
"Jadi ceritanya kamu lagi ganti rugi gara-gara kejadian semalam?" tanya Kayra. Untuk menebus rasa bersalahnya pada Kayra Iqbal akhirnya membawa gadis itu ke salah satu restauran kesukaan keluarga mereka, kesukaan Kayra juga. "Padahal nggak perlu sampe gini loh mas, lagian aku juga menikmati makanan yang kamu buat ko," kata Kayra.
"Tapi aku yang nggak menikmati Kay," kata Iqbal. Pemuda itu memejamkan matanya. "Aku aja langsung muntah pas nyoba tadi pagi,"
Kayra terkekeh geli. "Jadi kamu nyoba?" tanyanya.
Iqbal mengangguk kecil. "Nyoba, pas pagi tadi bi Surti tanya sama aku. Ini kamu habis buat ekperimen apa gimana, katanya rasanya aneh. Jadi aku coba deh, eh ternyata bener rasanya aneh," kata Iqbal. Ingatannya kembali terputar ke kejadian tadi pagi, benar-benar tidak enak masakan yang dia buat untuk Kayra. "Maaf ya Kay, pasti kamu juga pengen muntah kaya aku. Biasanya kalo kamu masak kan enak, dan ini makan makanan yang nggak layak makan pasti perutnya langsung protes kan?"
Kayra menggeleng pelan, gadis itu sama sekali belum bisa menghentikan tawanya. "Perut aku baik-baik aja mas, nggak seburuk itu kok rasanya. Kamu mau lebay,"
"Lebay gimana si Kay, ya Allah kamu," kata Iqbal. "Untuk menebus rasa bersalah aku karena udah buat makanan yang nggak enak sekarang kamu bebas mau makan apa aja mau ngapain aja mau belanja apa aja, terserah. Aku temenin,"
Kayra menggeleng pelan. "Nggak ah, capek," jawab gadis itu. "Meskipun ini belanja tapi tetep aja keliling mall pasti bikin kaki aku bengkak nanti," kata gadis itu lagi. Sebenarnya dia juga ingin membeli beberapa barang untuk anaknya nanti, tapi biar dia minta tolong Shilla aja besok.
"Nanti kita beli kursi yang kaya punya Nagita Slavina," usul Iqbal. "Aku pernah tuh liat di YouTube mereka, pas Nagita hamil sama adiknya si Raffi Ahmad hamil. Mereka kalo jalan-jalan pakai kursi roda,"
Kayra mengerutkan dahinya, gadis itu menggeleng pelan. Tidak bisa membayangkan dirinya mengelilingi mall dengan menggunakan kursi roda. "Nggak ah malu," kata Kayra.
Iqbal memajukan bibir bawahnya, terlihat menggemaskan di mata Kayra. Kemudian kedua mata pemuda itu berbinar, begitu melihat ada pasangan yang baru saja masuk ke restauran. Membuat Kayra ikut melihat apa yang sedang diperhatikan suaminya.
"Nah itu," katanya menunjuk pelan perempuan yang sedang hamil dan di dorong oleh suaminya. "Kaya gitu Kay, nggak papa kali. Kan mall luas wajar kalo kamu pakai kursi roda,"
Kayra menggeleng pelan. "Nggak mau mas, lagian kenapa kamu maksa aku buat belanja coba?"
"Aku cuma mau buat kamu seneng Kay," kata Iqbal. "Aku juga pengen beliin kamu barang-barang yang kamu mau," kata pemuda itu lagi.
Kayra mengulum bibirnya ke dalam. "Ya udah kita tetep ke mall, tapi aku nggak mau pakai kursi roda, jadi kali misalkan aku capek kamu harus mau berhenti dulu," usul gadis itu yang langsung diterima oleh Iqbal.
"Jadi kita buat a day with Iqbal dan Kayra ya?" tanya Iqbal. Pemuda itu tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
"Ha? maksudnya?" tanya Kayra bingung.
"Nggak, nggak papa. Yang jelas hari ini aku bakalan nurutin semua mau kamu," kata Iqbal.
__ADS_1
*****
Kayra mengentikan langkahnya gadis itu melihat ada dress berwarna putih yang dipajang. Tangannya menarik tangan Iqbal untuk masuk ke toko ini.
"Ini bagus mas?" tanya Kayra.
