PESONA GADIS BERMATA HAZEL

PESONA GADIS BERMATA HAZEL
BAB 25. PERNIKAHAN YANG GAGAL 2


__ADS_3

"Gue bener-bener minta maaf sama elo atas nama Kak Azmi Ra," kata Tara yang sungguh merasa tidak enak dengan Clara. Pasti gadis itu merasa malu dan sangat kecewa dengan kakaknya. "Gue bantu ngomong sama yang lain ya Ra," kata Tara kembali menawarkan bantuan.


Dia juga merasa kesal dengan kakaknya, terlebih ketika melihat wajah teduh anak Clara. Hati mana yang tidak sakit menyaksikan bayi malang itu yang kembali gagal menemukan sang ayah.


Clara tersenyum kecil. "Gue emang nggak berharap banyak sama mas Azmi Ta," kata Clara, setelah beberapa menit yang lalu gadis itu terdiam cukup lama, dia jelas merasa tidak dihargai oleh Azmi. "Gue tau Azmi masih punya perasaan sama Kayra kan?" tanya Clara lagi.


Tara diam, tidak mungkin juga dia mengiyakan pertanyaan Clara.


"It's okay Ta, emang ini buah dari kejahatan gue dimasa lalu," kata Kayra lagi. "Lo nggak salah ko, nggak perlu lo merasa bersalah disini," katanya lagi.


"Sorry banget Ra," kata Tara. "Dari awal gue udah ngewanti-wanti dia, gue nggak mau elo merasa sakit untuk yang kesekian kalinya,"


"Nggak papa Tara, gue udah kebal kok sama yang begituan," jawab Clara lagi.


"Gimana cara lo buat jelasin ke keluarga lo?" tanya Tara.


Clara terkekeh pelan. "Keluarga yang mana yang lo maksud?" tatapan matanya melihat ke arah putranya yang masih tertidur lelap. "Gue nggak punya keluarga lain selain anak gue sama mamah kali Ta," lanjut Clara lagi. "Mungkin itu juga ya yang buat laki-laki dengan mudahnya mempermainkan gue," katanya lagi, entah kalimatnya kali ini memang sengaja menyindir Tara atau tidak.


"Lo pasti bisa dapet cowo yang jauh lebih baik dari kak Azmi Ra," kata Tara.


Clara mendesah pelan, gadis itu berjalan ke arah ranjangnya, membaringkan bayinya dengan hati-hati. "Gue nggak berharap orang itu baik ke gue si Ta, tapi gue pengen banget ketika anak gue besar nanti dia udah punya seseorang yang bisa dipanggil ayah,"


Kalimat Clara barusan membuat dada Tara ikutan ngilu. Padahal anak Clara tidak salah apa-apa, tapi dia ikut merasakan kesakitan yang dirasakan oleh adiknya.


"Gimana cara elo buat jelasin ke nyokap lo?"


"Gimana nanti aja deh Ta," jawab Clara santai.


"Lo bisa sesantai ini?" tanya Tara setengah tidak percaya. "Dihari kegagalan pernikahan elo, elo bisa sesantai ini?"

__ADS_1


Clara tersenyum tipis. "Emangnya gue harus gimana Ta? Gue harus nangis-nangis gitu?"


"Tapi elo kaya nggak ada sedih-sedihnya Ra,"


"Sedih ya?" tanya Clara membeo. "Kalo dibilang sedih ya jelas gue sedih lah Ta, tapi kalo gue sibuk mikirin perasaan gue gimana sama mamah sama anak gue Ta? Kayaknya gue nggak boleh egois deh, ada hal lain yang lebih penting buat gue dibanding pernikahan ini," kata Clara lagi.


"Apa elo emang udah menduga kalo pernikahan kalian bakalan gagal?" tanya Tara hati-hati. Dia sama sekali tidak menyangka dengan reaksi yang diberikan Clara, gadis itu sangat terlihat santai. Dia bahkan menghapus riasannya sendiri.


Clara menggeleng pelan. "Nggak si," jawabnya. "Sama sekali enggak ada pikiran kaya gitu," lanjutnya lagi, Clara tersenyum tipis entah karena apa. "Cuma gue sadar, perempuan seperti apa yang diinginkan kakak lo," katanya. Dia menoleh ke arah Tara. "Elo tau sendiri kan? Gue sama Kayra sangat bertolak belakang, gue jauh banget dibawah Kayra Ta,"


"Tapi lo sendiri juga lagi belajar untuk lebih baik lagi Ra," kata Tara.


