, aku berusaha melupakan Shan dengan menjalin hubungan dengan banyak wanita. Aku memberi setiap gadis waktu tiga bulan untuk bisa merebut hatiku. Kalau tidak bisa, aku akan meninggalkannya begitu saja. Kedengarannya sangat jahat kan? Ya, begitulah aku.


Suatu hari Marchel berencana untuk melamar Shan. Untuk kedua kalinya aku patah hati.


Hingga, terjadilah sesuatu yang tidak pernah kubayangkan. Shan mengalami kecelakaan di tempatnya bekerja. Dia terluka parah sampai akhirnya nyawanya tak tertolong. Saat itu aku benar-benar patah hati. Dan sampai sekarang, luka hatiku karena kehilangannya masih begitu membekas. Bahkan aku merasa sakit ini akan kubawa sampai mati. Aku bisa menahan sakit melihat Shan bersama Marchel. Tapi melihat Shan pergi untuk selamanya, aku benar-benar tidak sanggup.


Shan, bisakah kau memaafkanku?Kau benar, aku egois. Demi sahabatku, aku telah mengorbankan cintaku. Aku memaksamu untuk melupakanku dan belajar menerima Marchel. Dan sampai sekarang, aku masih merasa bersalah padamu. Apa kau tahu, tidak ada satu haripun aku lewati tanpa memikirkanmu.


Karena aku begitu mencintaimu, Shan... Sekarang dan selamanya.

__ADS_1


*****


Bersambung


__ADS_2