
Azmi mengeluarkan pisau lipatnya begitu Tara keluar dari kamar, pemuda itu tersenyum kecil. Dia tidak menyangka jika akhirnya adik perempuan yang dulu tidak begitu dekat dengannya akhirnya menjadi orang pertama yang mengetahui rahasia yang dia sembunyikan ini. Ya, setidaknya Tara adalah orang pertama setelah Kayra yang tahu jika Azmi sering melukai dirinya sendiri.
Azmi mengambil sebuah bingkai, bingkai yang ada fotonya dan Kayra disana. Di suatu danau buatan, mereka berdua tersenyum lebar ke arah Alvin yang sedang mengambil gambar.
FLASHBACK ON
"Duh jangan jauh-jauh gitu dong mbak," kata Alvin yang masih mencoba mengarahkan gaya kepada Kayra dan Azmi. "Kaya orang lagi musuhan aja," katanya lagi.
Kayra mendengus kesal. "Udah deh jangan lama-lama,"
"Ini backgroundnya lagi cakep loh mbak," kata Alvin tersenyum lebar. "Kaya yang di film Acha Septriasa itu koh,"
"Film yang mana?" tanya Azmi tiba-tiba menimpali.
"Itulah yang sama Irwansyah suaminya Saskia Sungkar," jawab Alvin yang seakan tau semuanya tentang artis-artis ibukota.
"Lagian kenapa foto lagi si? Kan yang kemaren juga udah," keluh Kayra. Sore ini harusnya dia pergi dengan Acha dan yang lainnya ke pusat perbelanjaan yang jaraknya lumayan jauh dari sini. "Emang yang kemaren kurang banyak apa?" tanya Kayra lagi.
"Noh tanyain sama cowok di belakang lo mbak," kata Alvin. "Dia aja ngebangunin tidur siang gue tadi," kata pemuda itu lagi.
"Yang kemaren kan rame Kay," kata Azmi mencoba mencari alasan.
"Tapi kan tetep aja ada foto kita berdua juga kok,"
"Ya iya si, tapi view sore ini lebih bagus,"
Kayra menghembuskan nafasnya. "Tapi gue jadi nggak bisa ikut keluar sama yang lainnya,"
"Ya udah nanti keluar sama gue aja," jawab Azmi.
Kayra memutar bola matanya sebal, percuma baginya. Mau dijelaskan berapa kalipun Azmi tidak akan mau ngerti.
"Dah dah sini liat sini kalian berdua," kata Alvin. "Ini foto terakhir ya, gue juga mau nyusuin Shilla," kata pemuda itu yang sudah bersiap kembali mendayung perahunya. "Mbak Kay mau ikut nggak?" tanya Alvin pada Kayra.
"Nggak, nanti Kayra sama gue aja," potong Azmi sebelum Kayra mengiyakan ajakan Alvin.
"Hati-hati sama dia mba," kata Alvin sambil terkekeh kecil. "Nanti lo diterkam lagi," katanya lagi.
__ADS_1
"Mau apa lagi si mi?" tanya Kayra. Keduanya duduk berhadap-hadapan kini. "Ini udah sore banget loh," katanya lagi. Meskipun masih ada beberapa orang disini, tapi tetap saja Kayra juga merasa takut dengan Azmi.
"Gue pengen ngomong sesuatu sama elo Kay,"
"Ngomong apa?" tanya Kayra. "Emang nggak bisa nanti di villa aja?" tanya gadis itu lagi.
Azmi menggeleng pelan. "Kalo di villa nanti pasti ada aja yang ganggu,"
"Terus apa yang mau diomongin?"
"Kemaren ada anak dari fakultas kedokteran yang nanyain elo," kata Azmi membuka topik.
Kayra mengerutkan keningnya, meskipun dia tau kalimat selanjutnya yang akan keluar dari mulut Azmi. "Terus?"
"Elo bener nggak lagi deket sama siapapun Kay?" tanya Azmi lagi. "Gue yakin banyak temen-temen bang Azmi sama Alvin yang nanyain tentang elo kan?"
Kayra menghela nafas pelan, apa yang dikatakan Azmi benar, memang sudah banyak pemuda yang mencoba untuk mendekatinya dan bahkan tidak sedikit yang datang langsung ke bapak dengan niatan untuk meminangnya. "Lumayan si," jawab Kayra. "Ada juga yang lewat Artar sama Amel," jawab Kayra sambil terkekeh geli, karena yang dia maksud adalah Azmi.