Iqbal mengangguk kecil. "Bagus, mau?" tanya Iqbal.
Kayra mengangguk kecil. "Mbak ini ada stok yang lain nggak? saya mau ambil lima,"
"Lima?" tanya Iqbal bingung setelah mendengar apa yang dikatakan Kayra. "Buat siapa aja?"
"Aku, Shilla, ibu, bunda sama umi," kata Kayra. "Nggak papa kan? uang kamu cukup kan mas?" tanya Kayra.
Iqbal tertawa pelan mendengar pertanyaan Kayra. Asal Kayra tau, uangnya juga cukup untuk membeli mall ini. "Alhamdulillah lebih dari cukup kok,"
Kayra tersenyum kecil. "Makasih ya," kaya Kayra tulus.
Kali ini Kayra membawa kakinya ke sebuah toko peralatan elektronik, yang menyediakan berbagai macam alat untuk membuat makanan. Dan tentu saja tujuan Kayra ke tempat peralatan kue.
"Cari oven yang kaya gini ada mas?" tanya Kayra. Gadis itu menunjukan gambar yang ada di ponselnya.
"Oh ada mbak silahkan ikut saya," kata pegawai itu.
Iqbal berjalan sambil menggandeng tangan Kayra, pemuda itu juga sambil melihat-lihat produk yang ada disini.
"Ini kak, ada beberapa pilihan warna," kata pegawai itu menjelaskan.
"Gimana mas?" tanya Kayra meminta pendapat pada Iqbal.
"Kamu suka kan?"
Kayra mengangguk mantap. "Suka,"
__ADS_1
"Ya udah ambil satu ya mas," kata Iqbal yang membuat pegawai itu tersenyum cerah. "Ada yang mau dicari lagi atau mau pindah ke tempat lain?" tanya Iqbal.
Kayra melihat sekelilingnya, kemudian gadis itu menggeleng pelan. "Aku laper mau makan," katanya pelan membuat Iqbal yang mendengar itu terkekeh.
"Mas nanti diambil sama sopir saya ya," kata Iqbal. "Soalnya nggak mungkin saya keliling bawa bawa oven," lanjut pemuda itu lagi.
"Siap kak, atas nama siapa ya?"
"Iqbal," jawab pemuda itu.
"Berhenti dulu sebentar," kata Iqbal. Tanpa aba aba pemuda itu berjongkok di hadapan Kayra. "Kalo pakai sepatu yang bener, nanti kalo ke injek gimana?" katanya setelah selesai mengikat tali sepatu Kayra.
Kayra meringis, melihat sekeliling yang kini sudah menoleh ke arahnya dengan tatapan kagum. "Mas diliatin," cicit Kayra pelan.
"Biarin, kan mereka punya mata,"
"Tapi malu," kata Kayra pelan.
"Kalo malu sini berlindung," katanya sambil membawa Kayra lebih dekat ke arahnya.
Kayra memukul pelan lengan Iqbal. "Nggak usah cari kesempatan dalam kesempitan deh," kata Kayra pada Iqbal.
"Ya nggak papa namanya juga lagi cari pahala," pemuda itu berdehem pelan, menguasai diri. Benar apa yang dikatakan Kayra mereka seakan menjadi pusat perhatian sekarang.
*****
"Gimana?" tanya seorang gadis yang sedang menikmati ice cream di mangkuknya. "Udah panas? dinginin dulu sama minuman elo," lanjutnya lagi.
"Apaan si Ta,"
"Lagian tadi di ajak pergi pas liat mereka nggak mau. Rasain kan jadi liat bucinnya mereka berdua," kata Tara lagi. Mereka tanpa sengaja melihat Iqbal dan Kayra yang ada di mall yang sama dengan mereka.
"Gue mana tau kalo mereka mau ke sini,"
__ADS_1
"Ya makanya tadi pas liat langsung pergi ege," kata Tara. "Dah ah terserah lo. Batu si dibilangin," katanya lagi. Seperti Azmi, pandangan Tara juga tidak lepas dari pasangan yang sedang mencuri perhatian pengunjung mall. "Tapi emang mereka cocok banget si, liat deh mas Iqbal bahkan jalan sambil megangin perut mbak Kayra. Tadi juga elo liat kan pas dia benerin sepatu mbak Kay,"
"Berisik Ta,"