"Nggak semua orang bisa berpikiran kaya elo Ta,* kata Clara. "Kalo elo jadi cowok emang mau mau nikah sama cewek yang udah punya anak? Yang udah pernah dipake duluan sama laki-laki lain, emang lo mau?"


Tara diam, jika dirinya yang ditanya seperti itu jelas dia tidak mau. Tapi Azmi juga sudah pernah melakukan hubungan itu, dan dia pikir tidak ada bedanya Azmi dengan Clara.


Tara mengangguk kecil, dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Clara. "Tapi lo gi-"


"Udah lo nggak usah khawatirin gue Ta," kata Clara. "Elo juga harus nyiapin jawaban kalo nanti orang tua Kayra sama orang tua lo tanya kan. Gue pikir mereka juga udah tau kalo pernikahan kita gagal," kata Clara. "Lo mending jelasin sekarang deh sama mereka," kata Clara lagi.


Tara menghela nafas pelan. Gadis itu memegang jemari Clara. "Lo kalo ada apa-apa kabarin gue ya Ra," katanya sebelum pergi.


"Thanks ya Ta, lo juga sama baiknya kaya Kayra sama almarhum Acha,"


*****


"Kamu ngapain disini?" tanya Kayra. Gadis itu terkejut setengah mati melihat Azmi yang sudah berdiri di depan rumahnya, karena setau Kayra pemuda itu sedang melangsungkan akad nikah di Yogyakarta, bahkan orang tuanya juga turut ikut mengantar. Tapi, sore ini Azmi sudah berdiri dengan peluh di dahinya. "Bukannya kamu di Jogja?" tanya Kayra lagi.


"Kay jelasin sama aku," kata Azmi dengan nada bergetar. Pemuda itu seakan sedang menahan amarah.

__ADS_1


"Apa yang perlu aku jelasin ke kamu?" tanya Kayra bingung. Gadis itu menggigit bibirnya, takut jika ternyata Azmi sudah tau tentang apa yang dia sembunyikan sekarang.


"Kamu nggak perlu nyembunyiin itu lagi dari aku Kay,"


"Apa yang aku sembunyikan, aku nggak menyembunyikan apapun dari kamu," jawab Kayra.


"Kandungan kamu," kata Azmi.


Kayra memundurkan langkahnya, gadis itu terkejut dengan apa yang keluar dari mulut Azmi.


"Anak siapa yang ada di kandungan kamu?" tanya Azmi lagi yang semakin membuat Kayra ketakutan.


"Kamu ngomong apa si?" tanya Kayra. "Kenapa tiba-tiba dateng dan tanya tentang kandungan aku," kata gadis itu lagi. Nadanya pelan agar bi Surti tidak mendengar percakapan mereka berdua.


"Kay tolong jujur sama aku," kata Azmi dengan nada putus asa. "Aku jauh-jauh dari Jogja buat pastiin ini semua, tolong jawab jujur siapa anak yang ada di perut kamu?"


"Kayra istri gue," kata Iqbal yang berjalan dari belakang Azmi. "Kenapa lo tanya hal kaya gitu ke Kayra? Seakan-akan bayi yang ada dikandungan Kayra adalah anak lo," tanya Iqbal. Pemuda itu berdiri di depan Kayra, berhadapan langsung dengan Azmi.


"Bang lo nggak tau apa-apa, ini urusan gue sama Kayra," kata Azmi, nadanya tersebut begitu lelah.


"Lo nggak denger apa yang tadi gue omongin?" tanya Iqbal. "Kayra istri gue, jadi apa yang jadi urusan dia itu juga urusan gue," katanya lagi.


Azmi menatap tajam Iqbal. "Oke kalo gitu, silahkan elo tanya ke Kayra. Anak siapa yang ada dikandungan dia?!"


Iqbal terkekeh pelan, dia meremehkan Azmi yang menurutnya sangat pengecut. "Ngapain gue tanya hal yang nggak penting begitu?"


"Karena lo nggak tau apa-apa," jawab Azmi tajam.


"CK," Iqbal berdecak kesal. "Kayra istri gue," katanya lagi untuk yang ketiga kalinya. "Artinya anak yang ada di kandungannya adalah anak gue," kata Iqbal lagi. Pemuda itu maju satu langkah. Dia berbisik pelan di telinga Azmi. "Kayra nggak butuh laki-laki pengecut kaya lo," katanya lirih.

__ADS_1


__ADS_2