"Terus elo gimana?"
"Kalo gue milih salah satu dari mereka gue nggak akan ada disini berdua sama elo kali," jawab Kayra santai.
"Kalo gue nggak nikah sama elo artinya gue nikah sama orang lain," jawab Kayra, gadis itu tersenyum manis. Namun senyumnya memudar ketika Azmi hanya diam dan memandangnya datar.
FLASHBACK OFF
"Gue nggak nyangka apa yang lo omongin waktu itu jadi kenyataan Kay," kata Azmi. "Kenapa coba harus bang Iqbal, coba kalo yang nikah sama elo cowok biasa-biasa aja, pasti gue nggak akan ragu buat rebut elo dari dia Kay," pemuda itu menghela nafas pelan. "Kalo gini kan nggak mungkin gue bisa ngambil elo dari bang Iqbal, orang gue aja jauh dibawah dia,"
*****
"Assalamualaikum Kay,"
"Waallaikumsallam," senyum Kayra pudar ketika tau siapa yang mengunjungi rumahnya di pagi-pagi gini. "Ada apa ya?" gadis itu bergegas menggendong Raissa.
Bima tertawa kecil melihat reaksi Kayra. "Lo kenapa si? Liat gue kaya liat hantu gitu," kata Bima. "Padahal lo dulu welcome banget sama gue loh Kay," kata Bima lagi.
"Nggak papa, gue masih heran aja. Kan elo punya banyak hotel yang bagus-bagus kenapa elo malah pindah kesini?" tanya Kayra menanyakan pertanyaan yang sudah sejak lama mengganggunya.
__ADS_1
"Kan gue itung-itung bantu yang punya rumah sebelum gue Kay," jawab Bima apa adanya. "Ini anak lo?"
"Iya," jawab Kayra singkat. Memang Raissa anaknya bukan?
"Biasa aja dong Kay," kata Bima lagi. "Gue nggak ada niatan buruk sama lo kok, santai aja,"
"Ada perlu apa kesini pagi-pagi?" tanya Kayra yang sudah lebih menguasai dirinya.
"Mau ketemu sama Iqbal, ada kan?"
"Gue panggilan dulu,"
"Gue nggak dipersilahkan masuk?" tanya Bima iseng.
"Tunggu sini aja," kata Kayra.
"Lo udah mau ke kampus Bal?" tanya Bima.
Iqbal menggeleng. "Hari ini nggak ada kelas gue," jawab Iqbal. "Kenapa?"
"Gue mau tanya soal Azmi sama elo,"
"Azmi?"
Bima mengangguk kecil. "Lo tau kenapa tiba-tiba Azmi membatalkan pernikahan dia sama Clara?" tanya Bima.
Iqbal menyandarkan punggungnya, akhirnya dia mendengar pertanyaan itu langsung dari Bima. "Elo kenapa nggak tanya langsung ke Bima sama Clara?"
"Apa menurut lo mereka akan kasih tau gue?" tanya Bima. "Nggak ada hubungannya sama istri lo kan?"
Iqbal menoleh ke arah Bima dengan cepat. "Kenapa tiba-tiba disangkut pautkan sama Kayra?"
"Semua orang juga tau kali Bal, hubungan Azmi sama Kayra dulu kaya apa," jawab Bima cuek.
"Dan semua orang juga tau hubungan Clara sama Azmi kaya apa," jawab Iqbal. "Mendingan elo pulang aja deh kalo kesini cuma mau nyudutin Kayra,"
Bima terkekeh pelan, pemuda itu tersenyum meremehkan Iqbal. "Jadi lo udah jatuh cinta sama dia?"
__ADS_1
"Jatuh cinta atau nggak kayaknya bukan urusan elo,"
"Yaya," Bima menganggukkan kepalanya. "Gue cuma mau tanya itu si ke elo, tapi kalo emang elo nggak mau kasih tau gue biar gue cari tau sendiri," kata Bima, pemuda itu beranjak dari duduknya. "Gue nggak peduli elo cinta atau enggak sama istri lo, tapi yang jelas elo harus hati-hati mulai sekarang," Bima menoleh ke kanan dan kiri, pemuda itu mengarahkan bibirnya ke telinga Iqbal. "Banyak yang ngincer istri lo, entah elo sadar atau nggak,"